Banten

Fantastis Tapi Turun Drastis! Segini Gaji Jurgen Klopp di Timnas Jerman Dibanding Era Liverpool

Aullia Rachma Puteri | 25 Juli 2026, 22:55 WIB
Fantastis Tapi Turun Drastis! Segini Gaji Jurgen Klopp di Timnas Jerman Dibanding Era Liverpool
Jürgen Klopp resmi jadi pelatih Timnas Jerman.

AKURAT BANTEN - Jürgen Klopp resmi memulai babak baru dalam karier kepelatihannya sebagai arsitek Timnas Jerman. Setelah bertahun-tahun menorehkan kesuksesan bersama Liverpool, pelatih berusia 59 tahun itu kini dipercaya menangani Der Panzer dengan kontrak jangka panjang. Menariknya, keputusan Klopp menerima pekerjaan tersebut juga diikuti perubahan signifikan dari sisi finansial.

Berdasarkan laporan media Jerman Bild, Klopp menerima gaji sekitar 7 juta euro per tahun atau setara sekitar Rp133 miliar sebagai pelatih Timnas Jerman. Nominal tersebut jauh lebih kecil dibandingkan pendapatannya saat masih menangani Liverpool.

Selama menjadi manajer The Reds, Klopp dilaporkan memperoleh bayaran sekitar 20 juta poundsterling per musim atau sekitar 23 juta euro setelah memperpanjang kontraknya pada 2022. Artinya, penghasilannya bersama Timnas Jerman hanya sekitar sepertiga dari gaji yang pernah diterimanya di Anfield.

Meski harus menerima pemotongan gaji yang cukup besar, keputusan Klopp disebut bukan didorong faktor ekonomi. Dalam konferensi pers perdananya, mantan pelatih Borussia Dortmund itu menegaskan bahwa kesempatan melatih negaranya merupakan kehormatan terbesar dalam kariernya.

Baca Juga: Lionel Messi Berencana Pensiun dari Timnas Argentina Usai Piala Dunia 2026? Ini Pengakuan Leandro Paredes

Klopp bahkan menyebut jabatan pelatih Timnas Jerman sebagai puncak perjalanan profesionalnya. Ia ingin membantu mengembalikan kejayaan Der Panzer setelah beberapa tahun terakhir mengalami penurunan prestasi di turnamen internasional.

Pelatih yang identik dengan gaya bermain gegenpressing itu dikontrak Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) selama empat tahun. Ia ditunjuk menggantikan Julian Nagelsmann yang meninggalkan kursi pelatih usai kegagalan Jerman di Piala Dunia 2026.

Target utama Klopp adalah membangun kembali identitas permainan Jerman sekaligus mempersiapkan tim menghadapi UEFA Nations League dan Piala Eropa berikutnya.

Menariknya, dalam presentasi resminya Klopp juga menyampaikan sikap yang menunjukkan komitmennya terhadap tugas baru tersebut. Ia menegaskan tidak akan meminta pesangon apabila suatu saat DFB menilai dirinya gagal dan memutuskan kerja sama. Namun, Klopp memberi peringatan bahwa ia tidak akan ragu mundur apabila privasi keluarganya diganggu oleh media.

Baca Juga: Penggemar Argentina Protes Hasil Final Piala Dunia, Lebih dari 100 Ribu Orang Tandatangani Petisi

Reputasi Klopp memang dibangun lewat sederet prestasi bersama klub. Di Liverpool, ia berhasil mengakhiri penantian panjang gelar Liga Inggris dengan menjuarai Premier League 2019/2020.

Selain itu, ia juga mempersembahkan trofi Liga Champions, Piala Dunia Antarklub FIFA, Piala FA, dua Piala Liga Inggris, UEFA Super Cup, hingga Community Shield selama hampir sembilan tahun memimpin The Reds.

Sebelumnya, Klopp juga sukses membawa Borussia Dortmund meraih dua gelar Bundesliga secara beruntun dan satu DFB-Pokal.

Dengan rekam jejak tersebut, ekspektasi publik Jerman terhadap Klopp tentu sangat tinggi. Meski menerima gaji yang jauh lebih rendah dibandingkan saat melatih Liverpool, pria kelahiran Stuttgart itu diyakini melihat pekerjaan ini sebagai panggilan untuk mengabdi kepada negaranya, bukan sekadar kontrak bernilai besar.

Baca Juga: Hadiah Piala Dunia 2026 Terancam Dipotong Pajak 30 Persen, Anggota Kongres AS Sebut Perampokan Terang-terangan

Kini tantangan besar menanti Klopp. Selain membangun kembali mentalitas tim, ia harus membawa Jerman kembali menjadi kekuatan utama sepak bola dunia setelah beberapa kali gagal memenuhi ekspektasi di turnamen internasional.

Jika mampu mengulang kesuksesan seperti yang ia raih bersama Liverpool, selisih gaji yang mencolok itu kemungkinan besar tidak akan menjadi persoalan bagi salah satu pelatih terbaik generasinya.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.