Bielsa Bicara Soal Masa Depan, Timnas Uruguay Terancam Kehilangan Sang Pelatih Jenius

AKURAT BANTEN - Pelatih Timnas Uruguay, Marcelo Bielsa, memberikan sinyal kuat bahwa dirinya kemungkinan akan meninggalkan kursi pelatih La Celeste setelah Piala Dunia 2026 berakhir.
Pernyataan itu langsung memunculkan banyak spekulasi karena Bielsa dinilai sukses mengubah wajah Uruguay menjadi salah satu tim paling menarik di Amerika Selatan dalam dua tahun terakhir.
Dalam konferensi pers terbaru, Bielsa mengakui dirinya belum memikirkan kontrak jangka panjang bersama Uruguay setelah turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko nanti. Pelatih asal Argentina itu mengatakan fokus utamanya saat ini hanyalah membawa Uruguay tampil maksimal di Piala Dunia.
“Saya selalu bekerja dengan cara yang sama, fokus pada proses saat ini. Setelah Piala Dunia nanti, kita akan melihat apa yang terjadi,” ujar Bielsa.
Baca Juga: Argentina Bisa Bernapas Lega! Cedera Lionel Messi Ternyata Tak Separah Dugaan
Pernyataan tersebut langsung memunculkan kekhawatiran di kalangan suporter Uruguay. Sebab sejak ditunjuk pada 2023, Bielsa berhasil membawa perubahan besar dalam permainan La Celeste. Uruguay kini dikenal tampil lebih agresif, cepat, dan berani menekan lawan sejak menit awal.
Di bawah arahan Bielsa, Uruguay bahkan sukses mengalahkan Argentina dan Brasil dalam kualifikasi Piala Dunia zona CONMEBOL. Permainan mereka disebut-sebut kembali menghidupkan identitas sepak bola Uruguay yang penuh energi dan mentalitas kuat.
Bielsa juga menjadi sosok penting dalam proses regenerasi skuad Uruguay. Ia memberi kepercayaan besar kepada pemain muda seperti Manuel Ugarte, Facundo Pellistri, hingga Darwin Nunez untuk menjadi tulang punggung baru tim nasional.
Khusus Darwin Nunez, penyerang Liverpool itu mengalami peningkatan performa signifikan bersama timnas sejak dilatih Bielsa.
Baca Juga: Iran Pilih Tijuana, Argentina Bareng Inggris di Kansas City: Drama Markas Piala Dunia 2026 Dimulai
Dalam skema menyerang cepat khas sang pelatih, Nunez tampil lebih bebas dan produktif dibanding beberapa musim sebelumnya di level klub.
Tak hanya soal taktik, Bielsa juga dikenal sebagai pelatih dengan metode latihan ekstrem dan disiplin tinggi. Julukan “El Loco” atau si gila melekat padanya karena obsesinya terhadap detail permainan. Meski demikian, pendekatan tersebut justru membuat banyak pemain Uruguay mengaguminya.
Kapten Uruguay, Federico Valverde, bahkan pernah menyebut Bielsa sebagai salah satu pelatih paling berpengaruh dalam kariernya.
“Ia membuat kami memahami sepak bola dengan cara berbeda,” kata Valverde dalam wawancara bersama media Uruguay tahun lalu.
Baca Juga: Drama Visa Timnas Iran Berakhir? FIFA Pastikan Pemain Bisa Masuk Amerika Serikat
Meski sukses membawa perubahan besar, Bielsa memang dikenal jarang bertahan lama di satu tim. Dalam karier kepelatihannya, ia pernah menangani Argentina, Chile, Athletic Bilbao, Marseille, Lille, Leeds United, hingga Timnas Uruguay.
Namun hampir di semua klub dan tim nasional itu, Bielsa memilih pergi setelah beberapa tahun karena merasa siklus pekerjaannya telah selesai.
Situasi tersebut membuat banyak pihak percaya Piala Dunia 2026 kemungkinan menjadi turnamen terakhir Bielsa bersama Uruguay. Terlebih usianya kini sudah menginjak 70 tahun.
Uruguay sendiri datang ke Piala Dunia 2026 dengan status salah satu kuda hitam paling berbahaya. Mereka memiliki kombinasi pemain muda dan senior yang solid.
Baca Juga: Lamine Yamal Jadi Andalan, Spanyol Datang ke Piala Dunia 2026 dengan Wajah Baru
Selain Darwin Nunez dan Valverde, Uruguay juga masih diperkuat Ronald Araujo, Jose Maria Gimenez, Rodrigo Bentancur, hingga Giorgian de Arrascaeta.
La Celeste tergabung di Grup E bersama Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Ghana. Banyak pengamat memprediksi Uruguay punya peluang besar melangkah jauh jika mampu menjaga konsistensi permainan agresif ala Bielsa.
Kini perhatian publik Uruguay bukan hanya soal peluang di Piala Dunia, tetapi juga masa depan Marcelo Bielsa. Jika benar pergi setelah turnamen nanti, Bielsa berpotensi meninggalkan warisan besar berupa generasi baru Uruguay yang kembali disegani dunia sepak bola internasional.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
- 10Prediksi Australia vs Turki: Adu Generasi Baru di Laga Pembuka Grup D








