Banten

Polisi & Anjing K9 Sisir Kali Licin Depok, Bongkar Siasat Keji Saepullah Sembunyikan Potongan Tubuh Kunaefi

Abdurahman | 7 Agustus 2026, 15:46 WIB
Polisi & Anjing K9 Sisir Kali Licin Depok, Bongkar Siasat Keji Saepullah Sembunyikan Potongan Tubuh Kunaefi
Pelaku mutilasi dihadirkan di Kali Licin, Kota Depok saat Polisi melakukan pencarian pada potongan tubuh korban. (Threads/tiaza1010)

AKURAT BANTEN – Teka-teki kasus pembunuhan berencana disertai mutilasi yang menggemparkan warga Depok terus diselisik aparat kepolisian.

Demi merangkai kepingan puzzle investigasi yang tersisa, jajaran Polda Metro Jaya membawa tersangka utama berinisial Saepullah (26) langsung ke tempat kejadian perkara pembuangan barang bukti, Kamis (6/8/2026).

Dengan pengawalan ketat bersenjata, tersangka digiring ke kawasan Kali Licin, Pancoran Mas, Kota Depok.

Kehadiran Saepullah di lokasi ini bertujuan untuk menunjukkan secara presisi titik-titik krusial tempat ia membuang potongan kaki korban, Kunaefi (51), yang hingga kini masih menjadi buruan utama tim penyidik.

Baca Juga: Bikin Geram! Kasus Bullying ABG di Cilacap Meledak, Korban Dijambak hingga Ditampar

Siasat Keji Saepullah: Buang Jasad Bertahap Pakai Motor Korban

Aksi bengis Saepullah perlahan terkuak lewat pengakuannya di hadapan penyidik.

Awal mula petaka maut ini dipicu oleh cekcok hebat yang terjadi antara pelaku dan korban di dalam rumah kontrakan mereka.

Awalnya pelaku setelah memotong tubuh korban, dia membuang dulu jasad badannya terlebih dahulu. Kemudian kembali ke kontrakan, setelah itu kembali lagi membuang jasad dari kaki di tempat yang berbeda, beber Katimsus 2 Resmob Polda Metro Jaya, Ipda Breggy Yesaya Imanuel, kepada awak media, Kamis (6/8/2026).

Untuk mengecoh warga dan menyembunyikan jejak kejahatannya, pelaku melancarkan siasat licik.

Ia memotong tubuh Kunaefi secara bertahap, lalu membungkusnya rapat menggunakan plastik hitam besar yang dilapisi karung beras.

Tanpa rasa belas kasihan, Saepullah bahkan memanfaatkan sepeda motor milik korban untuk membawa potongan tubuh tersebut ke lokasi pembuangan yang berbeda.

Jasad bagian atas dibuang ke kawasan Tanah Merah, sementara potongan kaki dienyahkan ke aliran sungai Kali Licin.

Baca Juga: Resmi Dikunci Real Madrid hingga 2032, Nilai Kontrak Fantastis Vinicius Junior Bikin Bulu Kuduk Merinding!

Arus Deras dan Sampah Jadi Tantangan Berat Anjing K9

Pencarian di aliran Kali Licin berlangsung dramatis dan penuh tantangan.

Kepolisian mengerahkan kekuatan khusus dengan mendatangkan seekor anjing pelacak (K9) berjenis Dutch Shepherd betina dari Ditpolsatwa Korshabara Baharkam Polri untuk mengendus sisa jasad korban di sepanjang bantaran sungai.

Kendati demikian, aparat di lapangan harus berjibaku dengan kondisi alam yang tidak bersahabat.

Ipda Breggy mengungkapkan bahwa ada rentang waktu yang cukup panjang antara eksekusi keji dengan momen penemuan jasad oleh warga.

Masih proses, karena memang ada kendala dari kami yaitu untuk waktu penemuan mayat sendiri itu 4 Agustus, sedangkan waktu pembuangan mayatnya itu 23 Juli 2026. Jadi sudah dari sekitar satu minggu lebih yang kemudian sempat dalam satu minggu itu ada hujan, jadi untuk arus sungai sendiri agak deras, jelas Ipda Breggy.

Medan pencarian semakin pelik akibat tumpukan sampah yang memenuhi aliran sungai.

Melihat situasi tersebut, kekuatan tim langsung ditambah dengan menerjunkan 7 personel Satuan Tugas Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Depok guna membongkar endapan sampah demi mempercepat penemuan potongan kaki korban.

Baca Juga: Perumda Tirta Benteng Berlakukan Diskon 81 Persen Biaya Sambungan Air Bersih Selama Agustus

Berawal dari Karung Misterius di Lapangan

Kasus sadis ini bermula ketika seorang warga hendak membakar tumpukan sampah di sebuah lapangan pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Warga tersebut dikejutkan oleh isi sebuah karung mencurigakan yang ternyata merupakan bagian tubuh manusia.

Saksi mata mengaku sempat melihat karung tersebut tergeletak selama dua minggu terakhir, namun mengiranya sebagai tumpukan sampah biasa.

Berkat respons cepat kepolisian, identitas korban berhasil diidentifikasi dan pelarian Saepullah sukses diringkus.

Kini, di tengah upaya keras polisi menyisir Kali Licin bersama anjing K9, publik terus menantikan babak akhir penegakan hukum atas tragedi kemanusiaan yang mencoreng Kota Depok ini.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman