Banten

Kebakaran CV Damarindo Merembet ke Dua Rumah di Priuk, Penyebab Masih Diselidiki

David Amanda | 21 Juli 2026, 00:31 WIB
Kebakaran CV Damarindo Merembet ke Dua Rumah di Priuk, Penyebab Masih Diselidiki
Kebakaran CV Damarindo Merembet ke Dua Rumah di Priuk, Penyebab Masih Diselidiki (Foto: istimewa)

AKURAT BANTEN - Kebakaran melanda CV Damarindo di Jalan Bayur, Kelurahan Priuk Jaya, Kecamatan Priuk, Kota Tangerang, Senin (20/7) petang. Kobaran api dari pabrik yang memproduksi buhur atau dupa itu merembet ke permukiman warga hingga membakar dua rumah.

Sebanyak 14 unit mobil pemadam kebakaran dan 60 personel diterjunkan ke lokasi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kepala UPT Damkar Priuk, Kota Tangerang, Kamaludin, mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 17.15 WIB. Pihaknya kemudian mengerahkan armada dari Mako Damkar, UPT Priuk, Ciledug, Batuceper, dan Pinang untuk mempercepat proses pemadaman.

Baca Juga: Scaloni Buka Suara usai Gagal Pertahankan Gelar! Isyarat Tinggalkan Argentina Muncul?

"Yang terbakar CV Damarindo. Dia bergerak di bidang buhur atau dupa. Kita turunkan 14 unit dengan personel 60 orang," kata Kamaludin.

Menurutnya, penyebab kebakaran hingga kini masih belum dapat dipastikan karena petugas belum memperoleh keterangan dari pemilik pabrik.

"Sampai saat ini saya belum bisa bertemu dengan si pemilik, dan dugaan sementara juga saya belum bisa memastikan apakah ini korsleting arus pendek listrik atau dari tabunan," ujarnya.

Baca Juga: Sachrudin Kenang Percakapan Terakhir dengan Rusdi: Beberapa Jam Sebelum Meninggal, Kami Masih Bicara Kota Tangerang

Ia menambahkan, proses pemadaman sempat terkendala kepadatan lalu lintas di Jalan Bayur yang menjadi jalur alternatif warga saat jam pulang kerja. Meski demikian, api berhasil dikendalikan dan tidak menimbulkan korban jiwa.

Sebagai langkah pencegahan, Kamaludin mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan selama musim kemarau.

"Imbauan kepada masyarakat, karena situasi sekarang suhu panas mencapai 34 sampai 36 derajat Celsius, jangan membakar sampah sembarangan. Beberapa kebakaran yang terjadi dipicu tabunan api di tengah kondisi cuaca yang sangat panas," pungkasnya.

Baca Juga: Prabowo Ungkap Capaian Indonesia: B50 Sukses, 50 Pabrik Bioetanol Dibangun, Motor Listrik Nasional Segera Meluncur

Sementara itu, warga terdampak, Iqbal Wijaya, mengaku api pertama kali dilihat sekitar pukul 17.30 WIB dari area belakang pabrik saat dirinya bersama keluarga sedang berada di belakang rumah.

Ia bersama orang tuanya sempat berusaha memadamkan api menggunakan selang, namun kobaran api dengan cepat membesar karena tekanan air yang lemah dan tiupan angin.

"Api sumbernya memang dari pabrik, bukan dari kita. Ada saksi juga yang melihat api pertama dari belakang pabrik," ujar Iqbal.

Baca Juga: Terbongkar Modus Penyalahgunaan Registrasi SIM Biometrik, Pelanggan Bisa Jadi Korban

Menurut Iqbal, api kemudian menyambar tumpukan karung goni di dalam area pabrik sebelum merembet ke rumahnya yang berdempetan dengan bangunan tersebut.

Ia masih sempat menyelamatkan dokumen, pakaian, dan beberapa barang berharga, tetapi tiga sepeda motor milik orang tuanya tidak berhasil dievakuasi.

"Barang-barang keluarga sempat saya keluarin. Tapi motor yang di rumah orang tua ada tiga, enggak selamat," tutup Iqbal. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.