Perang Iran-Israel Meletus, Siap-siap Harga BBM di Tangerang Ikut Terkerek?

AKURAT BANTEN– Dunia sedang menahan napas. Eskalasi militer besar-besaran antara Iran melawan aliansi Israel dan Amerika Serikat yang pecah pada akhir Februari 2026 kini mulai mengirimkan gelombang kejut ekonomi hingga ke tanah air.
Bagi warga Tangerang, konflik di Timur Tengah ini bukan sekadar berita di layar televisi, melainkan ancaman nyata bagi harga kebutuhan pokok dan tarif transportasi harian.
Jalur Urat Nadi Minyak Dunia Terancam
Pemicu utama kekhawatiran ini adalah posisi geografis Iran yang menguasai Selat Hormuz. Jalur sempit ini adalah urat nadi perdagangan minyak mentah dunia.
Begitu perang meletus, ancaman penutupan selat ini langsung membuat harga minyak mentah dunia meroket melewati ambang batas normal.
Bagi Indonesia, yang merupakan negara pengimpor minyak (net oil importer), kenaikan harga minyak mentah dunia adalah "lampu kuning" bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Jika subsidi tidak lagi sanggup menahan beban, maka penyesuaian harga BBM nonsubsidi maupun subsidi menjadi opsi yang sulit dihindari.
Baca Juga: Waspada! Maling Kini Incar Sinyal Motor Keyless: Benda Kecil Ini Bisa Jadi Penyelamat atau Petaka
Dampak Nyata di Tangerang: Dari Angkot hingga Harga Pasar
Mengapa warga di wilayah seperti Cibodas, Jatiuwung, hingga Serpong harus waspada? Berikut adalah rantai dampaknya:
Tarif Transportasi: Jika harga BBM naik, biaya operasional angkutan kota (angkot) dan ojek online di wilayah Tangerang akan langsung menyesuaikan.
Ini tentu memberatkan bagi kaum komuter yang setiap hari mengandalkan transportasi umum menuju Jakarta.
Harga Bahan Pokok: Tangerang sangat bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah. Biaya logistik pengiriman sayur, beras, dan daging menggunakan truk akan membengkak seiring naiknya harga solar.
Biaya Produksi Industri: Sebagai kota industri, pabrik-pabrik di Tangerang yang menggunakan bahan bakar minyak untuk mesin produksinya akan menghadapi kenaikan biaya yang berujung pada kenaikan harga jual produk.
Baca Juga: Ramadhan 1447 H dan Pendidikan Karakter: Menata Hati, Mengasah Prestasi
Langkah Pemerintah dan Kewaspadaan Masyarakat
Pemerintah pusat saat ini tengah memantau ketat pergerakan harga minyak dunia pasca serangan udara ke fasilitas nuklir Iran.
Langkah-langkah mitigasi sedang disiapkan agar daya beli masyarakat tidak ambruk.
Namun, bagi kita di daerah, bijak dalam mengatur pengeluaran adalah kunci.
Situasi di Timur Tengah masih sangat dinamis dan sulit diprediksi kapan akan mereda (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
- 10Prediksi Australia vs Turki: Adu Generasi Baru di Laga Pembuka Grup D





