Banten

Penjual Bendera Merah Putih di Tangerang Bingung Padahal Sebentar Lagi HUT RI ke 80, Ternyata Alasannya Ini

Andi Syafriadi | 5 Agustus 2025, 13:02 WIB
Penjual Bendera Merah Putih di Tangerang Bingung Padahal Sebentar Lagi HUT RI ke 80, Ternyata Alasannya Ini

AKURAT BANTEN – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, para pedagang bendera musiman mulai bermunculan di sepanjang Jalan Raya Cikupa–Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten.

Mereka menjajakan berbagai atribut kemerdekaan, seperti bendera Merah Putih, umbul-umbul, background bergambar garuda, hingga aksesoris kendaraan.

Baca Juga: Bendera One Piece Viral Jelang HUT RI ke 80, Polda Banten Ambil Alih Agar Bendera Merah Putih Tetap Berkibar

Namun, ada hal tak biasa tahun ini. Sejumlah pedagang mengaku omzet mereka turun drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Salah satu penyebabnya adalah viral-nya tren bendera One Piece yang ramai diperbincangkan di media sosial menjelang 17 Agustus.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa puluhan pedagang, sebagian besar berasal dari Garut, Jawa Barat, berjajar rapi di trotoar sepanjang sekitar 7 kilometer.

Namun alih-alih laris manis seperti tahun lalu, kali ini mereka mengeluhkan pembeli yang justru mencari bendera One Piece.

“Banyak yang nanya bendera One Piece, tapi kami enggak jual itu. Kami tetap jual Merah Putih untuk menghormati para pahlawan,” ujar Deden, pedagang bendera yang sudah lima tahun berjualan tiap musim Agustusan.

Deden mengaku pendapatannya tahun ini anjlok hingga 50%.

“Biasanya bisa dapat Rp 1 juta per hari, sekarang paling Rp 500 ribuan,” ungkapnya pada Senin (4/8/2025).

Selain bendera bajak laut dari serial anime One Piece, Deden juga menyebut bahwa penjualan online kini menjadi pesaing berat.

Baca Juga: Bukan Simbol Perlawanan, Ternyata Ini Alasan Bendera One Piece Berkibar Jelang HUT RI ke 80

Banyak warga yang memilih membeli atribut kemerdekaan lewat e-commerce karena lebih praktis dan variatif.

Pedagang lainnya, Asep, mengungkapkan hal senada.

“Anak muda lebih suka cari yang viral, mereka malah nanya-nanya bendera One Piece. Akhirnya Merah Putih malah kurang diminati,” katanya.

Ia mencatat penurunan omzet sekitar 40%, dari biasanya Rp 1 juta per hari kini hanya setengahnya.

Baca Juga: Viral! Fenomena Bendera One Piece Berkibar Jelang 17 Agustus 2025, Apakah Wujud Kekecewaan Warga?

Harga atribut kemerdekaan yang dijual bervariasi. Bendera Merah Putih dibanderol mulai dari Rp 25.000 hingga Rp 70.000, tergantung ukuran.

Umbul-umbul dijual Rp 20.000–Rp 30.000, background garuda antara Rp 200.000 hingga Rp 300.000, dan aksesoris kendaraan mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 35.000.

Bendera bajak laut khas One Piece, lengkap dengan tengkorak dan topi jerami, menjadi fenomena nasional setelah banyak diunggah di media sosial.

Sebagian orang bahkan mengibarkannya menjelang HUT RI ke-80, meski tindakan ini menuai kecaman.

Beberapa pengamat menilai tren ini sebagai bentuk kritik terhadap simbolisasi negara, atau sekadar bentuk ekspresi budaya pop dari generasi muda.

Namun banyak juga yang menganggap pengibaran bendera fiksi dalam konteks kenegaraan sebagai tidak pantas dan melanggar norma sosial.

Meski tren bendera One Piece terus ramai dibicarakan, para pedagang berharap masyarakat tetap menomorsatukan Merah Putih sebagai simbol resmi kemerdekaan.

“Semoga menjelang 17 Agustus penjualan meningkat lagi. Biar bagaimanapun, yang wajib dikibarkan itu tetap bendera negara kita,” tutup Deden.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.