Banten

Sakit Hati Fotonya Dijadikan Stiker WhatsApp, Pegawai Diskominfo Kukar Nekat Bawa 30 Liter Bensin dan Bakar Ruang Rapat!

Abdurahman | 12 Agustus 2026, 12:25 WIB
Sakit Hati Fotonya Dijadikan Stiker WhatsApp, Pegawai Diskominfo Kukar Nekat Bawa 30 Liter Bensin dan Bakar Ruang Rapat!
Pembakaran Kantor Diskominfo Kabupaten Kukar oleh salah satu pegawainya. (Instagram/damkarmatan_kukar)

AKURAT BANTEN— Kasus nekat dilakukan oleh seorang pegawai honorer Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Berinisial MFA, operator call center ini tega membakar ruang rapat kantornya sendiri hanya karena tak tahan sering dijadikan bahan olokan oleh rekan kerjanya.

Aksi pembakaran dramatis ini terjadi pada Selasa, 11 Agustus 2026 pagi hari, dan langsung menyita perhatian publik setelah detail mengerikan di balik motif pelaku terungkap ke permukaan.

Baca Juga: KPU Kota Tangerang Tunggu Surat DPRD untuk Proses PAW Kursi Almarhum Rusdi

30 Liter Bensin Disiapkan dari Rumah

Berdasarkan hasil penyelidikan pihak kepolisian, aksi nekat yang dilakukan MFA bukanlah tindakan spontan.
Pelaku terbukti telah merencanakan pembakaran tersebut secara matang.
Tidak tanggung-tanggung, MFA sengaja membeli dan membawa 30 hingga 40 liter bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite ke dalam gedung kantor.
"Beli bensin Pertalite sekitar 30-40 liter untuk dibawa ke ruangan," ungkap Kasat Reskrim Polres Kukar, AKP Elnath Splendidta Wafiq Gemilang, Rabu (12/8/2026).
Pelaku terpantau sudah bersiap di lokasi sejak pukul 07.00 Wita, sebelum akhirnya melancarkan aksi pembakaran di ruang rapat yang terletak di lantai 3 gedung Diskominfo Kukar sekitar pukul 07.20 Wita.
Saat diamankan oleh pihak berwajib, pelaku tidak melakukan perlawanan sama sekali.

Baca Juga: Rashford Pulang ke Manchester United, Michael Carrick Jadi Penentu: Comeback atau Perpisahan Jilid III?

Puncak Emosi: Foto Pribadi Dijadikan Stiker WhatsApp

Di balik aksi brutalnya, tersimpan luka psikologis yang memicu kemarahan mendalam.
Polisi mengungkap bahwa motif utama MFA adalah rasa sakit hati yang menumpuk terhadap lingkungan kerjanya.
MFA merasa dikucilkan dan direndahkan oleh rekan-rekan sekantornya.
Ia kerap diam-diam difoto, disebarkan ke grup chat internal, hingga yang paling menyulut emosi: fotonya dijadikan stiker WhatsApp (WA) untuk bahan olok-olokan.
"Motifnya, saat melakukan pembakaran di Diskominfo, dia kesal dengan lingkungan, dengan karyawan lain. Karena sering difoto, terus dimasukkan ke grup, dibuat bahan olokan, kemudian dijadikan stiker, gitu," jelas AKP Elnath.
Kasus ini menjadi pengingat keras bagi dunia kerja modern bahwa tindakan cyberbullying, perundungan verbal, atau menjadikan rekan kerja sebagai bahan lelucon digital (gimmick/sticker) dapat berdampak fatal bagi kesehatan mental korban, berujung pada ledakan emosi yang membahayakan keselamatan banyak orang.

Beredar Video Pemukulan Usai Penangkapan
Di tengah proses hukum yang berjalan, insiden ini turut diwarnai oleh video amatir yang beredar luas di media sosial.
Video tersebut memperlihatkan dugaan aksi pemukulan terhadap MFA oleh sejumlah orang sesaat setelah ia diamankan.
Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian menyatakan akan mendalami informasi terkait video pengeroyokan tersebut, meski saat ini fokus utama penyidik masih tertuju pada tindak pidana pembakaran berencana yang dilakukan pelaku.
Saat ini, Polres Kukar terus mengumpulkan barang bukti tambahan dan memeriksa sejumlah saksi guna melengkapi berkas perkara dan mengungkap tuntas insiden yang menggemparkan instansi pemerintahan tersebut (**)




Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman