Banten

Siapa Andrie Yunus? Aktivis HAM KontraS yang Jadi Korban Penyiraman Air Keras di Jakarta

Rahmawati Huda | 15 Maret 2026, 04:36 WIB
Siapa Andrie Yunus? Aktivis HAM KontraS yang Jadi Korban Penyiraman Air Keras di Jakarta
Sosok Andrie Yunus, aktivis KontraS yang Jadi Korban Penyiraman Air Keras (istimewa)


AKURAT BANTEN - Nama Andrie Yunus menjadi perbincangan publik setelah mengalami serangan penyiraman air keras di kawasan Jakarta Pusat pada Maret 2026.

‎Insiden yang terjadi larut malam itu memicu keprihatinan dari berbagai kalangan, terutama karena Andrie dikenal sebagai aktivis yang selama ini vokal menyuarakan isu hak asasi manusia.

‎Bagi banyak pihak, peristiwa tersebut tidak sekadar dipandang sebagai tindak kriminal biasa.

Baca Juga: Polisi Dalami Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus, Rekaman CCTV Jadi Petunjuk

Aktivis HAM dari KontraS

‎Andrie Yunus saat ini menjabat sebagai Wakil Koordinator Bidang Eksternal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).

‎Dalam perannya, ia aktif mengangkat berbagai persoalan pelanggaran HAM, reformasi sektor keamanan, hingga pendampingan korban kekerasan.

‎Sebelum bergabung dengan KontraS pada 2022, Andrie lebih dulu berkiprah sebagai advokat di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta pada periode 2019 hingga 2022.

Baca Juga: Tragedi Salemba: Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Rekaman CCTV Ungkap Aksi Biadab Pelaku!

‎Selama bekerja di lembaga bantuan hukum tersebut, ia menangani sejumlah perkara yang berkaitan dengan kebebasan sipil dan perlindungan hak masyarakat.

‎Andrie merupakan lulusan Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera dan pernah menjadi penerima Beasiswa Jentera.

‎Ia menyelesaikan studinya pada 2020 dengan skripsi yang membahas peran paralegal dalam mewujudkan persamaan setiap warga negara di hadapan hukum.

‎Sejak aktif di KontraS, Andrie dikenal sebagai sosok yang konsisten menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan negara, khususnya yang berkaitan dengan sektor keamanan dan kebebasan sipil.

Baca Juga: DPRD Kabupaten Serang Soroti Dugaan PHK Sepihak Pekerja PT Asiatex

Kerap Mengkritik Revisi UU TNI

‎Dalam berbagai forum advokasi, Andrie Yunus termasuk aktivis yang sering menyuarakan kritik terhadap wacana revisi Undang-Undang TNI. Ia menilai sejumlah usulan perubahan berpotensi memperluas peran militer dalam ranah sipil.

‎Pada 2025, Andrie bersama sejumlah aktivis masyarakat sipil sempat mendatangi rapat pembahasan revisi UU TNI yang digelar secara tertutup di sebuah hotel di Jakarta.

‎Saat itu, ia menyampaikan protes terhadap proses pembahasan yang dianggap tidak transparan.

Kronologi Serangan di Salemba

‎Peristiwa penyiraman air keras yang menimpa Andrie terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, di kawasan Jalan Salemba I, Senen, Jakarta Pusat.

Baca Juga: Prabowo Siapkan Inpres Khusus untuk Selamatkan Gajah Sumatra dan Borneo yang Terancam Punah

‎Malam itu, Andrie baru saja menyelesaikan rekaman siniar bertema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Kegiatan tersebut berakhir sekitar pukul 23.00 WIB.

‎Setelah itu, ia pulang dengan mengendarai sepeda motor. Namun saat melintas di sekitar Jembatan Talang, Andrie dihampiri dua orang yang berboncengan motor.

‎Salah satu dari mereka kemudian menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah tubuhnya.

‎Serangan itu membuat Andrie mengalami luka bakar serius di beberapa bagian tubuh.

‎ Hasil pemeriksaan medis menunjukkan ia mengalami luka bakar sekitar 24 persen, terutama pada tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta area mata.

Warga Sempat Berusaha Mengejar Pelaku

‎Sejumlah warga di sekitar lokasi kejadian sempat menyaksikan peristiwa tersebut.

‎ Salah satu saksi mata, Buyung, mengaku mendengar teriakan minta tolong sebelum melihat korban dalam kondisi kesakitan.

Baca Juga: Terungkap Dugaan Fee Proyek Berulang Bupati Rejang Lebong, KPK Temukan Aliran Dana Ratusan Juta Rupiah

‎Warga yang berada di lokasi sempat mencoba mengejar pelaku yang melarikan diri dengan sepeda motor.

‎ Namun upaya tersebut tidak berhasil karena pelaku dengan cepat menghilang dari lokasi.

‎Di tengah situasi itu, muncul pula seorang pria dengan ciri kepala agak plontos yang disebut sempat mengenali korban.

‎Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, mengatakan pria tersebut sempat bertanya kepada warga mengenai identitas korban.

‎“Ketika korban terjatuh dan warga menolong, ada seseorang yang langsung menyebut ‘Ini dari KontraS ya? Ini dari LBH ya?’ dengan ciri fisik kepala agak plontos,” ujar Dimas.

‎Hingga kini, kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus masih menjadi perhatian publik.

‎Aparat kepolisian tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.