Banten

Runner-up Rasa Juara! Borneo FC Pecahkan Statistik Gila Super League Meski Gagal Salip Persib

Aullia Rachma Puteri | 23 Mei 2026, 20:26 WIB
Runner-up Rasa Juara! Borneo FC Pecahkan Statistik Gila Super League Meski Gagal Salip Persib
Borneo FC, Runer up BRI Super League 2025/2026.

AKURAT BANTEN - Borneo FC memang harus mengubur mimpi menjadi juara BRI Super League 2025/2026 setelah kalah bersaing dari Persib Bandung dalam perebutan gelar hingga pekan terakhir.

Namun di balik kegagalan itu, Pesut Etam justru menutup musim dengan cara yang luar biasa, yakni menjadi tim dengan statistik paling mengerikan di kompetisi musim ini.

Pada laga terakhir di Stadion Segiri Samarinda, Sabtu (23/5/2026), pasukan Fabio Lefundes tampil brutal dengan menghancurkan Malut United 7-1.

Kemenangan telak itu memang tidak cukup membawa mereka melompati Persib di klasemen akhir, tetapi cukup untuk menegaskan bahwa Borneo FC adalah salah satu tim paling konsisten dan paling produktif sepanjang musim ini.

Baca Juga: Borneo FC Menang Poin Sama Tak Cukup, Persib Tetap Juara! Begini Aturan yang Bikin Bobotoh Pesta

Borneo akhirnya finis sebagai runner-up dengan poin yang sama ketat dengan Persib. Namun, kekalahan head to head membuat trofi jatuh ke tangan Maung Bandung.

Meski demikian, jika melihat statistik sepanjang musim, Pesut Etam sebenarnya tampil sangat dominan dibanding tim lain di Super League musim ini.

Borneo FC tercatat sebagai tim dengan jumlah kemenangan terbanyak di liga, yakni 25 kemenangan sepanjang musim. Tidak hanya itu, mereka juga menjadi klub paling produktif dengan torehan 74 gol, angka yang bahkan melampaui Persib sebagai juara kompetisi.

Selain itu, mereka memiliki selisih gol terbaik dengan agregat +43, menunjukkan betapa agresif sekaligus efektif permainan mereka musim ini.

Baca Juga: Tangis, Selebrasi, dan Trofi! Persib Bandung Akhirnya Kunci Gelar Juara di Hadapan Bobotoh

Menariknya lagi, dominasi Borneo sebenarnya sudah terlihat sejak awal musim. Tim asal Samarinda itu sempat memimpin klasemen dalam waktu lama dan bahkan pernah mencatat rekor kemenangan beruntun yang membuat mereka dijuluki kandidat juara paling stabil musim ini.

Fabio Lefundes berhasil membentuk tim dengan karakter menyerang yang kuat, permainan cepat, dan produktivitas tinggi di lini depan.

Ketajaman lini depan Borneo juga menjadi salah satu faktor utama mengapa mereka mampu bersaing sampai akhir musim. Mariano Peralta tampil luar biasa sebagai motor serangan dengan kontribusi gol dan assist yang konsisten.

Selain itu, Juan Villa dan Joel Vinicius juga menjadi kombinasi yang sangat merepotkan lawan sepanjang musim. Bahkan dalam statistik assist liga, pemain-pemain Borneo mendominasi daftar teratas.

Baca Juga: Thomas Tuchel Coret Semua Pemain Liverpool dari Timnas Inggris, Fans Three Lions Langsung Bereaksi

Meski gagal juara, musim ini tetap terasa spesial bagi Borneo FC. Mereka mampu menunjukkan bahwa konsistensi dan permainan menyerang bisa membawa klub bersaing di papan atas hingga akhir musim.

Bahkan banyak pengamat menilai Pesut Etam tampil lebih menghibur dibanding beberapa tim lain di kompetisi musim ini.

Kegagalan meraih trofi jelas menyakitkan bagi publik Samarinda. Namun cara Borneo FC menutup musim dengan pesta tujuh gol menunjukkan mentalitas mereka belum runtuh.

Mereka tetap bermain habis-habisan sampai menit terakhir kompetisi, meski nasib juara tidak lagi sepenuhnya berada di tangan sendiri.

Baca Juga: Di Balik Kesuksesan Manchester City, Pep Guardiola Simpan Penyesalan Besar

Kini pertanyaan besar mulai muncul menjelang musim depan. Jika musim ini saja Borneo FC mampu menjadi tim paling produktif dan paling ganas di liga, bagaimana jadinya jika mereka mampu mempertahankan skuad utama dan memperkuat beberapa sektor penting?

Bukan tidak mungkin, musim depan Pesut Etam akan kembali datang sebagai ancaman utama dalam perebutan gelar Super League. Dan kali ini, mereka tentu tidak ingin sekadar menjadi “runner-up rasa juara”.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.