Destinasi Wisata Religi paling berkesan di Masjid Terapung Al-Jabbar Bandung, sesaat bisa lupa kehidupan dunia

AKURAT BANTEN - Masjid Raya Al-Jabbar terletak Jl. Cimincrang No.14, Cimerang, Kec. Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat 40292, adalah tempat ibadah umat muslim yang indah dan megah di Kota Bandung, meskipun tidak terdapat kubah layaknya sebuah masjid namun kental dengan daya tarik islami dan merupakan masjid terapung. Sehingga menjadi tempat wisata religi yang menarik, dengan suasana sejuk dikelilingi pegunungan, dan riak air yang mengelilingi masjid menambah suasana asri dan terpaan angin yang sepoi-sepoi menjadi suasana tambah syahdu.
Masjid Raya Al Jabbar diresmikan pada hari Jumat, 30 Desember 2022 oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Pembangunan masjid tersebut memakan waktu 7 tahun. Masjid ini dibangun di lahan seluas sekitar 25 hektare dan dapat menampung sekitar 30.000 orang; 10.000 orang di area dalam (indoor) dan 20.000 orang di area plaza (outdoor). Selain itu, terdapat 27 pintu yang menyimbolkan 27 kabupaten dan kota se-Jawa Barat yang disimbolkan oleh desain batik setiap Kota dan Kabupatennya.
Di area bawah masjid, terdapat juga museum digital yang berisi materi perjalanan peradaban Islam di Indonesia, khususnya Jawa Barat.
Dikutip dari bobobox.com, Masjid Raya Al Jabbar Bandung ini terkenal istimewa karena berbagai fasilitas lengkap yang dimilikinya. Selain museum di lantai dasar, Masjid Raya Al Jabbar memiliki fasilitas ramah lansia dan juga disabilitas.
Aturan Berkunjung ke Masjid Raya Al Jabbar Bandung
Meskipun dikenal sebagai salah satu destinasi wisata yang dapat diakses gratis, Masjid Raya Al Jabbar Bandung merupakan salah satu tempat ibadah yang perlu dihormati, dijaga, dan dirawat bersama.
Oleh karena itu, masyarakat yang tertarik menilik masjid ini harus memperhatikan aturan kunjungan yang berlaku.
Apa sajak aturan berkunjung ke Masjid Raya Al Jabbar Bandung yang perlu kamu ketahui? Simak informasinya berikut ini:
- Perhatikan batas suci, lepaskan alas kaki di area yang telah ditentukan
- Tidak makan dan minum di area masjid
- Tidak tidur di area masjid
- Pastikan pengunjung membawa plastik untuk sepatu/sandal
- Dilarang menginjak rumput di area Masjid Raya Al Jabbar
- Kolam tidak untuk berenang
- Tidak merusak fasilitas yang ada di area Masjid Raya Al Jabbar
- Tidak membuang sampah sembarangan
- Perhatikan barang bawaan pribadi dan anak saat berkunjung
Terdapat beberapa fasilitas Masjid Raya Al Jabbar yang membuat nyaman pengunjung untuk berwisata religi, dan mengagumi keindahan masjid, sehingga sesaat membuat lupa dengan kehidupan dunia. Seakan beribadah di masjid ini bersatu jiwa akan kebesaran sang khalik.
Fasilitas Masjid Raya Al Jabbar
Fasilitas yang terdapat di Masjid Raya Al Jabbar meliputi tempat wudhu outdoor, area shalat utama, lantai mezanin, relung, museum Rasulullah, koridor, jembatan nabi musa, patung Al Jabbar, perpustakaan, ruang edukasi dan danau wisata.
• Tempat Wudhu Outdoor
Salah satu pengalaman yang harus dicoba di sini adalah mengambil air wudu di area halaman masjid. Arsitek membuat paviliun wudhu yang terinspirasi dari masjid-masjid besar di Turki.
• Area Sholat Utama
Area salat Masjid Raya Al Jabbar dibuat dengan sentuhan indah dan jamaah dapat merasakan sensasi salat di ruangan yang sangat megah. Jika memungkinkan, spot foto terbaik berada di depan mihrab dan arahkan kamera agak ke atas sehingga lafaz Allah dan keindahan plafon pun akan terlihat.
• Koridor
Koridor Masjid Raya Al Jabbar dibuat mengelilingi halaman utama. Kita akan disuguhkan sudut pandang yang berlainan saat memandang masjid. Sebelum terlewat, berhentilah sejenak tepat di tengah-tengah koridor dan nikmatilah pemandangan masjid 180 derajat.
• Jembatan Nabi Musa
Jembatan Nabi Musa menjadi penghubung antara plaza dengan halaman utama masjid. Jembatan ini berkisah tentang salah satu mukjizat Nabi Musa AS, yaitu dapat membelah lautan. Berjalan di antara air mancur yang tingginya hampir 2x manusia normal membuat kita seakan berjalan di antara lautan.
• Gerbang Pelataran
Bagian koridor yang terhubung langsung dengan jembatan Nabi Musa diberikan aksen yang sedikit berbeda. Kanopi pada titik ini ditinggikan sehingga membentuk elemen seperti gerbang.
• Akses Kursi Roda
Sejak awal desain masjid dibuat agar lebih inklusif dan ramah pengunjung. Tidak perlu khawatir bagi jamaah yang datang menggunakan kursi roda, akses menuju lantai salat juga dilengkapi dengan ramp di kanan-kiri tangga utama.
• Selasar Pelataran
Bangunan masjid berdiri di depan pelataran besar yang dapat diakses melalui jembatan Nabi Musa. Pelataran menjadi ruang tambahan yang dapat menampung jamaah di hari-hari raya.
• Tangga Utama
Tangga utama masjid didesain sangat lebar dengan hiasan pot-pot bunga berwarna ungu. Tangga ini terdapat di area pelataran dan merupakan akses langsung menuju ruang sholat.
• Mihrab
Mihrab di bagian depan area salat digunakan untuk imam memimpin shalat dan sebagai penunjuk arah kiblat jamaah yang akan beribadah.
Mihrab tempat Imam penunjuk arah kiblat
Ruang Temporer Maradh
Ruangan di bagian bawah area salat utama ini berfungsi sebagai ruangan serba guna yang dapat dimanfaatkan oleh jemaah dalam pelaksanaan majelis taklim dan acara keagamaan lainnya.
• Cafeteria
Area khusus bagi para jamaah untuk beristirahat dan menikmati santapan yang dipesan dan dimasak langsung dengan konsep dapur terbuka.
• Kolam Reflektif
Kolam yang mengelilingi keempat sisi masjid akan memperlihatkan pantulan Masjid Raya Al Jabbar terutama dengan keindahan cahayanya di malam hari. Di balik itu, keberadaan kolam reflektif mengingatkan kita sebagai manusia untuk terus berefleksi diri.
• Lift Eskalator
Dengan desain masjid yang dibuat lebih inklusif, tersedia lift dan eskalator di dua sisi jalan masuk area salat utama demi memberikan kemudahan akses bagi seluruh jamaah.
• Ruang Edukasi
Ruangan khusus untuk melakukan diskusi, rapat, dan keperluan lainnya. Di dalamnya tersedia meja, kursi, dan infocus yang bisa dimanfaatkan selama penggunaan ruangan.
• Classroom
Terdapat 4 ruang kelas yang bisa digunakan dalam rangka pembelajaran dan diskusi keagamaan.
• Perpustakaan
Dapatkan akses gratis ke ratusan buku dan literatur islam yang tersedia di area perpustakaan yang terletak di dekat area cafetaria.
• Ruang Naskah Tua Galery Rasulullah
Ruangan yang berisikan replika naskah-naskah di zaman Rasulullah SAW.
Masjid Al-Jabbar juga dijuluki sebagai masjid terapung, karena dari suasana masjid yang dikelilingi oleh danau sehingga terlihat seperti terapung diatas air. Masjid ini pun tidak memiliki kubah tetapi memiliki ornamen atap tumpuk berbentuk kerucut.
Masjid Al-Jabbar juga memiliki interior dan artwork yang sangat mempesona seperti salah satunya, simbol identitas kabupaten atau kota yang terdapat pada pintu-pintu masjid digabungkan dengan ragam hias islami dan ragam hias batik dari kota atau kabupaten masing-masing. Sehingga, membuat masjid ini menjadi ikon baru di Jawa Barat.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










