Banten

BGN Tegas! SPPG Program Makan Bergizi Gratis yang Tak Penuhi Standar Bakal Ditutup

Viona Sebastian Nolani | 25 Juli 2026, 15:24 WIB
BGN Tegas! SPPG Program Makan Bergizi Gratis yang Tak Penuhi Standar Bakal Ditutup
SPPG yang Tak Penuhi Standar Akan Ditindak Tegas. (Dok. Biro Hukum dan Humas)

AKURAT BANTEN - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus memenuhi standar keamanan pangan, kualitas gizi, kebersihan, serta tata kelola operasional yang telah ditetapkan.

Bagi SPPG yang belum memenuhi ketentuan, BGN akan melakukan pembinaan dan evaluasi.

Namun, jika tidak ada perbaikan setelah proses tersebut, operasional SPPG akan dihentikan.

Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar menekankan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan amanah negara yang wajib dijalankan secara profesional dan penuh tanggung jawab.

Baca Juga: Resmi! MK Putuskan Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Kemkomdigi Siapkan Kajian Regulasi

Ia menilai, kualitas layanan, keamanan pangan, serta mutu gizi tidak boleh dikorbankan akibat kelalaian dalam pelaksanaan program.

Komitmen tersebut harus dijaga oleh setiap SPPG demi melindungi kesehatan para penerima manfaat sekaligus mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap Program MBG.

"Kita akan perbaiki, akan kita tegur, kalau memang tidak bisa perbaiki kita tutup. Kalau memang tidak bisa memenuhi standar keamanan, standar gizi, standar mutu dan juga operasional yang baik. Jangan sampai nila setitik, kemudian rusak susu sebelanga," kata Sudaryono saat melakukan inspeksi mendadak SPPG di Bogor, Jumat (24/7).

Sudaryono menegaskan BGN akan mengedepankan pendekatan pembinaan yang dibarengi dengan penegakan disiplin.

Baca Juga: Dampak Pembangunan Jalan Tol, Warga Tak Hanya Untung tapi Juga Hadapi Perubahan Besar

SPPG yang mampu menjalankan operasional sesuai ketentuan akan memperoleh penghargaan. Sebaliknya, unit yang mengabaikan aturan akan dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggaran yang dilakukan.

"Mungkin kalau SPPG-nya bandel, SPPG-nya nggak disiplin, SPPG-nya atau petugasnya nggak disiplin, petugasnya nggak bagus ya kita mesti hentikan. Kita harus berani. Yang bagus kita reward, yang jelek kita mesti kasih punishment juga," tegasnya.

Ia menjelaskan, inspeksi mendadak dilakukan secara acak di berbagai lokasi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Cara ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran nyata mengenai kondisi operasional di lapangan sekaligus memberikan apresiasi dan motivasi kepada SPPG beserta petugas yang telah bekerja sesuai petunjuk teknis (juknis).

Berdasarkan hasil sidak di SPPG Pasir Kuda 03, SPPG Cipaku 02, dan SPPG Tegal Bundil 5, mayoritas telah menjalankan operasional sesuai standar yang ditetapkan BGN.

Meski demikian, Sudaryono menilai tantangan berikutnya adalah menjaga kualitas sekaligus menghadirkan variasi menu agar para penerima manfaat tidak merasa jenuh.

"Yang sudah bagus itu tantangannya tinggal satu yaitu variasi dari menunya. Supaya yang anak-anak maupun yang ibu-ibu yang memang mengkonsumsi itu kemudian bisa tidak bosan," ungkapnya.

Selain itu, Sudaryono mengajak masyarakat dan media ikut berperan aktif mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Ia meminta setiap temuan terkait pelayanan yang belum memenuhi standar segera disampaikan sebagai masukan agar kualitas layanan MBG terus meningkat dan semakin baik di masa mendatang.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.