107 Orang Simpatisan JAD dan JI Gelar Ikrar Setia ke NKRI

AKURAT BANTEN - Sebanyak 107 mantan simpatisan Jamaah Islamiyah (JI) dan Jamaah Anshorut Daulah (JAD) melakukan ikrar setia kepada NKRI.
Kegiatan tersebut berlangsung di aula PUPR Provinsi Banten, Kota Serang.
Dalam kegiatan tersebut, mereka melakukan pembacaan Pancasila dan penghormatan kepada bendera merah putih.
Baca Juga: Komisi III DPR Beri Catatan kepada Jajaran Polri untuk Jaga Netralitas di Pemilu 2024
Direktur pencegahan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri, Brigjen Polisi Tubagus Ami Prindani mengatakan, ikrar tersebut merupakan upaya menyelesaikan pemidanaan tanpa penegakan hukum.
Menurutnya, bagaimanapun juga pada saat mereka (simpatisan) bergabung dengan jaringan teror, sudah melakukan sumpah baiat dan sebenarnya hal itu sudah masuk dalam unsur pidana.
"Namun demikian kadang-kadang mereka bergabung itu juga hanya ikut-ikutan hanya terpaksa atau ketidaktahuan sehingga pada saat kita berikan penjelasan sosialisasi mereka sadar mau kembali," katanya, Rabu (15/11/2023).
Lanjut Ami, hal ini salah satu upaya untuk mengembalikan mereka agar kembali ke masyarakat.
Baca Juga: Sempat Terdengar Suara Bergemuruh, Jalan Penghubung Desa di Banjarsari Lebak Terputus
"Karena pada saat mereka masih terikat dengan sumpahnya dengan baiknya itu dia akan eksklusif dia akan terbawa terus dengan ajaran-ajaran yang diberikan oleh pimpinannya dan itu sangat bertentangan dengan ajaran yang moderat dengan ajaran dan norma-norma sendiri kehidupan yang ada di NKRI," ucapnya.
Lebih lanjut, karena hal tersebutlah pihaknya harus melakukan upaya itu supaya jelas kemudian setelah acara lepas bayar itu mereka bisa mendapatkan kembali hak-haknya sebagai warga negara.
"Jadi bisa memberi diberikan bantuan sosial bisa mengikuti program-program yang lain kita bantu untuk pembuatan KTP serta hak-hak yang lainnya. Jadi ini memang perlu supaya ada kejelasan dan juga ini upaya kita untuk terus menekan yang masih tergabung supaya mereka juga semuanya ikut kembali," cetusnya.
Baca Juga: Pasangan Capres-Cawapres 2024 Dikawal 74 Polisi, Termasuk Istrinya
Ami menegaskan, akan terus melakukan pembinaan kepada mantan simpatisan tersebut dengan berbagi kegiatan.
"Pembinaan nanti diajak pengajian oleh ustad-ustad moderat jangan sampai kosong, memberikan kegiatan-kegiatan program yang lain supaya mereka tidak kembali," ungkapnya.
Sebab kata dia, hal ini menjadi tanggung jawab bersama semua stakeholder yang terlibat termasuk dengan kepolisian wilayah dan pemerintahan wilayah.
"Semuanya akan bersama-sama tentu sudah bukan di pantau lagi ya hanya memberikan kegiatan-kegiatan program yang lain supaya mereka tidak kembali karena kadang-kadang masih ada upaya juga dari kelompok yang lama untuk menarik kembali nah ini yang harus kita jaga," tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Krisis Selat Hormuz Bisa Ubah Ekonomi Global Selamanya, Dunia Mulai Tinggalkan Minyak Teluk
- 10Perang Berbalik Arah? Ukraina Mulai Rebut Wilayah Rusia Berkat Serangan Drone Mematikan



