Banten

Mulai Dibongkar! Fakta Baru di Balik Tewasnya Sutrimo, Karumga Eks Jampidsus yang Ditemukan Tak Bernyawa di Jaksel

Abdurahman | 12 Agustus 2026, 21:56 WIB
Mulai Dibongkar! Fakta Baru di Balik Tewasnya Sutrimo, Karumga Eks Jampidsus yang Ditemukan Tak Bernyawa di Jaksel
Proses ekshumasi jasad Sutrimo yang diduga Karumga eks Jampidsus, Febrie Adriansyah yang kini terjerat kasus korupsi.(IG @storyrakyat_@undercover.id)

AKURAT BANTEN-Kasus kematian Sutrimo, pria yang disebut-sebut sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah, memasuki babak baru yang sangat menentukan.

Polda Metro Jaya secara resmi mengerahkan tim gabungan untuk melakukan proses ekshumasi (pembongkaran makam) guna mengungkap tabir misteri di balik kematian yang sejak awal dinilai penuh kejanggalan oleh publik.

Langkah tegas aparat kepolisian ini langsung menjadi sorotan utama nasional, terlebih di tengah pusaran kasus hukum kakap yang sedang menyeret nama Febrie Adriansyah di institusi Kejagung.

Baca Juga: Geram PDIP Terus Diseret, Megawati Bongkar Fakta Pendaftaran Jokowi dan Serang Balik KPU!

Makam Dibongkar di Banyumas, Libatkan Tim Forensik Lintas Wilayah

Proses ekshumasi jenazah Sutrimo dilaksanakan di tempat pemakaman umumnya yang berlokasi di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menegaskan bahwa pembongkaran makam ini merupakan langkah krusial dalam koridor penyidikan untuk mengumpulkan bukti-bukti medis yang akurat secara ilmiah dan akuntabel.

Pelaksanaan ekshumasi hari ini merupakan bagian dari proses penyidikan untuk memperoleh bukti medis dan ilmiah guna mengungkap penyebab pasti kematian almarhum, ujar Budi dalam keterangannya, Rabu (12/8/2026).

Operasi penyelidikan ini melibatkan kolaborasi lintas wilayah yang masif antara Polda Metro Jaya, Polda Jawa Tengah, dan Polresta Banyumas.

Tidak main-main, autopsi ulang ini mengikutsertakan tim ahli bonafid dari Perhimpunan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia (PDFMI) dari Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Pemeriksaan forensik mendalam ini dilakukan melalui tiga tahapan operasional yang ketat:

  1. Pembongkaran makam secara prosedural dan penuh kehati-hatian.

  2. Pemeriksaan luar guna memastikan validitas identitas jenazah sesuai permintaan resmi penyidik.

  3. Pemeriksaan bagian dalam yang didukung penuh oleh laboratorium forensik, uji toksikologi, pemeriksaan DNA, hingga histopatologi anatomi.

Menyingkap Kembali Teka-Teki di Depan Klinik Kecantikan

Sebelumnya, kematian Sutrimo pada akhir Juli 2026 lalu sempat menggemparkan jagat maya dan pemberitaan nasional.

Almarhum ditemukan tak bernyawa di depan klinik kecantikan Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Lokasi penemuan yang tidak biasa serta statusnya yang melekat sebagai lingkaran terdekat pejabat tinggi penegak hukum seketika memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Pihak keluarga memang sempat mengakui bahwa Sutrimo pernah bekerja untuk Febrie Adriansyah, meski mereka mengaku tidak mengetahui secara rinci mengenai detail tugas harian almarhum selama bekerja di lingkungan petinggi Kejagung tersebut.

Kubu Febrie Adriansyah Bereaksi Keras

Di sisi lain, kubu Febrie Adriansyah melalui kuasa hukumnya, Firman Wijaya, angkat bicara dan memberikan respons tegas.

Pihaknya meminta agar kematian Sutrimo tidak dikaitkan secara gegabah dengan perkara hukum yang saat ini sedang ditangani oleh Kejaksaan Agung.

Menurut Firman, narasi yang menyebut Sutrimo sebagai Karumga perlu didudukkan secara proporsional.

Ia mengklaim bahwa semasa hidupnya almarhum hanya bertugas menjaga rumah kosong dan sudah lama menderita sakit menahun sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.

Sepengetahuan pihak keluarga, almarhum sudah sakit sejak lama. Saat berobat pernah disebut sakit selama bertahun-tahun, ungkap Firman, Rabu (12/8/2026).

Pihaknya pun mengimbau publik agar tidak membangun spekulasi liar dan sabar menunggu hasil investigasi resmi yang sedang berjalan di kepolisian.

Keluarga berharap peristiwa almarhum ini tidak dihubungkan atau dikaitkan secara dini dengan perkara yang sedang dijalani Pak FA di Kejaksaan. Jadi, sama-sama kita tunggu proses yang dilakukan Polri terlebih dahulu, pungkasnya.

Kini, seluruh perhatian publik tertuju pada hasil laboratorium forensik dan langkah investigasi lanjutan dari kepolisian.

Apakah ekshumasi ini akan menjadi kunci pembuka fakta sebenarnya di balik tewasnya Sutrimo?

Publik terus menanti kelanjutan pengusutannya.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman