Iran Belum Terkalahkan di Piala Dunia 2026, tetapi Tiket ke Babak 32 Besar Masih Jadi Tanda Tanya
AKURAT BANTEN - Timnas Iran mencatatkan pencapaian yang terbilang unik di Piala Dunia 2026. Hingga menuntaskan seluruh pertandingan fase grup, Team Melli belum sekalipun menelan kekalahan. Namun, catatan impresif tersebut ternyata belum cukup untuk memastikan langkah mereka ke babak 32 besar.
Iran mengakhiri kiprahnya di Grup G dengan koleksi lima poin hasil dari satu kemenangan dan dua kali imbang. Tim asuhan Amir Ghalenoei membuka turnamen dengan kemenangan penting atas Paraguay, kemudian bermain imbang melawan Prancis, sebelum kembali meraih hasil seri saat menghadapi Mesir pada pertandingan terakhir.
Rekor tak terkalahkan itu membuat Iran menjadi salah satu dari sedikit tim yang mampu menyelesaikan fase grup tanpa mengalami kekalahan. Meski demikian, mereka belum bisa bernapas lega karena nasibnya bergantung pada klasemen tim peringkat ketiga terbaik.
Situasi tersebut merupakan konsekuensi dari format baru Piala Dunia 2026 yang diikuti 48 negara. Dalam sistem anyar ini, dua tim teratas dari masing-masing grup otomatis lolos ke babak 32 besar, sedangkan delapan tiket lainnya diperebutkan oleh tim peringkat ketiga terbaik dari seluruh grup.
Artinya, tim yang tidak kalah sekalipun belum tentu lolos apabila gagal finis di dua posisi teratas dan kalah bersaing dalam peringkat tim posisi ketiga.
Hasil imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir menjadi pertandingan yang paling menyakitkan bagi Iran. Mereka sebenarnya sempat merasa telah mencetak gol kemenangan pada masa injury time.
Namun, setelah ditinjau melalui VAR, gol tersebut dianulir karena posisi offside. Keputusan itu membuat pertandingan berakhir imbang dan memupus peluang Iran untuk mengamankan tiket otomatis ke fase gugur.
Kekecewaan itu semakin besar karena sepanjang turnamen Iran juga harus menghadapi berbagai persoalan di luar lapangan. Akibat pembatasan perjalanan ke Amerika Serikat, skuad Team Melli tidak dapat bermarkas di wilayah AS seperti mayoritas peserta lainnya.
Sebagai gantinya, mereka menjalani pemusatan latihan di Tijuana, Meksiko, dan harus bolak-balik melintasi perbatasan setiap kali menjalani pertandingan di Amerika Serikat.
Kapten Iran, Mehdi Taremi, bahkan secara terbuka mengkritik penyelenggaraan turnamen. Menurutnya, kondisi tersebut membuat timnya tidak memperoleh perlakuan yang setara dengan peserta lain.
"Ini adalah Piala Dunia yang berantakan bagi kami. Kami terus menghadapi masalah logistik. Kami merasa seperti tidak diinginkan berada di sini," ujar Taremi seusai laga melawan Mesir.
Pelatih Amir Ghalenoei juga menyampaikan nada serupa. Ia menilai perjalanan panjang yang harus ditempuh pemain untuk setiap pertandingan menguras kondisi fisik tim, terutama ketika jadwal pertandingan berlangsung dalam rentang waktu yang singkat.
Terlepas dari kontroversi tersebut, performa Iran di lapangan layak mendapat apresiasi. Lini pertahanan mereka tampil disiplin dengan hanya kebobolan dua gol sepanjang fase grup.
Organisasi permainan yang rapi serta semangat juang tinggi membuat mereka mampu merepotkan lawan-lawan yang secara peringkat FIFA berada di atas mereka.
Kini perhatian Iran tertuju pada hasil pertandingan grup lain. Dengan koleksi lima poin, peluang lolos sebagai salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik masih terbuka lebar. Namun, kepastian baru akan diperoleh setelah seluruh pertandingan fase grup selesai dimainkan.
Apabila akhirnya berhasil melangkah ke babak 32 besar, Iran akan mencatatkan salah satu kisah paling menarik di Piala Dunia 2026.
Sebaliknya, jika gagal lolos, Team Melli berpotensi dikenang sebagai tim yang tidak terkalahkan di fase grup tetapi tetap harus mengakhiri petualangannya lebih awal.
Ironi tersebut menjadi bukti bahwa dalam format baru Piala Dunia, konsistensi saja belum tentu cukup. Posisi di klasemen dan detail kecil seperti selisih gol atau bahkan satu keputusan VAR dapat menjadi pembeda antara melangkah ke fase gugur atau pulang lebih cepat.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









