Banten

BARCA Dan MADRID Wajib Sungkem Sama GIRONA Sang Pemuncak Klasmen, Begini Sejarah Klub ini!

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 11 Desember 2023, 17:54 WIB
BARCA Dan MADRID Wajib Sungkem Sama GIRONA Sang Pemuncak Klasmen, Begini Sejarah Klub ini!

AKURAT BANTEN - Perjalanan panjang Girona untuk ke titik di mana sekarang mereka menapak tak ubahnya folklor. Mereka dibangunkan oleh ketiadaan, bertahan karena kemampuan, dan harus menyerah pada keadaan.

Girona lahir dari budaya sepak bola yang berkembang cepat di Spanyol, tepatnya tahun 1930. Didirikan oleh sekelompok pelajar Catalunya, Girona bukan hanya sekadar menjadi sarana bermain di kala senggang, tetapi juga bertukar pikiran di masa perang.

Kondisi kawasan yang dekat dengan Barcelona dan Espanyol membuat Girona tak kunjung besar. Mereka tidak hanya keterbatasan anggaran, tetapi juga tidak memiliki basis massa. Oleh karena itu, jangan heran jika pemain-pemain yang memiliki sejarah memperkuat kesebelasan ini memang memiliki ikatan batin dengan Girona.

Semakin kuatnya cengkeraman kapitalisme sepak bola dirasakan oleh Girona. Pada 2012 lalu, presiden klub Josep Delgado yang juga seorang pengusaha pertambangan memutuskan untuk menjual saham kesebelasan ini dengan harga satu euro.

Dilansir El Pais, Delgado mengumumkan bahwa ia menjual 100% saham yang dia miliki di kesebelasan ini. Menurut Delgado, kesebelasan ini tidak menguntungkan karena tak pernah didukung dan hanya dipenuhi oleh kritik-kritik tak membangun.

Mundo Deportivo menyebutkan, 2015 lalu, Ferran Soriano dan Txiki Begiristain selaku petinggi Manchester City berdiskusi soal seperti apa pendekatan yang harus mereka lakukan jika ingin mendapatkan Josep Guardiola.

Pertemuan tersebut menghasilkan satu cara dasar yang harus dilakukan jika ingin mendapatkan tandatangan Guardiola: mendekati Pere Guardiola.

Pere adalah kakak kandung Guardiola. Berbeda dengan adiknya yang menggeluti dunia kepelatihan sepak bola, Pere bergerak di balik meja manajemen kesebelasan sepak bola. Saat itu, Pere menjabat sebagai salah satu petinggi Girona.

Akhirnya, Soriano dan Begiristain mengadakan pertemuan dengan Pere. Hasilnya? Sama-sama menguntungkan. City berhasil mendapatkan Guardiola dan Pere mewakili Girona mendapatkan bantuan dari City, lewat subsidi, pemain, dan banyak hal lainnya.

Uang dan peminjaman pemain menjadi keuntungan terbesar Girona. Meski beberapa media mengklaim uang subsidi dari City tak besar, namun jumlah tersebut cukup untuk membayar pemain-pemain berkelas setidaknya untuk Segunda Division musim lalu.

Peminjaman pemain menjadi kasus lain. Sulitnya perizinan Premier League untuk pemain muda membuat Girona menjadi tempat alternatif bagi City untuk mendapatkan pemain muda dari negara dunia ketiga.

Apa yang dilakukan oleh Girona sejauh ini memang tak cukup membuat mereka bisa bersaing dengan kesebelasan-kesebelasan lain di La Liga. Namun, melihat skuat mereka yang cukup dalam dan pengalaman bermain selama beberapa tahun, jelas membuat mereka harus diwaspadai.

Girona sekarang
Girona tidak berada pada level Barcelona, dalam hal sejarah dan prestasi. Raihan gelar Girona jauh berbeda dengan Barcelona, ibarat bumi dan langit. Bahkan, Girona tertinggal jauh dari klub Catalan lain yakni Espanyol.

Meskipun belum pernah meraih gelar juara La Liga, Espanyol masih bisa membanggakan empat trofi Copa del Rey yang pernah mereka raih. Espanyol juga pernah dua kali melaju ke final Liga Europa.

Sementara, prestasi terbaik Girona sejauh ini adalah juara Segunda B Division pada musim 2007/2008. Ini adalah kompetisi kasta ketiga. Lalu, Girona pernah meraih gelar Supercopa de Catalunya pada 2019 lalu.

Seperti yang sudah dibahas di atas, belum ada prestasi yang menonjol dalam sejarah Girona. Namun, mereka fans Girona bisa dengan bangga menyebut Cristhian Stuani sebagai pemain terbaik sekaligus legenda tim.

Cristhian Stuani bergabung dengan Girona pada musim 2017/2018, ketika Girona baru promosi ke La Liga. untuk pertama kalinya. Saat itu, Cristhian Stuani dibeli dengan harga €2,5 juta dari Middlesbrough.

Stuani kemudian setia menyertai pasang dan surut perjalanan klub. Saat Girona harus terdegradasi pada musim 2019/2020, Stuani tidak pindah. Stuani bahkan mengembalikan Girona ke La Liga pada musim 2022/2023 lalu. Saat ini, Stuani tercatat sebagai top skor sepanjang masa klub dengan 121 gol.

Girona kini memimpin papan klasemen La Liga dengan torehan 41 poin dari 16 laga. Girona masih unggul 2 poin dari Real Madrid yang menguntit di posisi kedua. Sementara Barca menempati peringkat keempat dengan koleksi 34 poin dari 15 laga.

Kembali ke puncak klasemen ternyata bukan kebahagiaan yang utama Michel. Begitu juga dengan kemenangan yang diraih atas Barcelona. Dia mengaku lebih bahagia melihat penampilan para pemainnya di lapangan.

"Saya tidak tahu apakah kami mampu mempertahankan level seperti Barca, Madrid dan Atlético sepanjang musim, tapi performa tim membuat saya sangat bahagia. Para pemain ini benar-benar membuat sejarah," kata Sanchez.

Sanchez belum tahu apakah Girona bisa menjuarai LaLiga musim ini. Satu hal yang bisa diyakininya saat ini adalah Girona bisa menang melawan tim manapun.

"Saya tidak tahu, tapi itu bukan tujaun kami. Saya sudah bilang kepada Xavi (Hernandez) kami tidak mendapat tekenan seberat yang dirasakannya untuk seluruh pertandingan. Mari nikmati momen ini. Saya tidak tahu apakah kami dalam posisi bisa memenangkan liga, tapi kami bisa mengalahkan siapapun," beber Sanchez.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.