Tak Ingin Warganya Kena DBD, Pemkot Tangerang Turunkan Pasukan Gedor Sarang Nyamuk!

AKURAT BANTEN - Dalam upaya memberantas penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Provinsi Banten, resmi meluncurkan gerakan “Baba Resik 10.10” atau Bersama Berantas Sarang Nyamuk dan Jentik, pada peringatan Hari Demam Berdarah ASEAN (ASEAN Dengue Day) yang digelar di GOR Cibodas, Jumat (4/7).
Gerakan ini merupakan simbol komitmen dan semangat gotong royong masyarakat untuk menciptakan lingkungan sehat, sekaligus mencegah penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti.
Baca Juga: Waspada Penyakit DBD, Kemenkes Ungap Jumlah Kasus Tembus 76 Ribu Selama Tahun 2024
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, dalam sambutannya mengatakan bahwa kesehatan adalah tanggung jawab bersama.
Ia menekankan pentingnya partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari individu hingga komunitas, dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.
“Menjaga kesehatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua, mulai dari diri sendiri, keluarga, sampai lingkungan sekitar,” ujar Sachrudin.
Ia juga menegaskan bahwa Pemkot Tangerang terus menghadirkan berbagai inovasi dalam bidang kesehatan.
Di antaranya adalah pemerataan akses layanan kesehatan, mulai dari tingkat dasar hingga layanan rujukan lanjutan, agar seluruh warga dapat menikmati fasilitas kesehatan secara merata.
Dengan diluncurkannya Baba Resik 10.10, Pemkot Tangerang juga mengajak masyarakat untuk memulai gaya hidup bersih dan sehat dari lingkungan rumah masing-masing.
“Dengan semangat perubahan dan kesadaran untuk hidup bersih mulai dari diri sendiri, kita optimistis masyarakat Tangerang akan semakin sehat dan sejahtera,” kata Sachrudin.
Fokus pada 10 Titik Potensi Sarang Nyamuk
Baca Juga: Puskesmas Carita Pandeglang Gelar Aksi Wawar, Berikut Tips Cegah DBD!
Sebagai bagian dari gerakan Baba Resik 10.10, masyarakat diajak untuk melakukan aksi bersih-bersih serentak yang menyasar 10 titik potensial berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD.
Titik-titik tersebut meliputi:
1. Tampungan air dispenser
2. Tampungan air kulkas
3. Tempat minum hewan peliharaan
Baca Juga: Pengobatan dan Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD)
4. Tatakan pot bunga
5. Vas tanaman berisi air
6. Tampungan air dari AC
7. Pakaian yang digantung
8. Ember atau bak mandi
9. Barang bekas yang bisa menampung air
10. Tempat sampah dan genangan air
Langkah ini dinilai penting karena jentik nyamuk Aedes kerap berkembang biak di tempat-tempat tersembunyi dan luput dari perhatian.
Baca Juga: Waspada Terhadap Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, menambahkan bahwa DBD merupakan masalah kesehatan serius yang masih menjadi ancaman nasional, bahkan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan baik.
Menurutnya, pencegahan DBD tidak cukup hanya mengandalkan fogging atau penyemprotan nyamuk, tetapi harus melibatkan seluruh masyarakat secara aktif.
“Maka, Baba Resik 10.10 dihadirkan untuk menguatkan semua upaya tersebut dan sekaligus memadukan dengan pencegahan dan pengendalian leptospirosis yang sama-sama disebabkan faktor lingkungan,” jelas dr. Dini.
Dinkes Kota Tangerang juga sudah menjalankan berbagai program preventif, termasuk pelayanan di 39 puskesmas, edukasi masyarakat melalui media sosial, distribusi larvasida, serta program “Satu Rumah Satu Jumantik”.
Gerakan Baba Resik 10.10 menjadi bagian integral dari strategi Pemkot Tangerang dalam menciptakan kota yang bersih, sehat, dan bebas dari penyakit berbasis lingkungan.
Baca Juga: Kasus DBD di Lebak Meningkat, Empat Orang Meninggal Dunia
Melalui kolaborasi pemerintah dan masyarakat, Kota Tangerang optimistis bisa menekan angka DBD secara signifikan.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






