Banten

Lebaran 2026 Versi NU Bisa Beda? Ini Prediksi Tanggal 1 Syawal 1447 H yang Bikin Publik Penasaran

Aullia Rachma Puteri | 17 Maret 2026, 03:38 WIB
Lebaran 2026 Versi NU Bisa Beda? Ini Prediksi Tanggal 1 Syawal 1447 H yang Bikin Publik Penasaran
LEBARAN 2026 VERSI NU KAPAN?

AKURAT BANTEN - Menjelang berakhirnya bulan Ramadan, masyarakat mulai mencari informasi mengenai kapan Hari Raya Idul Fitri akan dirayakan.

Perkiraan tanggal Lebaran selalu menjadi perhatian publik karena terkadang terjadi perbedaan antara organisasi Islam maupun keputusan pemerintah.

Untuk tahun 2026 atau 1447 Hijriah, sejumlah perhitungan kalender Islam menunjukkan bahwa Idul Fitri kemungkinan jatuh pada akhir Maret.

Namun tanggal pastinya masih bergantung pada hasil pengamatan hilal yang menjadi metode utama penentuan awal bulan hijriah.

Baca Juga: Jadwal Sidang Isbat Lebaran 2026 pada 19 Maret, Pemerintah Tentukan Awal 1 Syawal 1447 Hijriah Melalui Hisab dan Rukyat di Indonesia

Di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU), penentuan awal bulan dilakukan melalui rukyatul hilal, yakni proses melihat secara langsung bulan sabit muda setelah matahari terbenam pada hari ke-29 Ramadan.

Pengamatan ini biasanya dilakukan di berbagai titik pemantauan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Jika hilal terlihat dan memenuhi kriteria yang ditetapkan, maka keesokan harinya langsung ditetapkan sebagai awal bulan Syawal.

Namun jika hilal tidak dapat terlihat, maka bulan Ramadan akan disempurnakan menjadi 30 hari.

Baca Juga: Ternyata Inilah Sejarah Opor Ayam Jadi Menu Khas Lebaran

Berdasarkan sejumlah kajian astronomi, ada kemungkinan posisi hilal pada akhir Ramadan tahun ini masih berada di bawah kriteria yang memungkinkan untuk terlihat dengan jelas.

Jika kondisi tersebut terjadi, maka Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari.

Dalam skenario tersebut, Idul Fitri 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Meski demikian, tanggal ini masih berupa prediksi karena keputusan final tetap menunggu hasil pengamatan langsung.

Baca Juga: Polisi Petakan Tiga Titik Rawan Macet di Jalur Arteri Tangerang - Serang Saat Mudik Lebaran

Penetapan resmi awal bulan Syawal di Indonesia biasanya dilakukan melalui sidang isbat yang digelar pemerintah menjelang akhir Ramadan.

Sidang ini melibatkan para ulama, ahli astronomi, serta perwakilan organisasi Islam.

Dalam forum tersebut, data perhitungan astronomi akan dipadukan dengan laporan hasil rukyatul hilal dari berbagai daerah.

Hasil pembahasan tersebut kemudian menjadi dasar keputusan resmi mengenai kapan masyarakat Indonesia merayakan Idul Fitri.

Baca Juga: Cara Tetap Bugar Saat Membersihkan Rumah Menjelang Lebaran agar Tidak Mudah Lelah

Perbedaan tanggal Lebaran sebenarnya bukan hal baru di Indonesia.

Hal ini terjadi karena adanya perbedaan metode yang digunakan dalam menentukan awal bulan hijriah.

Sebagian organisasi menggunakan metode hisab atau perhitungan astronomi sebagai dasar utama.

Sementara organisasi lain menekankan pentingnya pengamatan langsung terhadap hilal sebelum menetapkan awal bulan.

Baca Juga: Tips Mengatur Pola Makan Sehat Saat Menjelang Lebaran agar Tubuh Tetap Bertenaga

Perbedaan pendekatan tersebut kadang menghasilkan tanggal yang tidak sama.

Namun dalam banyak kesempatan, Lebaran juga sering kali dapat dirayakan secara bersamaan ketika hasil perhitungan dan pengamatan hilal menunjukkan waktu yang sama.

Meski masih berupa prediksi, informasi mengenai kemungkinan tanggal Lebaran tetap menarik perhatian masyarakat.

Banyak orang mulai merencanakan perjalanan mudik, libur kerja, hingga berbagai kegiatan keluarga menjelang hari raya.

Baca Juga: Lebaran Sebentar Lagi! Ini Alasan Tradisi Mudik di Indonesia Selalu Dinanti

Idul Fitri sendiri merupakan momen penting bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Hari raya ini identik dengan tradisi saling memaafkan, berkumpul bersama keluarga, serta mempererat hubungan silaturahmi.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk menunggu pengumuman resmi mengenai penetapan 1 Syawal yang akan disampaikan pemerintah setelah sidang isbat digelar.

Keputusan tersebut nantinya menjadi acuan nasional bagi pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri di Indonesia.

Baca Juga: Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Muhammadiyah Resmi Tetapkan Idul Fitri 1447 H, Ada Potensi Libur 'Long Weekend' 7 Hari!

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.