Persija Pasang Badan untuk Shin Tae-yong! Sanksi KFA Tak Goyahkan Kepercayaan Macan Kemayoran
AKURAT BANTEN - Persija Jakarta memastikan tetap memberikan dukungan penuh kepada pelatih kepala Shin Tae-yong meski juru taktik asal Korea Selatan itu tengah menjalani sanksi disiplin dari Korea Football Association (KFA).
Manajemen Macan Kemayoran menegaskan bahwa hukuman tersebut tidak memengaruhi status Shin sebagai pelatih Persija maupun aktivitasnya di Indonesia.
Klarifikasi itu disampaikan Persija setelah muncul berbagai pemberitaan yang menyebut Shin Tae-yong dijatuhi hukuman berat oleh KFA. Klub kemudian melakukan verifikasi langsung kepada federasi sepak bola Korea Selatan untuk memastikan informasi yang beredar akurat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah publik.
Berdasarkan hasil komunikasi tersebut, Persija menjelaskan bahwa Shin memang menerima sanksi disiplin berupa larangan beraktivitas dalam sepak bola Korea Selatan selama satu tahun.
Baca Juga: Blunder Radovan Pankov Berujung Petaka, Persebaya Tumbangkan Persija di Piala Presiden 2026
Hukuman itu dijatuhkan terkait insiden yang terjadi ketika Shin masih menangani Ulsan HD pada 2025, yakni dugaan tindakan kekerasan fisik terhadap pemain Jung Seung-hyun. Namun, sanksi tersebut hanya berada dalam yurisdiksi KFA dan tidak berlaku secara internasional.
Artinya, Shin Tae-yong tetap dapat menjalankan tugasnya sebagai pelatih Persija tanpa hambatan. Manajemen klub menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk mengubah posisi pelatih berusia 55 tahun itu, karena keputusan KFA tidak memiliki konsekuensi terhadap kompetisi di Indonesia maupun di luar Korea Selatan.
Presiden Persija, Mohamad Prapanca, juga menegaskan klub tetap memberikan kepercayaan penuh kepada Shin. Menurutnya, setiap tantangan dapat menjadi pembelajaran yang berharga, baik secara pribadi maupun profesional.
Persija juga memastikan isu tersebut tidak akan mengganggu fokus tim dalam menyambut Super League 2026/2027 dan turnamen yang sedang dijalani.
Sebelumnya sempat beredar kabar yang menyebut Shin Tae-yong menerima larangan melatih hingga 10 tahun. Namun, Persija memastikan informasi tersebut tidak benar setelah memperoleh penjelasan resmi dari KFA. Klub menegaskan durasi hukuman hanyalah satu tahun dan hanya berlaku dalam lingkup sepak bola Korea Selatan.
Keputusan Persija mempertahankan Shin menunjukkan besarnya kepercayaan manajemen terhadap proyek yang sedang dibangun.
Kehadiran mantan pelatih Timnas Indonesia itu diharapkan mampu membawa Macan Kemayoran kembali bersaing di papan atas Super League setelah melakukan sejumlah pembenahan skuad pada bursa transfer musim panas ini.
Baca Juga: Heboh! Petisi Blokir Argentina dari Piala Dunia Tembus 23 Juta Tanda Tangan, Ini Penyebabnya
Shin sendiri dikenal memiliki rekam jejak panjang sebagai pelatih. Sebelum menangani Persija, ia pernah membawa Seongnam Ilhwa Chunma menjuarai Liga Champions Asia sebagai pelatih serta mengarsiteki Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018.
Ia juga sempat menangani Timnas Indonesia dan dikenal sebagai sosok yang berperan besar dalam pengembangan pemain muda serta peningkatan daya saing sepak bola Indonesia di level internasional.
Di tengah sorotan terhadap kasus disiplin tersebut, Persija meminta seluruh pihak mengedepankan informasi yang telah terverifikasi. Klub berharap polemik ini tidak mengganggu persiapan tim yang tengah fokus menghadapi kompetisi musim 2026/2027.
Dukungan penuh kepada Shin Tae-yong dinilai menjadi bagian dari komitmen Persija untuk menjaga stabilitas tim dan memastikan seluruh elemen klub tetap bekerja secara profesional.
Baca Juga: Catat Tanggalnya! Liga Inggris 2026/2027 Resmi Dimulai, Arsenal vs Coventry Jadi Pembuka Musim
Dengan penegasan tersebut, masa depan Shin Tae-yong di Persija untuk saat ini tidak berubah. Sanksi dari KFA hanya berlaku di Korea Selatan dan tidak menghalangi dirinya memimpin latihan maupun mendampingi Persija dalam pertandingan resmi di Indonesia.
Kini fokus Macan Kemayoran sepenuhnya tertuju pada persiapan menghadapi musim baru, dengan harapan Shin mampu membawa tim kembali bersaing memperebutkan gelar.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










