Banten

Dari Kartu Merah ke Pelukan Haru! Pemain Qatar yang Cedera Parah Ismael Kone Akhirnya Minta Maaf Langsung

Aullia Rachma Puteri | 25 Juni 2026, 22:40 WIB
Dari Kartu Merah ke Pelukan Haru! Pemain Qatar yang Cedera Parah Ismael Kone Akhirnya Minta Maaf Langsung
Ismael Kone, gelandang Kanada yang alami cedera patah tulang kaki.

AKURAT BANTEN - Di tengah kerasnya persaingan Piala Dunia 2026, sebuah momen penuh kemanusiaan hadir dari insiden yang sempat mengguncang dunia sepak bola.

Gelandang Qatar, Assim Madibo, yang menjadi sorotan setelah tekelnya menyebabkan cedera parah pada pemain Kanada, Ismael Kone, akhirnya bertemu langsung dengan sang korban untuk menyampaikan permintaan maaf.

Insiden tersebut terjadi dalam laga Grup B antara Kanada dan Qatar di Vancouver pada 18 Juni lalu. Kanada meraih kemenangan telak 6-0, tetapi hasil pertandingan itu seolah kehilangan makna setelah Kone mengalami patah kaki akibat tekel keras Madibo pada babak kedua.

Wasit awalnya hanya memberikan kartu kuning, namun setelah meninjau VAR, hukuman ditingkatkan menjadi kartu merah langsung.

Baca Juga: Dua Hari Jelang Lawan Mesir, Iran Akhirnya Diizinkan Masuk AS! Drama Piala Dunia 2026 Belum Berakhir

Cedera yang dialami Kone tergolong serius. Gelandang berusia 24 tahun itu mengalami patah tulang tibia dan fibula pada kaki kirinya sehingga harus segera menjalani operasi dan dipastikan tidak dapat melanjutkan kiprahnya di Piala Dunia 2026.

Kejadian tersebut meninggalkan duka mendalam bagi skuad Kanada yang saat itu tengah merayakan kemenangan terbesar mereka di turnamen.

Beberapa hari setelah insiden itu, Madibo menunjukkan penyesalannya dengan mengunjungi Kone yang masih menjalani pemulihan di rumah sakit.

Dalam kunjungan tersebut, Madibo tidak datang sendirian. Ia didampingi Menteri Olahraga dan Pemuda Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani. Pertemuan itu juga dihadiri perwakilan federasi sepak bola Kanada. Foto-foto yang dirilis Federasi Sepak Bola Qatar memperlihatkan Kone yang duduk di kursi roda memeluk Madibo dengan hangat.

Baca Juga: Kontroversi Inggris vs Ghana! Keputusan Wasit Bikin Pelatih Black Stars Geram dan Sindir VAR

Momen tersebut langsung mendapat perhatian luas karena dianggap mencerminkan sportivitas dan rasa hormat di tengah persaingan sengit Piala Dunia.

Meski hubungan kedua pemain terlihat membaik, FIFA tetap mengambil tindakan tegas. Komite Disiplin FIFA menjatuhkan hukuman larangan bermain lima pertandingan kepada Madibo karena tekel tersebut dikategorikan sebagai pelanggaran serius yang membahayakan keselamatan pemain lawan. Sanksi itu menjadi salah satu hukuman terberat yang dijatuhkan selama fase grup Piala Dunia 2026.

Sementara itu, dukungan untuk Kone terus mengalir. Pada pertandingan Kanada berikutnya, ribuan suporter membawa poster bernomor punggung 8 milik sang gelandang sebagai bentuk solidaritas.

Bahkan Kone sempat hadir di stadion menggunakan kursi roda dan mendapat sambutan meriah dari para penggemar yang meneriakkan namanya.

Baca Juga: Hydration Break Jadi Kontroversi Baru Piala Dunia 2026, FIFA Akhirnya Buka Suara

Bagi Kanada, kehilangan Kone merupakan pukulan besar karena ia merupakan salah satu motor permainan tim. Namun pelatih Jesse Marsch dan rekan-rekannya berjanji untuk melanjutkan perjuangan di turnamen demi sang gelandang yang harus mengakhiri Piala Dunia lebih cepat dari yang diharapkan.

Di tengah segala kontroversi yang muncul akibat cedera mengerikan tersebut, pertemuan antara Madibo dan Kone menjadi pengingat bahwa sepak bola bukan hanya soal menang dan kalah. Ketika peluit akhir berbunyi, rasa hormat dan kemanusiaan tetap menjadi nilai yang paling berharga dalam olahraga terbesar di dunia ini.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.