Banten

Kasus Satpam Waduk Jatiluhur Tewas Terborgol, Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Geng Motor

Viona Sebastian Nolani | 30 Juli 2026, 13:32 WIB
Kasus Satpam Waduk Jatiluhur Tewas Terborgol, Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Geng Motor
Polisi menyelidiki dugaan keterlibatan geng motor dalam kasus tewasnya Sumarna, satpam Waduk Jatiluhur. (Instagram/infojawabarat)

AKURAT BANTEN - Kematian Sumarna, satpam Waduk Jatiluhur yang ditemukan tenggelam dengan kedua tangan terborgol, masih menjadi fokus penyelidikan kepolisian.

Seiring berkembangnya kasus tersebut, polisi juga menelusuri informasi yang ramai beredar di media sosial mengenai dugaan keterlibatan kelompok geng motor.

Rumor yang viral di berbagai platform menyebut kematian Sumarna diduga berkaitan dengan aktivitas geng motor.

Bahkan, sejumlah unggahan turut menampilkan wajah beberapa pria yang disebut-sebut memiliki kaitan dengan peristiwa tersebut.

Baca Juga: Profil Anom Widiantoro, Bupati Pemalang yang Kena OTT KPK: Punya Harta Rp21,3 Miliar hingga Jejak Karier di BUMN

Menanggapi ramainya spekulasi di media sosial, Polda Jawa Barat memastikan seluruh informasi yang beredar akan tetap didalami untuk memastikan kebenarannya.

“Ada beberapa postingan di media sosial yang mengaitkan ada beberapa kelompok ya, kelompok dari pengemudi sepeda motor ya, kelompok-kelompok ini ya geng-geng motor lah bahasanya. Dan sudah cukup viral,” ucap Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan di Polda Jawa Barat pada Senin, 27 Juli 2026.

Meski demikian, Hendra menegaskan proses penyelidikan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Polisi belum dapat menetapkan seseorang sebagai tersangka sebelum memiliki bukti permulaan yang cukup kuat.

Baca Juga: Mahfud MD Kritik Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi, Sebut Bisa Picu Anarki

“Kami masih mengedepankan asas praduga tidak bersalah dulu ya, sebelum bukti permulaannya cukup kuat ini untuk memasukkan yang bersangkutan sebagai tersangka atau tidak,” jelasnya.

Dugaan keterlibatan geng motor mencuat setelah beredar foto coretan bertuliskan inisial kelompok 'RPM' dan 'GBR' di area tanggul Waduk Jatiluhur.

Isu tersebut kemudian berkembang dengan narasi bahwa Sumarna sempat berselisih dengan anggota kelompok tersebut.

Namun, Kepala Desa setempat memberikan penjelasan berbeda saat berbincang dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Baca Juga: PBB Ungkap Modus Baru Perdagangan Manusia di Asia, Korban dari 80 Negara Dipaksa Jadi Pelaku Penipuan Online

Menurutnya, almarhum hanya mempertanyakan siapa pelaku yang membuat coretan vandalisme di lokasi.

“Ini di tanggul itu corat-coret seperti ‘Ini gaya aing’ gitu, di sananya ada RPM dan GBR. Saya denger dari anak-anak karang taruna di sana, memang Almarhum itu pernah memanggil karena tidak diketahui siapa yang nulisnya,” ucap Kades, dikutip dari unggahan YouTube Dedi Mulyadi pada Rabu, 29 Juli 2026.

“Yang ditanya, yang dipanggil mungkin RPM atau GBR, menanyakan siapa yang corat-coret. Dia nggak ngaku, Almarhum pesan, ‘Tolong lah kalau ada yang merasa mencoret ini, dihapus aja,’ gitu,” lanjutnya.

Kades juga membantah adanya pertengkaran atau konflik antara Sumarna dengan pihak yang diduga berasal dari kelompok tersebut.

Baca Juga: Registrasi SIM Biometrik Wajib, Komdigi Siapkan Bilik Khusus untuk Pengguna Berhijab, Ini Alasannya

“Tidak, tidak berkonflik. Dia hanya menanyakan itu dan tidak ada keributan,” imbuhnya.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah jasad Sumarna ditemukan mengambang di perairan Waduk Jatiluhur pada Jumat, 24 Juli 2026.

Saat proses evakuasi dilakukan, korban masih mengenakan seragam satpam dengan kedua tangan dalam kondisi terborgol.

Hingga kini, kepolisian masih mengusut penyebab pasti kematian Sumarna sekaligus menelusuri pihak yang diduga terlibat.

Baca Juga: Meutya Hafid Bongkar Modus Baru Radikalisasi Digital, Berawal dari Uluran Tangan hingga Jerat Paham Ekstrem

Sejumlah langkah penyelidikan telah dilakukan, mulai dari mengamankan barang bukti, memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kerja korban, hingga meminta keterangan dari 15 saksi yang merupakan orang-orang terdekat, termasuk rekan kerjanya.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.