Implementasi Makan Bergizi Gratis Belum Merata, Dindikbud Tangsel Masih Tunggu Juknis

AKURAT BANTEN - Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) belum merata. Pada awal 2025 ini, baru 7 sekolah yang dapat terakomodir kebutuhannya oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.
Diketahui, pelaksanaan perdana MBG di Tangsel dilaksanakan pada Senin (06/01/2025). Ketujuh sekolah yang telah terdistribusikan itu meliputi 7 sekolah yang meliputi 5 sekolah dasar (SD), 1 sekolah menengah pertama (SMP) dan 1 sekolah menengah atas (SMA) di Kota Tangsel.
Baca Juga: Mengintip Menu Makan Bergizi Gratis Hari Pertama di Tangsel
Pada implementasi perdananya, kebutuhan program makan bergizi gratis itu masih seluruhnya diakomodir oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Sedangkan Pemkot Tangsel, masih menunggu petunjuk teknis dari Pemerintah Pusat.
"Semuanya dari Badan Gizi Nasional sambil kami menunggu juknis buat keberlanjutannya seperti apa khusus di sekolah sekolah lain," ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbu) Kota Tangsel Deden Deni.
Baca Juga: MBG Belum Dimulai, Sekolah Sudah Paksa Siswa Beli Wadah Makanan Rp60 ribu, BGN: Itu Pungutan Liar
Sebagai informasi, tujuh sekolah yang sudah menerapkan MBG itu berisi sekitar 3 ribu siswa. Belum ada setengahnya dari total keseluruhan jumlah siswa TK hingga SMP di Kota Tangsel yang berjumlah 235 ribu siswa.
"Kami juga aktif konsultasi, koordinasi dengan BGN, yang penting berjalan. Karena saking banyaknya ada 235 ribu siswa dari jenjang TK sampai SMP sesuai kewenangan," tuturnya.
Baca Juga: Pemkot Tangsel Tambah Alokasi Anggaran untuk Program MBG Menjadi Rp139 Miliar
"Tapi kalau jumlah siswa sudah kita petakan disetiap sekolah," sambungnya.
Meski demikian, kata Deden pelaksanaan perdana MBG di Kota Tangsel yang dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) itu berjalan dengan lancar.
Baca Juga: Gibran Tinjau MBG di SMKN 3 Kota Tangerang, Berikut Sajian Menunya
"Tidak ada kendala, lancar karena memang sebelumnya diberitahu dari BGN, sekolah mana yang menjadi objek dari makan bergizi gratis, jadi waktu pelaksanaannya tidak ada kendala, mulai dari distribusi ke sekolah, dari sekolah ke masing-masing kelas," ujar Deden.
Meski demikian, kata Deni, Dindik bersama BGN akan mengevaluasi jalannya hari pertama pelaksanaan MBG guna menyempurnakan proses implementasi program pemerintah pusat tersebut.
"Sukses tadi saya tanya ke guru, makanan tidak sisa. Berarti kan menunya sesuai dengan anak anak antusias makan bergizi ini," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









