Waduh! Manchester City Kena Denda Rp21 Miliar Gegara Telat Kick-Off Oleh Premier League

AKURAT BANTEN - Manchester City kembali jadi sorotan setelah Premier League menjatuhkan denda sebesar 1,08 juta poundsterling atau sekitar Rp21 miliar karena sembilan kali melanggar aturan keterlambatan kick-off dan restart pertandingan sepanjang musim 2024/2025.
Hukuman ini bukan yang pertama bagi tim asuhan Pep Guardiola. Sebelumnya, pada musim 2022/2023, City juga harus membayar denda 2 juta poundsterling untuk pelanggaran serupa. Sanksi ini menambah daftar panjang tantangan yang dihadapi klub juara bertahan Premier League tersebut.
Baca Juga: Rencana Tawuran Bubrah! Tiga Pemuda Diciduk Polisi di Kwitang, Bawa Celurit dan Busur Panah
Menurut pihak Premier League, aturan soal waktu kick-off dan restart pertandingan bukan sekadar formalitas. Regulasi ini dibuat untuk menjaga kelancaran kompetisi, memastikan jadwal siaran televisi tidak terganggu, dan memberikan pengalaman terbaik bagi penonton di stadion maupun di seluruh dunia.
“Kami ingin memastikan setiap pertandingan berjalan sesuai jadwal demi menjaga profesionalitas dan kepastian bagi semua pihak,” ujar juru bicara Premier League dalam pernyataan resmi pada Jumat (20/6). Keterlambatan, meski hanya beberapa menit, dianggap bisa mengganggu ritme kompetisi.
Baca Juga: Mantan Mendikbud Nadiem Makarim Akan Diperiksa Kejagung atas Kasus Laptop Rp9,9 Triliun!
Pelanggaran yang dilakukan City terjadi dalam sembilan laga berbeda, dengan yang paling mencolok adalah saat melawan West Ham United dan Ipswich Town, di mana kick-off tertunda lebih dari dua menit.
Keterlambatan juga tercatat saat menghadapi Southampton, Tottenham Hotspur, Nottingham Forest, Manchester United, Newcastle United, Crystal Palace, dan Aston Villa.
Meski terkesan sepele, pelanggaran ini mencerminkan kurangnya disiplin dalam manajemen waktu tim, yang akhirnya berujung pada sanksi finansial yang cukup signifikan.
Baca Juga: Tanggul Pulau Harapan Dipoles Menjelang HUT Jakarta ke-498
Menanggapi hukuman ini, Manchester City langsung mengambil langkah responsif.
“Kami menerima keputusan ini dan meminta maaf kepada pihak liga atas ketidaksesuaian ini,” tulis klub dalam pernyataan resmi mereka.
City juga menegaskan bahwa mereka telah memberikan arahan tegas kepada pemain dan staf untuk lebih memperhatikan aturan waktu di pertandingan mendatang.
Langkah ini diharapkan bisa mencegah pelanggaran serupa di masa depan, sekaligus menunjukkan komitmen klub untuk menjaga reputasi mereka di bawah sorotan tajam.
Namun, denda ini hanyalah puncak gunung es dari masalah yang dihadapi Manchester City. Klub ini masih berada di bawah bayang-bayang investigasi besar-besaran terkait 115 dugaan pelanggaran Financial Fair Play (FFP) yang menyelimuti periode 2009 hingga 2023.
Tuduhan tersebut mencakup dugaan manipulasi laporan keuangan, termasuk sponsor yang dipertanyakan dan pengeluaran gaji yang tidak sesuai aturan.
Kasus ini menjadi salah satu yang paling rumit dalam sejarah Premier League, dengan potensi hukuman berat seperti pengurangan poin, denda tambahan, atau bahkan pengusiran dari liga.
Baca Juga: Rupiah Bangkit! Menguat 36 Poin , Sinyal Positif untuk Ekonomi Nasional
Sementara menanti putusan akhir kasus FFP, yang hingga kini belum diumumkan oleh Premier League, Manchester City terus membela diri.
“Kami yakin telah mematuhi semua aturan dan siap membuktikan ini dalam proses hukum,” tegas pihak klub dalam beberapa kesempatan.
Namun, tekanan dari publik dan klub-klub rival semakin meningkat, dengan banyak pihak menantikan apakah City akan tetap mempertahankan dominasinya atau menghadapi konsekuensi yang bisa mengguncang masa depan mereka di kancah sepak bola Inggris.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






