Inggris Lolos Mulus, tapi Rooney Justru Cemas! Harry Kane Bisa Kehabisan Tenaga di Momen Krusial

AKURAT BANTEN - Performa gemilang Harry Kane bersama Timnas Inggris di Piala Dunia 2026 memang menuai banyak pujian. Sang kapten terus menjadi mesin gol The Three Lions dan berperan besar mengantarkan tim asuhan Thomas Tuchel melaju ke babak gugur.
Namun, di balik ketajaman Kane, muncul satu kekhawatiran dari legenda Inggris, Wayne Rooney, yang menilai penyerang berusia 32 tahun itu mulai terlalu banyak dipaksa bermain.
Rooney menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak meragukan kualitas Kane. Justru sebaliknya, ia khawatir beban bermain yang terlalu besar akan berdampak ketika Inggris memasuki fase-fase penentuan turnamen.
Menurut Rooney, Kane telah menjalani jadwal yang sangat padat selama dua musim terakhir bersama klubnya. Dalam masing-masing musim tersebut, ia mencatatkan sekitar 51 penampilan.
Baca Juga: Tangis, Gol Menit 92, dan Pidato Membara! Kanada Ukir Sejarah Baru di Piala Dunia 2026
Ditambah dengan padatnya agenda internasional di Piala Dunia, kondisi fisik sang striker dikhawatirkan akan terkuras sebelum Inggris menghadapi lawan-lawan terberat.
"Dia sudah memainkan begitu banyak pertandingan dalam dua musim terakhir. Saya hanya khawatir tenaganya akan habis ketika Inggris benar-benar membutuhkannya," ujar Rooney.
Kekhawatiran itu muncul bukan tanpa alasan. Kane hampir selalu menjadi pilihan utama Thomas Tuchel sejak awal turnamen. Selain menjadi ujung tombak serangan, mantan striker Tottenham Hotspur tersebut juga kerap bermain penuh selama 90 menit.
Padahal, sejak sebelum Piala Dunia dimulai, sejumlah pengamat telah menyarankan agar Inggris lebih bijak mengatur menit bermain Kane. Bahkan muncul wacana agar Tuchel memberikan kesempatan lebih banyak kepada Ivan Toney maupun Ollie Watkins untuk menjaga kebugaran sang kapten hingga babak-babak akhir.
Meski demikian, performa Kane sejauh ini memang sulit diabaikan. Ia terus menjadi sumber gol utama Inggris dan baru saja mencatatkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak The Three Lions di turnamen besar internasional.
Ketajamannya menjadi salah satu alasan utama Inggris mampu keluar sebagai juara Grup L sebelum melangkah ke fase gugur.
Rooney memahami mengapa Tuchel terus memainkan Kane. Namun menurut pencetak gol terbanyak Inggris sebelum rekornya dipecahkan Kane itu, seorang pelatih juga harus memikirkan kondisi pemain dalam jangka panjang.
"Semua orang tahu betapa pentingnya Harry bagi tim ini. Justru karena itu, Anda harus memastikan dia tetap segar ketika memasuki pertandingan yang menentukan," tambah Rooney.
Thomas Tuchel sendiri beberapa kali menegaskan bahwa Kane masih berada dalam kondisi fisik yang baik. Pelatih asal Jerman itu menyebut kaptennya merupakan sosok profesional yang sangat menjaga kebugaran dan mampu beradaptasi dengan padatnya jadwal pertandingan.
Selain itu, Inggris juga memiliki kedalaman skuad yang lebih baik dibanding beberapa turnamen sebelumnya. Kehadiran Watkins dan Toney memberi Tuchel opsi melakukan rotasi apabila diperlukan tanpa harus mengorbankan kualitas lini depan. Hal tersebut membuat peluang Kane mendapatkan waktu istirahat tetap terbuka, terutama jika jadwal pertandingan semakin padat.
Di sisi lain, Kane sendiri tidak pernah memperlihatkan tanda-tanda ingin mengurangi menit bermain. Sebelum turnamen dimulai, ia bahkan menegaskan selalu menikmati setiap kesempatan mengenakan seragam Inggris dan merasa berada dalam kondisi fisik terbaik untuk membantu negaranya mengejar gelar juara dunia yang telah lama dinantikan.
Kini Inggris memasuki fase gugur dengan ambisi besar mengakhiri penantian panjang sejak menjadi juara dunia pada 1966. Dalam situasi seperti itu, keseimbangan antara mempertahankan performa terbaik Kane dan menjaga kebugarannya menjadi salah satu pekerjaan terpenting bagi Thomas Tuchel.
Peringatan Rooney mungkin terdengar sederhana, tetapi memiliki makna besar. Piala Dunia bukan hanya soal memenangkan pertandingan hari ini, melainkan juga memastikan pemain-pemain kunci tetap berada dalam kondisi terbaik hingga laga terakhir.
Baca Juga: Drama Menit 90+, Gol Spektakuler Bikin Kanada Singkirkan Afrika Selatan dan Lolos ke 16 Besar
Jika Inggris ingin benar-benar mengangkat trofi di Amerika Utara, menjaga Harry Kane tetap bugar bisa menjadi keputusan yang sama pentingnya dengan menyusun strategi di atas lapangan.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8Viral! Antrean Makan Bergizi Gratis di SMK Kebumen Berujung Aksi Duel Mencekam, Korban Diseret ke Lahan Kosong, Ini Kronologinya
- 9Rodri Tiba di Barcelona, Sang Ballon d'Or Langsung Ungkap Mimpi Besarnya Bersama Blaugrana
- 10Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas







