Banten

KRI Bima Suci Siaga Penuh di Laut Sulu, TNI AL Gelar Peran Jaga Perang Hadapi Ancaman Pembajak

Viona Sebastian Nolani | 8 Juli 2026, 12:58 WIB
KRI Bima Suci Siaga Penuh di Laut Sulu, TNI AL Gelar Peran Jaga Perang Hadapi Ancaman Pembajak
KRI Bima Suci bersama tim Satkopaska Koarmada II melaksanakan Peran Jaga Perang. (tnial.mil.id)

AKURAT BANTEN - Saat memasuki etape pelayaran ke-11 menuju Bitung, Indonesia, prajurit KRI Bima Suci bersama tim Satkopaska Koarmada II melaksanakan Peran Jaga Perang selama dua hari ketika melintasi perairan Filipina dan Laut Sulu.

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman pembajakan dan perompakan kapal di jalur pelayaran internasional yang selama ini dikenal sebagai kawasan dengan tingkat risiko keamanan yang cukup tinggi.

Pelaksanaan Peran Jaga Perang berpedoman pada Buku Induk Tempur (BIT) KRI Bima Suci serta Peraturan Dinas Dalam (PDD) Khas TNI Angkatan Laut.

Seluruh prajurit diwajibkan memahami secara menyeluruh tugas, tanggung jawab, hingga posisi tempur masing-masing agar kesiapan personel tetap terjaga dalam menghadapi berbagai kemungkinan ancaman selama perjalanan laut.

Baca Juga: Terungkap Jejak Tsunami Aceh 2004 yang Tersembunyi di Dalam Tanah

Untuk memperkuat sistem pengamanan kapal, seluruh personel dibagi menjadi dua divisi jaga, yaitu divisi jaga lambung kanan dan divisi jaga lambung kiri.

Kedua divisi tersebut menjalankan pergantian tugas setiap enam jam sehingga kondisi personel tetap prima sekaligus memastikan pemantauan terhadap situasi di sekitar kapal berlangsung tanpa henti saat melintasi wilayah perairan Filipina dan Laut Sulu yang rawan gangguan keamanan.

Penerapan Peran Jaga Perang tersebut menjadi bentuk pelaksanaan arahan Pangkoarmada II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si., agar setiap KRI selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi dinamika situasi keamanan selama berlayar di perairan internasional.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.