Banten

Prabowo Sebut Indonesia–Pakistan Sama-Sama Negara Muslim Besar, Tegaskan Komitmen Moderasi dan Kerja Sama Kesehatan

Andi Syafrani | 10 Desember 2025, 13:49 WIB
Prabowo Sebut Indonesia–Pakistan Sama-Sama Negara Muslim Besar, Tegaskan Komitmen Moderasi dan Kerja Sama Kesehatan

AKURAT BANTEN - Presiden RI Prabowo Subianto menekankan kedekatan nilai antara Indonesia dan Pakistan saat bertemu Perdana Menteri Shehbaz Sharif di Islamabad. Baginya, kedua negara bukan hanya sekutu lama, tetapi juga berbagi identitas sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar yang menjunjung moderasi dan keterbukaan.

“Kita berdua mungkin merupakan negara Muslim terbesar di dunia. Namun, Islam kita adalah Islam moderat, yang mendorong inklusivitas, toleransi,” ujar Prabowo dalam pernyataan bersama usai pertemuan bilateral, Selasa (9/12).

Baca Juga: Ramai Isu Bantuan Beras Rp60 Ribu per Kilo untuk Korban Bencana, Wamentan Beri Klarifikasi

Prabowo menyebut hubungan Indonesia–Pakistan bukan sekadar hubungan diplomatik biasa. Ada sejarah panjang, kedekatan emosional, dan rasa saling percaya yang telah terbangun sejak era awal kemerdekaan kedua negara.

“Saya pikir sangat penting bagi kita, kini dan nanti, untuk memanfaatkan sejarah ini, memanfaatkan ikatan persaudaraan ini untuk memberi manfaat bagi rakyat kita di berbagai bidang,” katanya.

Dalam pertemuan itu, Prabowo juga menyoroti kebutuhan mendesak Indonesia akan tenaga kesehatan. Ia mengungkapkan bahwa Pakistan telah menyampaikan komitmen untuk mengirimkan dokter umum, dokter gigi, hingga tenaga medis spesialis guna memperkuat layanan kesehatan di Tanah Air.

Baca Juga: Tragedi Terra Drone: 22 Karyawan Tewas dalam Kebakaran Gedung, Damkar DKI Ungkap Kombinasi Maut Akses Evakuasi dan Kepanikan

“Kami memiliki kebutuhan besar untuk dokter dan dokter gigi. Dan saya sedang memulai program besar-besaran di bidang pendidikan kesehatan. Jadi bantuan Pakistan akan sangat strategis dan krusial bagi kami. Kami sangat menghargainya,” ucapnya.

Kerja sama di sektor kesehatan disebut Prabowo sebagai langkah cepat yang harus segera diimplementasikan, mengingat Indonesia masih menghadapi kesenjangan jumlah tenaga medis di berbagai daerah, terutama luar Jawa. Ia melihat dukungan Pakistan sebagai peluang memperkuat kualitas layanan kesehatan dalam jangka pendek sambil menyiapkan SDM lokal.

Prabowo menegaskan telah memerintahkan jajaran menterinya untuk menyiapkan tindak lanjut teknis secepat mungkin, mulai dari penyusunan skema kerja sama hingga mekanisme penempatan tenaga medis dari Pakistan.

Baca Juga: Presiden Murka Bupati Umrah Saat Bencana, Aceh Selatan Jadi Sorotan Nasional

“Keputusan sudah saya berikan. Kini tinggal bagaimana setiap kementerian mengeksekusinya secara cepat dan rapi,” ungkapnya.

Selain kesehatan, kedua pemimpin juga membahas peluang kerja sama di bidang perdagangan, pendidikan, dan pertahanan. Prabowo menilai jalur kolaborasi antarpemerintah harus dibuka selebar mungkin agar kedua negara mampu mencapai potensi ekonomi bersama.

Di sisi lain, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia selalu siap memperkuat peran dalam menjembatani negara-negara Muslim untuk mendorong stabilitas kawasan dan mempromosikan nilai Islam yang damai.

Baca Juga: Petinggi Olahraga China Terjungkal Kasus Suap Besar, Vonis Mati Bersyarat Getarkan Publik

Dialog hangat antara Prabowo dan Shehbaz Sharif ini menjadi sinyal positif bahwa kedua negara tengah menyiapkan babak baru hubungan strategis. Kedekatan sejarah kini dibawa menuju kerja sama yang lebih konkret dan menyentuh kebutuhan masyarakat langsung.

Dengan komitmen bersama yang ditegaskan di Islamabad, Prabowo berharap hubungan Indonesia–Pakistan tidak hanya terjaga, tetapi juga berkembang menjadi kemitraan yang lebih produktif dan relevan bagi masa depan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC