Banten

Resmi Diluncurkan Prabowo, Biodiesel B50 Putus Ketergantungan Impor Solar Indonesia

Viona Sebastian Nolani | 10 Juli 2026, 11:13 WIB
Resmi Diluncurkan Prabowo, Biodiesel B50 Putus Ketergantungan Impor Solar Indonesia
Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan Biodiesel B50 bertajuk "Langkah Nyata untuk Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional" di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, pada Kamis, 9 Juli 2026. (Foto: BPMI Setpres/Cahyo)

AKURAT BANTEN - Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Program Mandatori Biodiesel B50 bertema “Langkah Nyata untuk Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional” di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis, 9 Juli 2026.

Peresmian tersebut menjadi momentum penting dalam mempercepat terwujudnya kemandirian energi Indonesia sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional melalui optimalisasi sumber daya dalam negeri.

Sesampainya di lokasi acara, Presiden Prabowo lebih dulu mengunjungi Walk-in Gallery yang menyajikan informasi teknis mengenai Biodiesel B50.

Setelah itu, Kepala Negara menuju panggung utama untuk mengikuti rangkaian acara yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, serta penyampaian laporan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Baca Juga: Narendra Modi Puji Kepemimpinan Prabowo, Yakin Restorasi Candi Prambanan Rampung Lebih Cepat

Dalam laporannya, Menteri Bahlil menegaskan bahwa implementasi Biodiesel B50 merupakan salah satu langkah strategis pemerintah untuk mewujudkan kedaulatan energi sesuai dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo.

Ia juga menyampaikan bahwa program tersebut berhasil menghapus ketergantungan Indonesia terhadap impor solar.

“Hari ini kita tidak hanya meluncurkan B50, tapi kita juga mengambil suatu langkah besar menuju Indonesia yang makin berdaulat di sektor energi sesuai dengan Asta Cita Bapak Presiden,” ujar Menteri Bahlil.

Bahlil menjelaskan, konsumsi solar nasional selama ini berkisar antara 38 hingga 40 juta kiloliter setiap tahun.

Baca Juga: Polri Usut 3 Mega Kasus Korupsi, Benny K Harman Desak Penegakan Hukum Tanpa Intervensi

Dari jumlah tersebut, Indonesia sebelumnya masih mengimpor sekitar 3 hingga 4 juta kiloliter solar per tahun. Namun, sejak diberlakukannya mandatori Biodiesel B50, kebutuhan impor solar tersebut kini berhasil dihentikan.

“Awalnya kita itu masih impor kurang lebih sekitar 3 sampai 4 juta kiloliter per tahun. Dengan implementasi B50, maka alhamdulillah kita tidak lagi melakukan impor produk solar ke negara kita dan ini adalah pertama kali,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyatakan bahwa Indonesia kini tercatat sebagai negara pertama di dunia yang menerapkan kebijakan mandatori Biodiesel B50.

Menurut Presiden, pencapaian tersebut bukan hanya keberhasilan di bidang teknologi, tetapi juga membuktikan kemampuan Indonesia mengelola kekayaan alamnya demi kesejahteraan masyarakat serta memperkuat kemandirian energi nasional.

“Dengan diluncurkan program ini, Indonesia resmi menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan mandatori biodiesel B50. Ini bukan sekedar pencapaian teknologi, ini adalah bukti bahwa Indonesia mampu memanfaatkan kekayaan alamnya sendiri untuk kepentingan rakyatnya sendiri. Ini adalah tonggak yang sangat penting dalam perjalanan menuju kemandirian energi,” ujar Presiden.

Prosesi peluncuran Program Mandatori Biodiesel B50 dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, serta Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri.

“Bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Kamis, 9 Juli 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini secara resmi saya luncurkan Biodiesel B50,” ucap Presiden seraya menekan tombol sirine tanda peresmian.

Peresmian Biodiesel B50 menjadi awal babak baru dalam perjalanan Indonesia menuju swasembada energi.

Langkah ini sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pelopor transisi energi berbasis sumber daya alam domestik guna memperkuat ketahanan energi sekaligus mewujudkan kedaulatan energi nasional.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.