Banten

Pasien Rehabilitasi Narkoba Ngamuk, Nekat Kabur Dari Tempat Panti

Lufaefi | 3 September 2023, 22:48 WIB
Pasien Rehabilitasi Narkoba Ngamuk, Nekat Kabur Dari Tempat Panti

AKURAT BANTEN - Sejumlah pasien rehabilitasi narkoba di Jalan Ir H Juanda, Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel) mengamuk, berusaha kabur dari panti.

Puluhan pasien itu mengamuk dengan cara merusak fasilitas panti Yayasan Sahabat Foundation dan juga mengancam penjaga yang ada di lokasi. Aksi para pasien itu terekam CCTV.

Dwi Mecca Arista, Kordinator Program Rehabilitasi mengatakan, peristiwa ngamuknya pasien terjadi pada Sabtu 2 September 2023 dinihari sekira pukul 01.00 WIB, berawal saat salah seorang pegawai hendak memeriksa kondisi pasien di kamar.

Namun, saat pegawai itu ingin memotret untuk laporan, tiba-tiba memiting leher petugas.

"Saat mau ambil foto buat laporan, tiba-tiba dari arah belakang muncul beberapa pasien lain terus langsung memiting leher pegawai kita, sambil diancam dan lehernya diteken pakai potongan besi," kata Dwi, Minggu (3/9/2023).

Baca Juga: Proyek Saluran Air Pondok Pinang Baru Kelar Akhir November, Warga Tangsel Pening Macet dari Flyover Ciputat

Dwi mengungkapkan, dalam video rekaman CCTV di lokasi terlihat petugas diikat menggunakan tali sepatu di ruangan yang berada di lantai 3. Kemudian, para pasien bergegas mengambil kunci untuk membuka kamar.

Aksi para pasien itu membuat gaduh tempat rehab, sehingga pegawai panti yang berada di lokasi terbangun dan langsung menuju lantai tempat pasien beraksi.

"Pas dengar suara gaduh saya bangun, saya lihat pasien rame sudah keluar kamar," ungkapnya.

Melihat kejadian itu, Dwi bersama sembilan petugas lainnya langsung keluar gedung dan meminta pertolongan kepada satpam bank yang berada di sebelah panti dan juga warga di lingkungan sekitar.

"Engga lama di luar gedung sudah dipenuhi warga yang bersiaga membantu menghalau amukan pasien. Untungnya kunci masuk di lantai 1 engga bisa dijebol," ucapnya.

Di tempat rehabilitasi narkoba itu, Dwi menuturkan, ada sekira 30 pasien dan beberapa diantaranya perempuan.

"Semua ada sekitar 30 an pasien titipan. Ada pasien rujukan dari kantor rehab lain, ada juga rujukan dari kepolisian.

Baca Juga: Terungkap! Korban Penculikan Oknum Paspampres di Rempoa Jual Tramadol

Tak lama kemudian, Polisi datang dan membantu melakukan negosiasi dengan para pasien yang dibatasi oleh pintu masuk kantor.

“Jadi kita dibantu polisi dan mencoba meredam amukan mereka, kita dari luar dan mereka di dalam dengan dibatasi akses masuk kantor. Pasien semua teriak-teriak dari dalam,” ujarnya.

Demi menghindari amukan meluas, kata Dwi, pihaknya memberikan pilihan kepada binaan rehab, untuk tinggal atau pergi dengan tertib.

Dari hasil negosiasi itu, akhirnya 20 orang binaan memilih untuk pergi, dan sisanya bertahan untuk tetap ikut rehabilitasi.

Karena pihak kepolisian juga nggak mau nanti malah meluas keluar dan terjadi apa-apa, akhirnya kita dari yayasan berikan 2 pilihan, mau pulang atau tinggal. Yang 20 pasien akhirnya memilih pergi, dan kita tidak bisa halangi karena hasil mediasinya seperti itu,” tukasnya.

Di lokasi yang sama, Noviyanto, salah seorang staf panti mengungkapkan, sebelum berlangsung negosiasi, tiga orang pasien berhasil melarikan diri dari tempat panti dengan cara melompat dari lantai empat
Tetapi, dua orang pasien berhasil diamankan oleh warga.

"2 pasien ketangkep warga, tapi yang 1 lagi berhasil kabur itu pasien rujukan dari Polisi," tandasnya. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Lufaefi
T