Heboh! FIFA Tak Sengaja Jual Tiket Piala Dunia 2026 Seharga Rp0, Kini Suporter Diminta Bayar Ulang

AKURAT BANTEN - Piala Dunia 2026 belum dimulai, tetapi FIFA sudah menghadapi polemik yang cukup memalukan. Badan sepak bola dunia itu dilaporkan melakukan kesalahan dalam sistem penjualan tiket yang menyebabkan puluhan suporter berhasil mendapatkan tiket pertandingan dengan harga 0 dolar AS atau setara Rp0.
Insiden tersebut langsung menjadi perbincangan di media sosial setelah sejumlah penggemar mengunggah bukti pembelian tiket yang menunjukkan nominal pembayaran nol dolar.
Banyak yang awalnya mengira mereka sedang mendapatkan promosi khusus atau keuntungan dari program tertentu. Namun kenyataannya, situasi tersebut terjadi akibat kesalahan sistem penjualan.
Menurut laporan yang beredar, tiket yang terdampak berasal dari salah satu fase penjualan resmi Piala Dunia 2026. Setelah melakukan pemeriksaan internal, FIFA menemukan adanya kekeliruan pada proses transaksi sehingga sebagian tiket terjual tanpa biaya yang seharusnya dibayarkan.
Tak lama setelah masalah tersebut terungkap, FIFA menghubungi para pembeli yang terdampak. Mereka diberi pilihan untuk melakukan pembayaran ulang sesuai harga tiket sebenarnya atau kehilangan hak atas tiket yang sudah mereka dapatkan.
Dalam pemberitahuannya kepada pembeli, FIFA menjelaskan bahwa transaksi tersebut tidak mencerminkan harga resmi yang berlaku.
"Karena kesalahan teknis dalam proses penjualan, pembayaran Anda tidak diproses dengan benar. Untuk mempertahankan tiket, pembayaran harus diselesaikan sesuai harga yang berlaku," demikian isi pemberitahuan yang dikutip berbagai media internasional.
Kejadian ini langsung memicu beragam reaksi. Sebagian suporter memahami bahwa kesalahan tersebut memang berasal dari sistem dan bukan bagian dari promosi resmi. Namun tidak sedikit pula yang merasa kecewa karena sebelumnya sudah menerima konfirmasi pembelian yang dianggap sah.
Baca Juga: Fantastis! Gaji 3 Pesepak Bola Ini Tembus Triliunan Rupiah, Ronaldo Masih Tak Tersentuh
Di sejumlah forum penggemar sepak bola internasional, banyak yang mempertanyakan mengapa FIFA tidak menghormati transaksi yang sudah selesai diproses.
Beberapa bahkan membandingkan kasus ini dengan praktik di industri lain, di mana perusahaan terkadang tetap memberikan barang kepada konsumen meski terjadi kesalahan harga.
Namun dari sisi hukum, posisi FIFA relatif kuat. Dalam syarat dan ketentuan penjualan tiket Piala Dunia, terdapat klausul yang memungkinkan penyelenggara membatalkan atau memperbaiki transaksi jika terjadi kesalahan teknis maupun administratif.
Kasus ini menjadi sorotan karena terjadi di tengah tingginya antusiasme terhadap Piala Dunia 2026. Turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut diperkirakan menjadi Piala Dunia terbesar sepanjang sejarah dengan 48 negara peserta dan 104 pertandingan.
Baca Juga: Messi, Ronaldo, dan Ochoa Dapat Penghormatan Khusus FIFA! Tak Semua Legenda Bisa Memakainya
Permintaan tiket pun diprediksi memecahkan rekor baru. Bahkan sejak tahap awal penjualan, jutaan penggemar dari berbagai negara sudah mendaftarkan minat mereka untuk mendapatkan kursi di stadion.
Menariknya, polemik tiket gratis ini muncul hanya beberapa hari setelah FIFA juga mendapat sorotan terkait tingginya harga tiket di beberapa kategori pertandingan. Sejumlah kelompok pendukung dan pengamat olahraga menilai harga tiket Piala Dunia 2026 jauh lebih mahal dibanding beberapa edisi sebelumnya.
Kombinasi harga yang tinggi dan insiden tiket Rp0 membuat sistem penjualan FIFA kembali menjadi bahan perdebatan. Banyak suporter berharap badan sepak bola dunia tersebut dapat meningkatkan kualitas layanan digital mereka agar tidak menimbulkan kebingungan di masa mendatang.
Meski demikian, FIFA diyakini akan segera menyelesaikan persoalan ini sebelum fase penjualan berikutnya dibuka. Jumlah tiket yang terdampak memang relatif kecil dibanding total jutaan tiket yang akan dijual selama turnamen.
Baca Juga: John Herdman Gemas Jelang Indonesia vs Oman, Ada Satu Hal yang Belum Bisa Ia Terima!
Bagi para suporter yang sempat merasa beruntung mendapatkan tiket Piala Dunia secara cuma-cuma, kenyataan akhirnya cukup pahit. Tiket gratis yang sempat membuat mereka tersenyum ternyata hanya berlangsung sesaat.
Pada akhirnya, seperti kata pepatah lama yang cocok untuk situasi ini: jika sesuatu terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, mungkin memang ada kesalahan sistem di belakangnya. Dan dalam kasus Piala Dunia 2026, kesalahan itu datang langsung dari FIFA sendiri.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
- 10Prediksi Australia vs Turki: Adu Generasi Baru di Laga Pembuka Grup D








