Banten

Bukan Calon Suami, Ini Sosok Pelaku Pembunuhan Perempuan di Kontrakan Jurumudi Kota Tangerang

David Amanda | 11 Agustus 2026, 22:01 WIB
Bukan Calon Suami, Ini Sosok Pelaku Pembunuhan Perempuan di Kontrakan Jurumudi Kota Tangerang
Penangkapan Pelaku Pembunuhan Perempuan di Jurumudi, Tangerang. - Istimewa

AKURAT BANTEN - Misteri kematian perempuan muda berinisial SNA (21) di sebuah kontrakan di Jurumudi, Kota Tangerang, akhirnya terungkap setelah polisi meringkus KF, tetangga kontrakan korban yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan.

Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota AKP Iwan Heriestiawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut dilakukan tim gabungan yang terdiri dari jajaran reserse kriminal Polsek, Polres, serta Jatanras Polda Metro Jaya.

"Untuk kasus Jurumudi, dalam hal ini kasus pembunuhan, sudah diungkap oleh tim reskrim gabungan Polsek, Polres dan Jatanras Polda. Perkembangan untuk saat ini tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Polda Metro Jaya," katanya, Selasa (11/8/2026).

Baca Juga: Perempuan 21 Tahun Ditemukan Tewas di Kontrakan, Sempat Terdengar Jeritan Tengah Malam

Dia menyebut tersangka yang diamankan berinisial KF. Berdasarkan keterangan kepolisian, KF juga bukan merupakan calon suami korban, melainkan tetangga kontrakan SNA.

"Initial KF," ujarnya.

Saat dikonfirmasi mengenai hubungan KF dengan korban, Kasi Humas menegaskan bahwa tersangka merupakan tetangga korban.

"Tetangga kontrakan korban," katanya.

Sebelumnya, SNA ditemukan meninggal dunia di kamar kontrakannya pada Selasa pagi. Saat itu, Kapolsek Sriyono mengatakan polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian korban.

Baca Juga: Akademisi Pertanyakan Peran Komite dalam Kasus Siswa SMAN 14 Kota Tangerang

"Ya, tadi pagi ditemukan korban seorang perempuan inisial SNA, umur 21 tahun. Penyebab meninggal dunianya masih dalam penyelidikan," kata Sriyono.

Korban diketahui berasal dari Menes, Kabupaten Pandeglang. Polisi saat itu mengamankan sejumlah barang dari lokasi kejadian, di antaranya sarung bantal, sprei dan pakaian.

"Dari tempat kejadian perkara ada beberapa barang bukti yang kita amankan, sarung bantal, kemudian sprei, baju. Itu sementara," ujar Sriyono.

Terkait adanya luka pada tubuh korban, polisi belum memberikan kesimpulan dan menyebut pemeriksaan lebih lanjut diperlukan.

Baca Juga: Denny Indrayana Buka Sayembara Ijazah Gibran, Malah Diserang Balik 'Kasus Lama Ikut Disorot'

"Nanti disampaikan setelah hasil otopsi," katanya.

Dari keterangan awal polisi, SNA tinggal di kontrakan tersebut bersama calon suaminya. Pria tersebut diketahui bekerja di J&T dan disebut pulang sekitar pukul 00.00 WIB sebelum kembali beraktivitas.

"Korban tinggal di sini bersama calon suaminya. Kemudian karena calon suaminya bekerja di J&T, pulang terakhir jam 12 malam, kemudian berangkat lagi setelah istirahat," kata Sriyono.

Korban kemudian diketahui telah meninggal dunia setelah calon suaminya kembali sekitar pukul 09.00 WIB.

Baca Juga: Polisi Tegaskan Belum Ada Bukti Dias Al Hadi Terlibat Geng Motor

"Jam 09.00 setelah suaminya pulang, diketahui korban sudah meninggal," ujarnya.

Dalam penanganan awal kasus tersebut, polisi telah meminta keterangan dari empat orang saksi. Penyidik juga masih mendalami kondisi di lokasi kejadian maupun kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.

"Sementara masih kita dalami dan masih dalam proses penyelidikan," kata Sriyono.

Polisi juga menyebut korban tidak memiliki telepon seluler saat ditemukan di dalam kontrakannya.

"Untuk korban tidak memiliki handphone," ujarnya.

Baca Juga: Berompi Oranye dan Diiringi Sholawat, Eks Menag Yaqut Buka Suara di Sidang Perdana: 'Semua yang Benar Akan Kelihatan'

Sementara itu, pemilik kontrakan, Else, mengaku masih bertemu korban pada malam sebelum SNA ditemukan meninggal.

Ia mengatakan korban juga sebelumnya sempat makan bersamanya sekitar pukul 23.00 WIB sebelum calon suaminya pulang.

"Ketemu, habis makan sama dia jam 11," ujar Else.

Else juga mengaku mendapat informasi adanya suara jeritan perempuan sekitar pukul 02.00 WIB. Informasi tersebut disampaikan oleh penghuni kontrakan lainnya.

"Jam 02.00 wib, temannya yang sebelah namanya Iwan telpon. ‘Ci, kedengaran enggak jerit-jerit?’ ‘Siapa?’ ‘Cewek,’ katanya," tuturnya. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.