Viral! Iwakum Kecam Hotman Paris: Sebut "Lu Punya Otak Gak" ke Wartawan adalah Penghinaan, Bukan Kritik!

AKURAT BANTEN– Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum) melayangkan protes keras terhadap advokat kondang Hotman Paris Hutapea.
Pemicunya adalah sikap arogansi dan pernyataan merendahkan yang dilontarkan Hotman kepada wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik di Kejaksaan Agung, Jumat (17/7) lalu.
Dalam momen yang kini menjadi sorotan publik, Hotman tertangkap kamera melontarkan kalimat, "Lu punya otak enggak?" kepada seorang wartawan.
Tak berhenti di situ, ia juga menyebut wartawan sebagai "pengecut" karena sebuah pertanyaan kritis terkait kasus yang menjerat kliennya, mantan Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah.
Baca Juga: Panas! Frank Hutapea Bongkar Sisi Gelap Hotman 911: 'Orang Miskin Cuma Senjata Marketing'
"Bukan Kritik, Ini Penghinaan!"
Ketua Umum Iwakum, Irfan Kamil, menegaskan bahwa tindakan Hotman Paris sudah melampaui batas etika profesi advokat.
Menurutnya, ada perbedaan fundamental antara menolak menjawab pertanyaan dengan menyerang martabat lawan bicara.
"Narasumber punya hak untuk menolak menjawab atau mengoreksi pertanyaan. Tapi, tidak seorang pun berhak membalas pertanyaan jurnalistik dengan penghinaan dan serangan personal," tegas Irfan dalam keterangan resminya, Minggu (19/7).
Irfan menambahkan bahwa wartawan dan advokat sejatinya adalah mitra dalam penegakan hukum yang akuntabel. "Pernyataan 'lu punya otak enggak?' bukanlah sebuah kritik, melainkan upaya merendahkan intelektualitas profesi wartawan," imbuhnya.
Baca Juga: Peraih Sepatu Emas: Mbappe di Atas Angin, Messi di Ujung Tanduk! Siapa Raja Gol Piala Dunia 2026?
Seret Nama Presiden, Iwakum Ingatkan Etika Publik
Ketegangan semakin memuncak saat Sekretaris Jenderal Iwakum, Ponco Sulaksono, menyoroti pernyataan Hotman yang membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto dalam konferensi pers tersebut.
Ponco menyayangkan sikap Hotman yang dianggap mempertontonkan arogansi di ruang publik, padahal ia mengklaim diri sebagai kuasa hukum Presiden.
"Sebagai orang yang mengaku dekat dengan kekuasaan, Hotman Paris seharusnya menjaga muruah Presiden, bukan justru merendahkan profesi lain dan rakyat," ujar Ponco tajam.
Tuntutan Permintaan Maaf Terbuka
Iwakum tidak tinggal diam. Mereka secara resmi menuntut Hotman Paris untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada wartawan yang bersangkutan dan komunitas pers Indonesia.
Tak hanya itu, Iwakum juga mendesak organisasi advokat tempat Hotman bernaung untuk segera turun tangan memeriksa dugaan pelanggaran kode etik.
"Jika dibiarkan, tindakan ini menjadi preseden buruk. Akan berbahaya jika pejabat atau advokat merasa punya legitimasi untuk bertindak semena-mena setiap kali mendapatkan pertanyaan kritis," tutup Ponco.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons resmi dari pihak Hotman Paris terkait desakan permintaan maaf dari Iwakum tersebut.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”









