Banten

Viral Kebakaran TPA Ilegal Kramat Jati, Warga Bongkar Dugaan Lambatnya Penanganan Kelurahan hingga Laporan JAKI Ditolak

Viona Sebastian Nolani | 2 Agustus 2026, 19:53 WIB
Viral Kebakaran TPA Ilegal Kramat Jati, Warga Bongkar Dugaan Lambatnya Penanganan Kelurahan hingga Laporan JAKI Ditolak
Viral di Threads, warga mengeluhkan penanganan kebakaran tumpukan sampah di TPS kawasan Dukuh, Kramat Jati. - (Threads/fzh09 - dewinin20)

AKURAT BANTEN - Sorotan publik tertuju pada kebakaran yang terjadi di sebuah lokasi pembuangan sampah di Kelurahan Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Peristiwa tersebut viral setelah sebuah utas di platform Threads memuat keluhan warga terkait dugaan lambatnya penanganan kebakaran oleh perangkat kelurahan pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

Dalam utas itu, pemilik akun menyebut titik kebakaran berada di lokasi pembuangan sampah yang diduga ilegal.

Ia menarasikan bahwa lahan tersebut sebelumnya merupakan rawa sekaligus tanah milik negara yang kini dijadikan tempat pembuangan puing dan berbagai jenis sampah.

Baca Juga: Keracunan Massal Diduga Akibat MBG di SMKN 6 Semarang, Dinkes Ungkap 707 Siswa dan Guru Terdampak

“Ini tempat pembuangan sampah ilegal. Tempat pembuangan puing dan lain-lain, entah dari daerah mana aja yang per harinya masuk 3 sampai 5 mobil buat buang sampah di sini,” tulis pemilik akun Threads, @fzh09, dikutip pada Minggu, 2 Agustus 2026.

Masih dalam utas yang sama, pemilik akun mengaku sempat diminta oleh pihak kelurahan agar tidak memperluas penyebaran informasi mengenai insiden kebakaran tersebut.

“Saya disuruh hapus status WhatsApp dan ditelepon sama orang kelurahan. Lucu sekali, setakut itu kah mereka? Bukti semuanya sudah saya screenshot,” tulis pemilik akun.

Ia juga mengungkap pengalamannya saat berkomunikasi dengan petugas pemadam kebakaran.

Baca Juga: Viral Wanita Meninggal usai Main Rumah Hantu di Tulungagung, Begini Kronologi Lengkap dan Penjelasan Polisi

Menurutnya, komandan pemadam sempat menyampaikan bahwa para petugas kehausan karena belum ada warga yang memberikan air minum.

Setelah itu, ia mengaku langsung membeli konsumsi untuk para petugas.

“Komandan pemadam pun ngomong ke saya kalo anak buahnya kehausan kenapa warga ga ada yang kasih air. Langsung saat itu juga saya beli konsumsi untuk mereka. Jangan tanya lurah, RT dan RW-nya kemana,” lanjutnya.

Selain itu, ia menyebut warga akhirnya berinisiatif menyewa alat berat berupa beko untuk membantu proses penanganan kebakaran.

Baca Juga: Kebakaran Hotel Pullman Jakarta Barat, Api Diduga Berasal dari Lantai 2 Akibat Korsleting Listrik

Namun, menurut penjelasan yang diterimanya dari lurah, alat berat milik pemerintah tidak dapat digunakan karena terkendala kondisi di lapangan.

“Jawaban Lurah kalau mereka punya 2 beko hanya saja yang satu tidak bisa diangkat dari air dan satu lagi tidak ada akses untuk datang ke lokasi, jadi kalau beko datang tetap tidak bisa masuk,” jelasnya.

“Saya cuma muak sama penangan yang lama dan tidak adanya konsumsi untuk para pemadam,” sambungnya.

Pemilik utas juga menanggapi saran warganet yang meminta dirinya melaporkan persoalan tersebut melalui aplikasi JAKI.

Baca Juga: Bukan Cuma Tarif AS, Produk Indonesia Bisa Tergusur dari Pasar Amerika karena Masalah Ini

Ia mengaku sudah beberapa kali mencoba membuat laporan, tetapi tidak diterima.

“Semoga setelah ini ada tindakan dari pemerintah terkait pembuangan sampah ilegal ini ya. Saya sudah DM Bapak Pramono dan portal berita, tapi tidak ada tanggapan. Lapor JAKI pun ditolak,” akunya.

Di tengah proses pemadaman, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur turut menyampaikan kabar duka.

Salah satu personelnya, Andriyono, meninggal dunia usai bertugas dalam operasi pemadaman kebakaran tersebut.

Baca Juga: Pilot Malaysia Airlines Ditangkap di Jakarta, Selundupkan 26 Kg MDMA usai Terbang dari Kuala Lumpur

Andriyono diketahui merupakan Kepala Regu Kelompok C Sektor Cipayung yang diterjunkan bersama tim untuk menangani kebakaran.

Berdasarkan keterangan resmi Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, almarhum bertugas mencari sumber air guna mendukung operasi pemadaman, bukan berada di titik utama pemadaman api.

“Dalam pelaksanaan operasi tersebut, almarhum bertugas mencari sumber air sebagai bagian dari dukungan operasi dan tidak berada pada posisi penyerangan atau pemadaman api secara langsung,” kata Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Megantara dalam keterangannya kepada awak media pada Minggu, 2 Agustus 2026.

Bayu menjelaskan Andriyono memiliki riwayat penyakit jantung.

Baca Juga: Kemenag Gelar Muharam Islamic Literacy Festival 2026 di Bogor, Ada Wisata Edukasi Al-Qur'an hingga Bazar UMKM

Saat berada di lokasi kejadian, almarhum dilaporkan sempat mengeluhkan nyeri pada bagian dada sebelum akhirnya mendapatkan pertolongan.

“Almarhum mendapat penanganan awal di lokasi sebelum dievakuasi ke Rumah Sakit Harapan Bunda,” tukasnya.

Setelah menjalani penanganan medis, Andriyono dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu, 1 Agustus 2026 sekitar pukul 13.30 WIB.

Sebelumnya, ia telah mengikuti operasi pemadaman yang dimulai sejak pukul 07.11 WIB bersama sekitar 50 personel pemadam kebakaran.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.