Kasus ISPA di Kabupaten Tangerang Meningkat, Akibat Polusi Buruk

AKURAT BANTEN - Angka peningkatan penderita penyakit ISPA yang dialami masyarakat meningkat tajam dan meroket.
Menurut Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan penderita penyakit ISPA meningkat pada saat ini, seiring perkembangan polusi buruk di Jabodetabek.
Penyakit ISPA dapat menyebabkan penderita mengalami TBC (tuberkulosis), pneumonia, infeksi paru klinis, hingga kanker paru-paru.
"Kasus penyakit ISPA sedang tinggi saat ini, karena polusi udara yang sedang buruk, khususnya di Jabodetabek," kata Budi Gunadi Sadikin saat berkunjung ke Tangerang, yang dikutip pada Jumat (22/9/2023).
Baca Juga: Gegara Kemarau Akibat El Nino, 2.226 Warga Kota Serang Kena ISPA
Sementara kasus ISPA yang diderita masyarakat Kabupaten Tangerang cukup tinggi penyebarannya, dan merata hampir di seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Tangerang dalam tiga tahun terakhir.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dari 10 penyakit utama yang banyak menyerang masyarakat, ada 3 penyakit yang berpotensi besar disebabkan oleh kualitas udara yang buruk.
Kualitas udara buruk salah satunya disebabkan polusi dari asap kendaraan truk dan kontainer.
Ketiga penyakit tersebut, yakni Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), batuk dan juga pilek. Jumlah masyarakat yang memiliki penyakit tersebut cukup fantastis dalam 3 tahun terakhir.
Pada 2020, jumlah penderita ISPA menembus angka 100 ribu jiwa, yaitu 106.060 orang. Jumlah penderita pilek 32.506 dan batuk sebanyak 28.485 orang.
Baca Juga: Menkes Budi Gunadi Sebut Pasien BPJS Kesehatan Penderita ISPA Melonjak akibat Polusi Udara
Kemudian untuk data penyakit yang diderita warga Kabupaten Tangerang selama 2021 sebanyak 29.144 orang, penderita batuk ada 33.255 orang dan penderita ISPA sebanyak 88.237 jiwa.
Terbaru, sebanyak 23 pasien yang menderita kasus ISPA telah ditangani Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang selama Juli 2023.
Sementara untuk jumlah pasien ISPA yang ditangani RSUD Kabupaten Tangerang untuk bulan Agustus 2023, masih dalam tahap pendataan.
Banyaknya jumlah pasien ISPA yang menjalani pengobatan di RSUD Kabupaten Tangerang itu berkaitan dengan buruknya kualitas udara di wilayah Jabodetabek.
"Untuk penanganan kasus ISPA di RSUD Kabupaten Tangerang selama periode Juli 2023 saja terdapat 23 pasien, dengan rincian 12 kasus infeksi saluran pernapasan bagian atas akut, 5 kasus faringitis akut, 3 kasus tonsilitis akut, 3 kasus laringitis dan trakeitis akut," papar Kepala Instalasi Hukum Publikasi dan Informasi (HPI) RSUD Kabupaten Tangerang, dr Hilwani. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





