Warga Calingcing Kota Serang Keluhkan Aliran Sungai Dirusak Ekskavator, Lurah Tembong Nggak Mau Tahu

AKURAT BANTEN - Aktivitas proyek pengerukan aliran sungai di lingkungan Calingcing Pasir Kali, Kelurahan Tembong, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang membuat warga sekitar resah.
Adanya pengerjaan proyek menggunakkan alat berat yang mengakibatakan kerusakan alam itu, menjadi perhatian serius. Sebab menurut warga setempat, air dari sungai itu masih kerap digunakan warga untuk kepentingan sehari-hari.
Menurut seorang warga, Marid Jamsari, aktivitas perusakan sungai itu juga dikhawatirkan membuat aliran air menjadi dangkal yang berpotensi menyebabkan banjir saat musim hujan.
Baca Juga: PWI Serang Raya Gelar Doa, Santunan, dan Buka Bersama untuk Anak Yatim di Bulan Ramadan
"Disebutnya sungai biasa aja. Biasanya tempat mandi. Orang di lingkungan sini mah mandinya di sini," ujar Marid di lokasi, Kamis (13/3/2025).
Kekhawatirannya Marid semakin bertambah, jika aliran sungai itu ditutup dan tidak segera dinormalisasi, akan mengakibatkan air menggenang dan dapat mengalir ke pemukiman warga menjadi penyebab banjir.
"Dampaknya ke warga banyak kalau sampe kali ini tidak dinormalisasi. Haduh, hancur aja kalo hujan. Bayangin, air mau kemana nanti?," ucap Marid dengan nada cemas.
Selain itu, Marid juga menyoroti dampak kerusakan dari sungai tersebut terhadap lahan pertanian. Khususnya di area sawah yang mengandalkan aliran air itu tidak dapat digarap lagi karena sumbernya yang terbendung.
"Kebendung di sana sumbernya. Jadi sawah nggak bisa digarap. Yang pasti, kondisi ini semakin memperburuk kehidupan sehari-hari warga yang mengandalkan sungai sebagai sumber air untuk kesehariannya," cetusnya.
Sementara itu, Lurah Tembong, Okti, tidak menghiraukan kekhawatiran warganya karena menganggap ativitas yang merusak alam itu bukan sebuah sungai, melainkan hanya saluran air biasa.
Baca Juga: Diimingi Dana CSR, Pemkot Serang Relakan Cagar Budaya Banten Digarap PIK 2
"Saya tahu, itu hanya aliran air biasa. Dari tahun 2016 ke 2017, di sini saya sebagai Kasie Pemerintahan, jadi saya tahu masyarakat saya gimana. Kalau masalah kali,tidak ada itu. Hanya aliran sungai biasa. Hanya untuk pembuangan gitu saja atau hanya air biasa dan tidak deras," kata Okti.
Hal itulah yang membuatnya berinisiasi membuat Kampung Resik, itu karena masyarakat sering kali membuang sampah di situ. "Karena memang untuk apa juga masyarakat di situ. Cintailah sama lingkungan," imbuhnya.
Namun, saat disinggung terkait adanya proyek pembangunan di wilayah Calingcing tersebut, Okti seakan tak ingin mengetahui tujuan dari pengerjaan yang terlihat seperti pengurukan tanah.
Baca Juga: Kehabisan Uang Baru di pintar.bi.go.id? Coba Tukar Uang Baru di Bank Mandiri, Cuma Bawa KTP Saja
"Yang saya tau itu bukan buat perumahan. Desas desus buat ini, buat itu, saya kurang tau. Ada staf saya pak Maman di lokasi yang tahu. Informasinya cari saja ke pak Maman," ungkap Octi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









