Banten

Paraguay Bikin Dunia Terkejut! Jerman Tumbang di Piala Dunia 2026, Santiago Pena Umumkan Hari Libur Nasional

Viona Sebastian Nolani | 30 Juni 2026, 14:11 WIB
Paraguay Bikin Dunia Terkejut! Jerman Tumbang di Piala Dunia 2026, Santiago Pena Umumkan Hari Libur Nasional
Pemain Paraguay berlaga di Piala Dunia 2026. (instagram/@fifaworldcup)

AKURAT BANTEN - Paraguay tengah merayakan momen bersejarah pada Selasa setelah Presiden Santiago Pena menetapkan hari libur nasional sebagai bentuk penghormatan atas kemenangan luar biasa tim nasionalnya melawan Jerman di Piala Dunia.

Sang presiden menyebut keberhasilan tersebut sebagai pencapaian besar yang mengubah citra Paraguay dari tim yang sempat dipandang sebelah mata menjadi kebanggaan dan simbol perjuangan bangsa.

Negara AS itu kini menikmati salah satu pencapaian terbesar dalam perjalanan sepak bolanya setelah Paraguay secara mengejutkan menyingkirkan Jerman, juara dunia empat kali, melalui drama adu penalti dengan skor 4-3.

Hasil tersebut terjadi setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit pertandingan, sekaligus memastikan Paraguay lolos ke babak 16 besar dan menciptakan sejarah baru di ajang Piala Dunia.

Baca Juga: Dugaan Skandal Akademik Indonesia di Konferensi Internasional Terbongkar, BRIN Turun Tangan Investigasi

Melalui akun media sosialnya, Presiden Santiago Pena membagikan foto ketika dirinya menandatangani keputusan resmi tersebut.

Ia menuliskan, "Hari ini, seluruh negeri merayakan."

"Kami merayakan kemenangan sebuah tim yang mewakili nilai-nilai terdalam identitas Paraguay: ketahanan, keyakinan, dan kekuatan orang-orang yang tidak pernah menyerah," tulisnya.

Dalam dekrit yang dikeluarkan pemerintah, kemenangan Paraguay disebut bukan sekadar keberhasilan olahraga, melainkan sebuah pencapaian nasional yang pantas dirayakan bersama seluruh masyarakat.

Baca Juga: Belum 2 Minggu Berjalan, Pelatihan Koperasi Merah Putih Telan 5 Korban Jiwa

"Pemerintah tidak bisa tinggal diam menghadapi pencapaian luar biasa ini. Perlu menciptakan kondisi agar seluruh warga Paraguay dapat merayakan hari bersejarah ini bersama-sama," demikian bunyi dekrit tersebut.

Suasana penuh kegembiraan langsung terlihat di berbagai wilayah Paraguay.

Para pendukung turun ke jalan, memenuhi alun-alun, hingga merayakan kemenangan di ruang publik setelah tim yang sempat diragukan mampu membuat kejutan besar di turnamen tersebut.

Pelatih Gustavo Alfaro, yang sebelumnya mendapat banyak tekanan setelah Paraguay kalah telak 1-4 dari tuan rumah bersama AS pada laga pembuka, mengatakan bahwa para pemainnya telah berhasil mencatatkan nama mereka dalam sejarah sepak bola negaranya.

"Kami tidak pernah percaya bahwa kami telah dikalahkan. Dua puluh enam pejuang melangkah ke lapangan, dan mereka kembali sebagai legenda," kata pelatih Gustavo Alfaro setelah adu penalti yang dramatis

Perjalanan Paraguay menuju fase gugur Piala Dunia 2026 memang tidak berjalan mudah.

Kekalahan pada laga awal dan performa yang belum stabil di fase grup membuat banyak pihak meragukan peluang mereka saat harus menghadapi Jerman yang memiliki sejarah kuat di turnamen dunia.

Namun, Paraguay berhasil membuktikan bahwa mereka mampu melawan prediksi.

Julio Enciso menjadi pemain yang mengejutkan banyak pihak setelah membawa Paraguay unggul pada menit ke-42 melalui sundulan keras.

Akan tetapi, Jerman berhasil membalas lewat Kai Havertz yang mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-54.

Meski Jerman lebih banyak menguasai jalannya pertandingan dan sempat mencetak gol yang kemudian dianulir, lini pertahanan Paraguay mampu bertahan hingga pertandingan berakhir setelah 120 menit.

Dalam babak adu penalti, Paraguay akhirnya memastikan kemenangan dramatis atas lawannya.

Jose Canale menjadi penentu kemenangan setelah sukses menjalankan tugasnya sebagai eksekutor terakhir.

Momen tersebut terasa semakin spesial karena dua pemain Paraguay sebelumnya gagal mencetak gol dari titik putih, sementara kekalahan ini menjadi pertama kalinya bagi Jerman kalah dalam adu penalti di ajang Piala Dunia.

"Jika kami tidak belajar dari kekalahan sebelumnya, kami tidak akan mampu mempersiapkan diri untuk pertandingan ini," kata pelatih Gustavo Alfaro.

"Saya mengatakan kepada para pemain bahwa kami baru saja mengalami malam yang epik," tuturnya.

Pelatih asal Argentina itu juga memberikan pujian khusus kepada Jose Canale yang dianggap mampu melewati berbagai tantangan sepanjang kariernya.

Canale sebelumnya sempat menjalani masa sulit dengan beberapa kali dipinjamkan ke klub di Paraguay, Argentina, dan Meksiko.

"Canale adalah juara dalam hidupnya sendiri, karena dia telah mengatasi berbagai kesulitan," kata pelatih Gustavo Alfaro.

"Malam seperti ini adalah anugerah dari kehidupan. Ini adalah keadilan takdir," jelasnya.

Paraguay menjadi negara AS kedua di Piala Dunia 2026 yang menetapkan hari libur nasional setelah berhasil mengalahkan Jerman.

Sebelumnya, Ekuador juga mengambil langkah serupa usai meraih kemenangan atas "Die Mannschaft" pada fase grup.

Namun bagi Paraguay, kemenangan ini memiliki arti yang lebih besar.

Perjalanan yang awalnya dipenuhi keraguan kini berubah menjadi kisah tentang perjuangan, kepercayaan diri, dan semangat nasional.

Sebanyak 26 pemain Paraguay datang ke turnamen sebagai tim yang tidak menjadi unggulan.

Kini mereka justru menjadi pahlawan bagi jutaan pendukungnya dan membawa harapan bahwa perjalanan luar biasa mereka di Piala Dunia masih akan terus berlanjut.

Pada babak 16 besar, Paraguay akan menghadapi pemenang laga antara Prancis dan Swedia yang dijadwalkan berlangsung pada 4 Juli.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.