Kamboja Resmi Tarik Mundur Semua Atlet dari SEA Games 2025 Thailand, Ini Alasannya

AKURAT BANTEN - Keputusan mengejutkan datang dari Kamboja jelang berlangsungnya SEA Games ke-33 di Thailand. Negara tersebut resmi menarik seluruh kontingennya akibat memburuknya situasi keamanan di kawasan perbatasan yang belakangan diwarnai kontak senjata dan aktivitas militer intensif.
Komite Olimpiade Nasional Kamboja menyampaikan bahwa langkah ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek keselamatan yang dinilai berada dalam kondisi rawan.
Mereka menyatakan bahwa risiko yang dihadapi atlet terlalu besar untuk diabaikan, terlebih dengan meningkatnya ketegangan antara kedua negara.
Baca Juga: Erick Thohir Tak Main-Main! Cabor Gagal Target di SEA Games 2025 Bakal Kena 'Kartu Merah'
Dalam surat resmi yang dikirim kepada SEA Games Federation, mereka mengungkapkan bahwa para keluarga atlet semakin tidak tenang melihat eskalasi situasi.
“Keluarga para atlet menyampaikan keprihatinan dan meminta agar mereka segera kembali ke tanah air,” tulis komite tersebut dalam pernyataan resminya.
Laporan dari berbagai media regional menyebutkan bahwa beberapa hari terakhir terjadi kontak senjata di wilayah perbatasan. Bahkan, sempat beredar kabar mengenai pengerahan jet tempur oleh Thailand untuk melakukan patroli udara, yang membuat suasana semakin memanas.
Baca Juga: Peluang Tipis, Tapi Belum Tamat: Sore Ini Jadi Penentu Nasib Timnas U-22 di SEA Games 2025
Bagi Kamboja, situasi ini tidak bisa dianggap remeh. Mereka menegaskan bahwa keselamatan kontingen adalah prioritas utama. Risiko yang mungkin muncul jika tetap memberangkatkan atlet ke Thailand dianggap terlalu tinggi, mengingat perjalanan dan penempatan delegasi bisa berada dalam jangkauan ketegangan militer.
Keputusan ini menjadi preseden baru dalam sejarah penyelenggaraan SEA Games, karena jarang sekali ada negara yang mundur sepenuhnya akibat alasan keamanan regional.
Situasi ini juga menimbulkan respons beragam dari masyarakat olahraga di Asia Tenggara, yang umumnya berharap SEA Games bisa terus menjadi ajang persahabatan di tengah dinamika politik kawasan.
Baca Juga: Comeback di Bernabéu, Manchester City Tekuk Real Madrid dan Rebut Posisi di Klasemen Liga Champions
Beberapa pejabat olahraga Kamboja menyebut, persiapan atlet sebenarnya telah mencapai tahap akhir dan para atlet siap bersaing. Namun perkembangan keamanan dalam beberapa pekan terakhir membuat rencana itu berubah total dalam hitungan hari.
Kamboja juga meminta SEA Games Federation memahami situasi sulit yang dihadapi, sembari berharap penyelenggaraan SEA Games tetap berjalan aman bagi negara-negara lain yang masih berpartisipasi.
Belum ada respons resmi dari pihak Thailand terkait keputusan ini. Namun pengamat menilai bahwa ketegangan kedua negara perlu segera diredakan agar tidak memengaruhi hubungan politik maupun kegiatan olahraga kawasan di masa depan.
Baca Juga: Ubed Jadi Penentu! Indonesia Bungkam Malaysia 3-0 di Final Beregu Putra SEA Games 2025
Sementara itu, para atlet Kamboja dikabarkan sudah dipulangkan dan diminta fokus menjaga kondisi sambil menunggu arahan lanjutan dari komite nasional mereka.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









