Kontroversi Argentina di Piala Dunia 2026, MEdia Luar Bongkar Dugaan FIFA dan Wasit Beri Keuntungan

AKURAT BANTEN - Menyusul protes resmi dari Asosiasi Sepak Bola Mesir yang menilai keputusan wasit menguntungkan Argentina pada laga babak 16 besar yang berlangsung 7 Juli, media Inggris Telegraph turut mempublikasikan sejumlah fakta yang dinilai memperkuat dugaan bahwa FIFA kerap memberikan keuntungan bagi tim Tango sepanjang Piala Dunia 2026.
Kontroversi bermula pada menit ke-67 ketika Mostafa Ziko berhasil menjebol gawang Argentina melalui serangan balik yang rapi.
Namun, setelah meninjau tayangan VAR, wasit memutuskan menganulir gol tersebut dengan alasan telah terjadi pelanggaran pemain Mesir terhadap Lisandro Martinez di area lapangan sendiri sebelum proses gol berlangsung.
Perdebatan kembali memanas saat Argentina mencetak gol ketiga pada menit ke-90+2.
Baca Juga: Ronaldo Pulang, Harga Tiket Piala Dunia 2026 Langsung Merosot hingga 60 Persen
Para pemain Mesir langsung meminta wasit mengecek VAR karena menganggap Mohamed Salah dijatuhkan di kotak penalti Argentina sebelum gol tercipta.
Akan tetapi, wasit Francois Letexier mengabaikan protes tersebut.
Seusai pertandingan, Mostafa Ziko melontarkan tudingan keras dengan mengatakan: "Pertandingan ini telah diatur."
Di sisi lain, pelatih Hassan menilai FIFA sengaja merugikan Mesir karena tidak ingin Argentina tersingkir dari turnamen.
Kontroversi serupa juga muncul pada laga perdana Piala Dunia 2026 saat Argentina menghadapi Aljazair.
Lionel Messi tampil gemilang dengan mencetak hat-trick, tetapi sejumlah pihak menilai performa tersebut tidak lepas dari keputusan wasit Szymon Marciniak yang dianggap menguntungkan sang kapten Argentina.
Dalam tayangan ulang pertandingan, Messi terlihat menggunakan telapak kakinya untuk mengenai betis Aissa Mandi.
Meski demikian, wasit tidak memberikan hukuman maupun melakukan pemeriksaan melalui VAR.
Situasi ini menjadi sorotan karena sebelumnya striker Amerika Serikat, Folarin Balogun, justru diganjar kartu merah ketika melakukan pelanggaran yang dinilai serupa saat menghadapi Bosnia.
Saat menjadi narasumber di sebuah program televisi, mantan bek Manchester City, Nedum Onuoha, memberikan pandangannya.
Ia mengatakan: “Menurut pendapat saya, Messi pantas mendapatkan kartu merah. El Pulga tahu dia telah melakukan sesuatu yang bisa membuatnya mendapat masalah. Secara pribadi, saya merasa itu adalah kartu merah.”
Sepanjang Piala Dunia 2026, Argentina menjadi salah satu tim dengan jumlah pelanggaran terbanyak.
Meski demikian, mereka baru mengoleksi tiga kartu kuning, yang menjadi catatan terendah kedua di antara seluruh peserta perempat final.
Saat menghadapi Aljazair, Argentina melakukan 13 pelanggaran tetapi tidak menerima satu pun kartu, sedangkan lawannya yang hanya membuat delapan pelanggaran mengalami hukuman lebih banyak.
Kondisi serupa juga terjadi ketika melawan Yordania. Argentina kembali melakukan 13 pelanggaran tanpa kartu, sementara Yordania memperoleh tiga kartu kuning meski hanya mencatat delapan pelanggaran.
Berdasarkan statistik sepanjang turnamen, Argentina telah melakukan total 59 pelanggaran dan hanya menerima tiga kartu kuning.
Artinya, rata-rata tim Tango melakukan sekitar 19,7 pelanggaran sebelum akhirnya mendapatkan satu kartu.
Memang, data tersebut belum bisa dijadikan bukti adanya keberpihakan karena keputusan kartu sangat bergantung pada jenis pelanggaran.
Namun, angka itu semakin memunculkan dugaan bahwa perangkat pertandingan memperlakukan Argentina dengan lebih longgar.
Sorotan terhadap FIFA juga muncul setelah pertandingan Argentina melawan Tanjung Verde.
Presiden FIFA Gianni Infantino sempat mengatakan kepada televisi Argentina bahwa dirinya ikut merasakan penderitaan wakil Amerika Selatan tersebut.
Ucapan itu memicu reaksi luas di media sosial karena banyak pihak menilai seorang presiden FIFA seharusnya menjaga sikap netral.
Infantino kemudian menjelaskan bahwa pernyataannya disampaikan sebagai "penonton netral."
Meski begitu, klarifikasi tersebut tidak sepenuhnya meredakan kritik publik.
Kontroversi lainnya terjadi ketika FIFA menunjuk lima wasit asal Argentina untuk memimpin laga perempat final antara Prancis dan Maroko, dengan Facundo Tello bertugas sebagai wasit utama.
Keputusan tersebut memancing kemarahan media Prancis yang menuding FIFA sedang "bersekongkol" demi membuka jalan bagi tersingkirnya Les Bleus.
Banyak pihak memahami bahwa Prancis merupakan salah satu pesaing terkuat Argentina dalam perebutan gelar Piala Dunia 2026.
Meski demikian, pelatih Didier Deschamps memilih merespons dengan tenang.
Ia berharap seluruh perangkat pertandingan asal Argentina tetap menjalankan tugas secara profesional dan memimpin laga dengan adil.
Di fase grup, Argentina tergabung bersama Austria, Aljazair, dan Yordania yang dinilai bukan lawan paling berat.
Jika keluar sebagai juara grup, mereka juga hanya berpotensi menghadapi Uruguay, Tanjung Verde, atau Arab Saudi di babak 16 besar, mengingat Spanyol diperkirakan menjadi juara di grup lainnya.
Perjalanan Argentina hingga babak gugur juga dianggap relatif ringan. Hingga mencapai semifinal, mereka belum sekalipun bertemu tim yang berada di 15 besar peringkat FIFA.
Lawan-lawan yang telah dihadapi Argentina antara lain Aljazair (peringkat 28), Austria (24), Yordania (63), Tanjung Verde (67), Mesir (29), dan Swiss (19). Jika dihitung, rata-rata peringkat FIFA seluruh lawan tersebut berada di angka 38.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 7Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026








