Banten

Dua Organisasi Kepung TangCity, Massa Bongkar Dugaan Pergeseran Kali Cikokol Tanpa Izin

David Amanda | 1 Agustus 2026, 06:00 WIB
Dua Organisasi Kepung TangCity, Massa Bongkar Dugaan Pergeseran Kali Cikokol Tanpa Izin
Dua Organisasi Kepung TangCity, Massa Bongkar Dugaan Pergeseran Kali Cikokol Tanpa Izin (foto: istimewa)

AKURAT BANTEN - Puluhan massa yang tergabung dalam organisasi Jawara Benteng dan Almamater Lima menggelar aksi unjuk rasa di depan Mal TangCity, Kota Tangerang, Jumat (31/7/2026).

Dalam aksi tersebut, massa menuntut aparat penegak hukum mengusut dugaan pemindahan alur Kali Cikokol yang diduga terjadi sejak 2015 tanpa izin, serta meminta manajemen TangCity membuka dokumen perizinan yang dipersoalkan.

Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi, aksi berlangsung di depan pintu masuk Mal TangCity dengan pengawalan aparat kepolisian.

Baca Juga: Di Balik Kasus Dias, SMAN 14 Akui Banyak Siswa Terlibat Merokok

Dalam aksi itu mereka menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ada penjelasan resmi dari pihak pengelola maupun hasil pemeriksaan dari instansi berwenang.

Koordinator Almamater Lima, Jalu, mengatakan pihaknya menduga terjadi perubahan trase Kali Cikokol saat pembangunan kawasan komersial TangCity yang tidak disertai perizinan sesuai ketentuan.

Menurut Jalu, alur sungai yang semula melintas lurus kini telah dialihkan ke sisi kawasan bangunan sehingga diduga mengurangi luasan sempadan sungai.

Baca Juga: Bursa Transfer Memanas! Tottenham Jor-joran Rekrut Bintang, AC Milan Diuji Tawaran Fantastis

"Harusnya alur kali lurus ke sini. Dulu waktu masih terminal, alurnya seperti itu. Sekarang digeser. Kami menduga ada sekitar 4.550 meter yang terdampak," kata Jalu kepada wartawan, Jumat (31/7/26).

Jalu mengklaim organisasinya mengantongi dokumentasi citra satelit yang memperlihatkan aktivitas penggalian dan pemindahan alur sungai sekitar tahun 2015.

Bukti tersebut, lanjutnya, telah dipaparkan dalam proses mediasi bersama pihak manajemen TangCity di Polres Metro Tangerang Kota.

Baca Juga: Pilot Malaysia Airlines Ditangkap di Jakarta, Selundupkan 26 Kg MDMA usai Terbang dari Kuala Lumpur

"Kami sudah membuka data saat mediasi. Kalau memang mereka memiliki bukti yang membantah, silakan ditunjukkan. Sampai hari ini kami belum melihat adanya klarifikasi yang dapat membantah data tersebut," ujarnya.

Selain mempertanyakan dugaan pemindahan alur Kali Cikokol, massa juga meminta manajemen TangCity menunjukkan dokumen perizinan apabila memang pernah dilakukan perubahan alur sungai.

Menurut Jalu, persoalan tersebut harus dibuka secara transparan agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.

Baca Juga: Purbaya Buka Suara soal Putusan MK, Anggaran MBG Belum Diubah Sekarang 'Nanti Malah Ribet'

Dalam aksi itu, massa juga menyoroti kondisi ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan TangCity yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Mereka mendesak Pemerintah Kota Tangerang bersama instansi teknis melakukan audit terhadap perizinan, kondisi sempadan sungai, serta keberadaan RTH di kawasan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, manajemen TangCity belum memberikan tanggapan atas tudingan yang disampaikan massa aksi.

Baca Juga: Terongkar Penyebab Hujan Ekstrem di Semarang, Jawab Misteri Mengapa Hanya Pantura yang Diguyur Deras

Saat wartawan berupaya meminta konfirmasi, Irwan seorang petugas keamanan, menyampaikan bahwa pihak manajemen tidak bersedia memberikan keterangan.

"Pihak manajemen tidak bersedia untuk diwawancarai," ujarnya singkat. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.