Banten

Nagelsmann Bikin Jerman Hancur di Piala Dunia 2026? Kesalahan Taktik yang Jadi Sorotan

Viona Sebastian Nolani | 30 Juni 2026, 14:46 WIB
Nagelsmann Bikin Jerman Hancur di Piala Dunia 2026? Kesalahan Taktik yang Jadi Sorotan
Pemain Jerman berlaga di Piala Dunia 2026. (instagram/@fifaworldcup)

AKURAT BANTEN - Saat menghadapi Paraguay pada 30 Juni, Nagelsmann sebenarnya tidak benar-benar mengulang strategi yang sama.

Ia memilih mencadangkan Jamal Musiala dan memberikan tempat utama kepada Deniz Undav sebagai penyerang yang bergerak di belakang Kai Havertz.

Namun, perubahan tersebut tidak mampu memberikan dampak positif seperti yang diharapkan.

Selama berada di lapangan, penyerang VfB Stuttgart itu hanya mencatat satu tembakan yang tidak tepat sasaran dengan nilai xG yang sangat kecil, yakni 0,03.

Baca Juga: Brasil Comeback Dramatis Lawan Jepang di Piala Dunia 2026, Rahasia Taktik Carlo Ancelotti Terungkap

Permasalahan utama Jerman bukan karena lini depan mereka tidak mampu mencetak gol.

Kesalahan terbesar Nagelsmann justru terletak pada pendekatannya yang terlalu kaku dalam menentukan komposisi pemain dan strategi di belakang lini serang.

Leroy Sane, yang tampil mengecewakan di fase grup, tetap dipercaya menjadi starter hampir selama 90 menit.

Lalu apa hasilnya?

0/7 dribel sukses, 0/8 umpan silang akurat, 1/9 duel berhasil, serta hanya menghasilkan xG 0,09.

Baca Juga: Jerman Tersingkir Lebih Cepat di Piala Dunia, Keputusan Nagelsmann Tuai Kritik Tajam

Sisi kanan serangan Jerman benar-benar kehilangan daya dobraknya akibat performa buruk Sane.

Sementara itu, Florian Wirtz yang sebenarnya lebih cocok sebagai gelandang serang kreatif tetap dimainkan di sektor kiri.

Padahal, kecepatannya tidak cukup untuk sering melewati bek sayap lawan.

Pemain Liverpool tersebut sebenarnya tidak tampil buruk.

Ia memberikan assist luar biasa untuk gol penyama kedudukan Havertz dan kembali mengirim umpan silang berbahaya yang hampir berbuah gol lewat sundulan pemain Arsenal itu.

Namun, keputusan Nagelsmann menempatkan Wirtz di sayap membuat Jerman kehilangan sosok pengatur permainan yang mampu membuka ruang, membangun serangan, serta memberikan ancaman dari area tengah.

Kombinasi Sane dan Wirtz membuat sektor sayap Jerman kehilangan kreativitas untuk membongkar pertahanan lawan.

Ketika Paraguay memilih bertahan sangat dalam, para pemain Jerman hanya mampu memainkan bola dari satu sisi ke sisi lain tanpa menciptakan peluang emas.

Havertz dan Undav pun kesulitan mendapatkan bola di area berbahaya, sehingga terlihat "tidak berbahaya," meskipun kondisi tersebut bukan sepenuhnya kesalahan mereka.

Keras kepalanya Nagelsmann juga terlihat dari keputusannya tetap memainkan Aleksandar Pavlovic sebagai gelandang bertahan.

Padahal, pemain Bayern Munich tersebut sudah tampil buruk dalam tiga pertandingan fase grup.

Seperti laga-laga sebelumnya, Pavlovic kembali sering kehilangan bola dan memberikan operan yang tidak akurat sehingga banyak serangan Jerman terhenti sebelum berkembang.

Sebelum pertandingan berlangsung, beberapa mantan pemain besar Jerman seperti Lothar Matthaus, Philipp Lahm, dan Mats Hummels sudah beberapa kali meminta Nagelsmann mengembalikan Joshua Kimmich ke posisi gelandang tengah.

Namun, pelatih Jerman itu tetap mengabaikan masukan tersebut.

Baru pada menit ke-79, setelah Waldemar Anton masuk, Kimmich kembali dimainkan di posisi favoritnya.

Ia langsung menunjukkan pengaruh dengan memberikan beberapa umpan panjang akurat ke area sayap.

Sayangnya, perubahan tersebut datang terlalu terlambat untuk mengubah jalannya pertandingan.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.