Balita 4 Tahun Tewas Terjebak Lubang Proyek di Manggarai, Kelalaian Pengawasan Infrastruktur Disoroti

AKURAT BANTEN - Tragedi menyedihkan kembali terjadi di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur di kawasan perkotaan.
Seorang balita berinisial I yang baru berusia 4 tahun meninggal dunia usai terperosok dan terjebak hampir empat jam di dalam lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi di wilayah Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, pada Minggu (28/6/2026) dini hari.
Menanggapi insiden tersebut, Anggota Komisi II DPR RI Ali Ahmad menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus mengecam keras lemahnya penerapan aspek keselamatan dalam pelaksanaan proyek publik.
Ia menilai pemerintah daerah (pemda) tidak boleh lagi mengabaikan standar keamanan, terutama pada proyek yang berada di tengah kawasan permukiman padat.
Baca Juga: BLT DBHCHT Jawa Tengah 2026 Mulai Cair, 85 Ribu Pekerja Rokok Terima Bantuan Rp 51 Miliar
"Kami menyampaikan rasa duka yang mendalam atas gugurnya ananda I di Manggarai. Namun, jujur saja, kami juga marah. Ini bukan kejadian pertama. Beberapa bulan lalu Surabaya, hari ini Jakarta. Ini adalah alarm keras bahwa ada kelalaian sistemik dalam pengawasan proyek tata kota kita," kata pria yang kerap disapa Gus Ali itu dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria, di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Gus Ali meminta seluruh pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan proyek infrastruktur.
Ia menegaskan, setiap pembangunan harus menerapkan standar keselamatan tinggi (high security standard) tanpa pengecualian.
"Proyek tata kota itu mayoritas dikerjakan di tempat strategis yang padat lalu lalang warga, termasuk anak-anak. Standardisasinya harus berlapis! Area proyek wajib diisolasi total, diberi pagar pembatas yang kokoh, lampu penerangan yang jernih di malam hari, dan rambu peringatan yang jelas. Jangan hanya modal tali plastik atau seng seadanya," tegas politisi PKB tersebut.
Baca Juga: Modus Baru Judi Online Terbongkar, Bot Asing Banjiri Kolom Komentar Media Sosial
Selain itu, Gus Ali juga meminta adanya tindakan tegas terhadap kontraktor yang terbukti mengabaikan Prosedur Operasional Standar (SOP) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Menurutnya, fasilitas publik yang dibangun untuk masyarakat tidak boleh berubah menjadi sumber bahaya yang mengancam keselamatan warga.
"Pemda harus ketat mengawasi kelayakan K3 para kontraktor ini. Kalau mereka lalai hingga menghilangkan nyawa warga, putus kontraknya dan bawa ke ranah hukum. Kita tidak boleh menukar satu jengkel pembangunan infrastruktur dengan nyawa manusia," pungkas legislator asal Jawa Timur ini.
Kasus tragis di Manggarai menambah daftar panjang insiden akibat kurang optimalnya pengamanan proyek penataan kota.
Sebelumnya, kejadian serupa juga terjadi di Surabaya, Jawa Timur, yang menewaskan seorang warga lanjut usia.
Pasangan suami istri tersebut terjatuh ke dalam proyek gorong-gorong dengan kedalaman sekitar 2,5 meter.
Sang suami mengalami luka, sementara istrinya meninggal dunia setelah terbentur bagian beton proyek.
Rentetan kejadian tersebut membuat perhatian terhadap keselamatan proyek infrastruktur kembali mencuat.
Parlemen pun mendesak agar pengawasan terhadap pembangunan publik diperketat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









