Kisah Sopir Ingin Cepat Kaya Menjalani Ritual Pesugihan JM (Jual Musuh), 1 Nyawa dibayar 16 Milyar

AKURAT BANTEN - Kesaksian Mas John dikutip dari channel youtube Malam Mencekam, seorang sopir truk John mengalami kisah mistis yang luar biasa dan sulit dilupakan olehnya, tahun 2020 mendapat DO (Delivery Order) mengantar pakan ayam dari Cirebon ke Tasikmalaya, ketika ditengah perjalanan mengantar muatan Ingin sejenak beristirahat di sebuah Pom Bensin. Karena waktu sudah mulai larut malam, perutnya terasa lapar, terlihat dari kejauhan oleh John ada tukang siomay yang mangkal berjualan, maka John menghampiri dan memesan 2 piring siomay yang satu piring buat dirinya dan yang satu lagi buat Bardi kernetnya.
John ditawari oleh tukang siomay (sales marketing pesugihan) yang secara tiba-tiba mengajak dirinya untuk ritual pesugihan jual musuh di Gunung X Jawa Barat., jika ingin cepat kaya secara instan harus melakukan ritual pesugihan JM (Jual Musuh), dengan diiming-imingi tanpa efek samping terhadap keluarga artinya tanpa tumbal. Karena pekerjaan Mas John sebagai supir truk terkena dampak pandemi COVID 19 hal tersebut mengakibatkan sepinya DO, Mas John menerima ajakan ritual pesugihan tukang siomay tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Tanpa mengingat akan dosa, dengan melampaui kekuasaan tuhan. Maka tanpa pikir panjang John menerima langsung tawaran untuk melakukan ritual tersebut dengan jalan jual musuh.
Baca Juga: JOKOWI Tidak Hadir Saat Ziarah ke Makam Bung Karno Bersama Rombongan Megawati Soekarno Putri
Sesudah makan siomay John duduk sambil merokok, kemudian tukang somay bertanya pada John, “ Bapak punya musuh ga ? tanya tukang siomay, “Ya, namanya hidup kan ada yang senang ada yang nggak,” jawab John terus kemudian kata tukang siomay, “Gini aja pak musuhnya bapak tuh dijual aja,” Ujar si Tukang Siomay “itu kambing apa wedus ? kok bisa dijual ? John melanjutkan, “iya pak bisa dijual, “.kata si tukang siomay.
Kemudian John akhirnya tertarik, karena tukang siomay mengatakan, “Bapak tuh kalo mau ritual JM atau Jual Musuh itu tidak ada imbas, tidak ada imbas ke bapak dan tidak ada imbas ke keluarga,” .pernyataan itulah yang membuat tertarik John karna jaman covid seperti ini sangat sulit sekali mempunyai uang. “Biarlah saya jual musuh, bukan imbas ke anak-isteri saya, jadi saya nggak usah habisi dia habis sendiri,” Ujar John.
Baca Juga: Komunitas Petugas Parkir di Kota Serang Nyatakan Dukungan Kepada Prabowo - Gibran
Mulailah John melakukan perjanjian dengan tukang siomay (Rohman) dan bertukar nomor hp, John minta ijin untuk melakukan perjalanan karena harus mengantar muatannya ke kota Tasik. Dan berjanji akan ketemu kembali dengan Rohman keesokan harinya diwaktu yang sama, ditempat itu juga.
Setelah John mengantarkan muatannya ke lokasi yang dituju pada keesokan harinya, bertemu kembali dengan Rohman tukang siomay yang berjualan di Pomp Bensin hingga tengah malam. Untuk meyakinkan John akan niatnya itu, Rohman bertanya lagi,
“Hati kamu udah bulat belum, jangan main-main kalau masih ragu tidak usah,” ujar Rohman mengingatkan. “Saya sih, pokoknya saya kaya aja, karna ga ada modal dan ga ada imbas di keluarga, kan cuma jual musuh, aturan saya beresin ini beres sendiri saya dapat uang. Pikir saya itu “ John meyakinkan Rohman.
Baca Juga: Hendak Main Bola, Solihin Tewas Tertimpa Pohon Kedondong di Jatiuwung Tangerang
Akhirnya tengah malam John diajak dan diboncengkan motor oleh Rohman. Dan John berpikir karena ini ingin melakukan ritual, berarti ia harus menyiapkan beberapa syarat ritualnya, namun Rohman mengatakan tidak usah membawa apa-apa artinya tidak ada persiapan. “Pokoknya harta yang kamu bawa, itu yang dia minta” Ujar Rohman “Terus ini daerah mana ? man, Tanya John. “ Udah diam aja,” kata Rohman.
Perjalanan ditengah malam yang gelap gulita terasa sangat jauh, memasuki wilayahnya sangat tinggi, seluk beluk dan berliku-liku. Sudah mencapai sekitar jam 4 pagi ia baru tiba disana, tidak lama kemudian kuncennya itu keluar. Lalu dia bertanya kepada John, “Eh, ketemu sama si rohman dimana? Tolong bikinkan air Teh, Man” Ujar pak Kuncen bersemangat.
Baca Juga: Warga Pandeglang Diajak Berdagang di Online Shop
John merasa berdiri ditengah-tengah gunung yang sangat tinggi sekali, karena perjalanannya memakan waktu yang sangat lama, ketika melihat kebawah terlihat jauh luas kemana-mana. Dan ternyata disana ada rumah khusus dibuat untuk kuncen, didepannya terdapat barak enam pintu, yang lima pintu itu terisi semua, akhirnya John dipersilahkan masuk ke pintu yang ke 6.
Pak Kuncen Keluar, “Coba liat isi dompet kamu” ujarnya. “O iya pak kuncen tinggal 300 ribu, ngga ada lagi” ujar John sambil mengingat apa yang dikatakan Rohman kepadanya karena ritual pesugihan ini tidak banyak persyaratannya.
“Masalah apa, coba kamu pikirkan ! ujar pak kuncen mengingatkan John. Dia lama berpikir dan mengingat-ingat, hal apa yang selama ini menjadi permusuhan bagi dirinya. “ Ya, saya sudah tahu, yang ada dalam pikiranmu itu musuh berat kamu!” ujar kuncen melanjutkan.
Baca Juga: BP2MI Kembali Berangkatkan Nakes ke Jerman, Total 84 PMI Dalam Tahun Ini
Lama kemudian John terdiam, lalu bertanya lagi,”Kalau itu harganya berapa pak Kunci ?” ujar John penasaran. Pak Kuncen pun terdiam, “itu 16 kardus” jawab pak kuncen. John pun terdiam dan merasa bingung, karena yang disebut pak kuncen 16 kardus bukan nominal rupiah yang disebutkan. Tetapi kemudian pak kuncen kembali menjelaskan bahwa dalam satu kardus itu nominalnya 1 milyar rupiah.
Terbayang dalam benak John bahwa ia bisa cepat kaya raya jika menjalani ritual ini. Segala kesulitan yang sekarang terjadi akan hilang, dan akan ia berikan uang dengar kepada Bardi yang menunggu mobilnya di Pom Bensin.
Pak Kuncen mempersilahkan John untuk mandi dan beristirahat yang banyak, agar esok malam menjalani ritual yang dijanjikan. Setelah mandi John beranjak tidur. Dalam tidurnya ia bermimpi diajak masuk istana yang mewah dan gemerlapan oleh wanita cantik dan seksi. Didalam istana banyak pintu-pintu kamar, ketika dibuka pintu yang pertama itu berisi uang semua gemerlapan. Dibuka pintu yang kedua isinya, banyak emas yang berkilauan dan pintu terakhir isinya wanita-wanita cantik.
John merasa gambaran mimpinya merupakan godaan dunia, tidak terlalu dipikirkan oleh dia. Paginya John dipersilahkan keluar menikmati udara sejuk, karna malam ini akan menjalani ritual, sebanyak 3 malam berturut-turut. Selama menjalani ritual, tidak boleh mengucapkan lapaz atau ayat-ayat Al-qur’an agar ritualnya berjalan lancar. Sebelum beranjak magrib John diperintahkan memasuki kamar ritual, dan dibawanya persyaratan termasuk 16 kardus kedalam kamar.
• Malam Ritual Pertama: Ritual pesugihan pada malam pertama dinyatakan sudah dimulai, dan kuncen sudah memeriksa semua persyaratan dan menjelaskan aturan- aturan yang harus dijalani oleh John, termasuk letak duduk dan dilarang mengucapkan mantera, atau mengucapkan ayat suci Al-qur’an. Kemudian apabila melihat mahluk jangan takut atau lari, karena itu tidak akan membunuh dirinya.
Selama ritual yang diperlukan itu harus mengingat musuhnya. Dari Magrib John sudah mulai duduk dan bersila menghadap tembok yang telah ditentukan oleh kuncen, dan harus diam saja kecuali ingatan terhadap musuhnya harus kuat.
Malam terus bergulir, hingga hening tidak terdengar apapun olehnya. Meskipun terasa mengantuk, harus membuka terus mata lebar-lebar.
Kemudian Bugh ! jatuh mayat di depannya, terlihat mukanya hancur, matanya melotot dan ususnya keluar serta bau anyir darah dimana-mana. John kaget, namun ia ingat tidak boleh mengucapkan, Astaghfirullah ! atau ayat qur’an. Kalau sampai nyebut dia akan cacat, menurut kuncen.
Tidak lama mayat itu hilang, dan tidak membekas sedikitpun. Disaat John berpikir kapan masuknya uang, tiba-tiba muncul pocong di depannya melotot terus, John harus kuat dan dia diam saja. Malam berganti pagi, John dipersilahkan keluar.
• Malam Kedua: Selepas Ashar John diperintahkan masuk kamar, sebelum masuk John diperingatkan lagi “Awas ya, hati-hati ingat terus musuh bebuyutannya kamu, jangan ingat yang lain, agar cepat berhasil” ujar kuncen.
Malam kembali larut, tidak terdengar apapun. Ditengah malam tiba-tiba turun putri cantik berbaju putih di depannya, harum baunya. Terus menatap John dan dia mondar-mandir berjalan berkeliling. Dan ia harus tetap diam saja, putri itu tidak bertanya dan John pun tidak menegur, karena aturannya seperti itu. Harus diam saja.
Lamanya sekitar setengah jam, datang lagi menembus tembok “wewe gombel” memakai rok jerami mukanya gosong dan melotot, mendekatkan mukanya ke muka John. Ia hampir tidak kuat, karena jika lari dia akan cacat.
• Malam Ketiga: Rasa penasaran John terus menggayut didada, sudah dua malam dia ikuti ritual itu belum juga berhasil, sampai pagi hanya “zonk” tidak ada apa-apa. Tetapi karena rasa penasaran, ia terus jalani ritual itu sampai berhasil. Dan sang Kuncen pun meyakinkannya agar malam terakhir harus fokus mengingat sang musuh bebuyutannya.
Malam semakin larut, John sudah duduk bersila dikamar sejak selepas ashar. Detik demi detik, menit demi menit dan jam demi jam telah dilaluinya. Suasana hening pun sudah bersahabat dengannya, tiba-tiba suara ngos-ngos mengelilingi kamarnya, bergetar juga hatinya, tiba-tiba muncul di depannya sebuah badak besar hampir menutup sebuah kamar itu, berkaki dua dan berbadan ular besar menatap tajam dirinya. Terus mendekati mukanya, lama sekali dan bergerak-gerak. Kemudian mundur dan menghilang, baru ia merasa lega. Plong !
Hampir mendekati pagi, turun dari atas seorang putri yang pernah datang menghampiri dia, memegang satu persatu kardus didepan John. Terus dia pergi, tapi entah dari mana datangnya, dilihatnya kardus berisi uang semua. Namun ia mendengar seperti suara mesin ATM, prak !, prak !, prak ! uang mengisi semua ke 16 kardus. “Wah ! berhasil,” kata John. Dia ingat pesan pak Kuncen, setelah uang penuh di kardus harus ditunggu sampai pagi hingga matahari keluar.
Setelah menunggu sekian lama, terdengar oleh John seorang wanita teriak-teriak minta tolong, dikejar oleh suaminya membawa golok tajam akan dibunuh.
Tersentak hati John ingin menolong, dia bergegas keluar dilihatnya golok tajam sudah dipegang suaminya. John menangkap tangan suaminya yang membawa golok tajam dan mengancam membunuh.
“Istighfar ! Istighfar ! pak,” ujar John. Ia terus menyelesaikan kasusnya hingga akhirnya damai. Semua penghuni ritual keluar, dan diserahkan oleh John kepada penghuni lain untuk dijaga, jangan sampai istrinya dibunuh.
Baru setelah itu John ingat akan uang, dan bergegas masuk ke kamarnya. setelah ia masuk ternyata uangnya sudah raib dan tidak ada. Lemes hatinya, dia sudah bersusah payah sampai tiga malam. Pak kuncen keluar dan menemui John.
“Kenapa kamu tinggal biar aja dibunuh, kan bukan kamu yang melakukannya, kalau tidak kamu tinggal, kamu sudah kaya raya” ujar kuncen.
Akhirnya John sadar, bahwa itu bukan takdirnya ia kaya raya dari hasil pesugihan Jual Musuh. “Mungkin jalannya bukan kesini” ujar John. “Bagus itu, berarti kamu fair” ujar kuncen. Akhirnya pak kuncen menyalaminya. Dan John diantar pulang kembali oleh Rohman.
Hukum pesugihan dalam Agama Islam, tentunya sudah diketahui oleh umat Muslim yang baik. Mengingat bahwa pesugihan berkaitan erat dengan sihir, dukun dan ilmu gaib, hukum pesugihan dalam Agama Islam bisa disimpulkan sebagai bentuk syirik, dan sirik adalah dosa yang paling besar. Tidak dapat diampuni oleh Allah SWT.(***)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










