Komoditi Kelapa Masih Menjadi Primadona Ekonomi di Lebak

AKURAT BANTEN - Komoditi kelapa di wilayah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, masih menjadi primadona ekonomi bagi petani.
"Hingga kini kami mengembangkan perkebunan kelapa sekitar 5.000 meter per segi, karena permintaan pasar cukup tinggi," kata Amin (55) petani di Kecamatan Bojongmanik, Kabupaten Lebak, Selasa (19/9/2023).
Pendapatan petani cukup terbantu dari hasil produksi komoditi kelapa, sehingga mampu meningkatkan perekonomian karena dalam sebulan bisa menjual sekitar 2.000 butir dengan rata-rata 40 butir per pohon.
Baca juga: Kisah Masa Kejayaan Band Koes Plus di Blantika Musik Pop Indonesia, Yang Kini Sudah Menjadi Kenangan
Saat ini, kata dia, harga kelapa dalam ditampung oleh pengepul di Rangkasbitung Rp3.000 per butir .
"Saya kira pendapatan Rp6 juta itu sangat membantu ekonomi keluarga," tambah Amin.
Rohman (60) petani lainnya dri Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak mengaku, memiliki perkebunan kelapa seluas satu hektare, dan bisa menjual ke penampung sebanyak 4.000 buah butir/bulan dengan pendapatan sekitar Rp7,5 juta/ bulan.
"Kami bisa menyekolahkan anak-anak hingga perguruan tinggi dari hasil penjualan! perkebunan kelapa dalam itu," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar mengatakan pemerintah daerah terus mendorong masyarakat mengembangkan perkebunan kelapa, selain hortikultura, palawija maupun padi.
Baca juga: Mati Listrik Sekitar 2 Jam, Fasilitas Bandara Soetta Tangerang Sempat Lumpuh
Saat ini luasan perkebunan kelapa milik masyarakat sekitar 23.136 hektare dan di 28 kecamatan.
Tanaman kelapa hingga kini menjadi andalan ekonomi petani dan dapat menyejahterakan masyarakat juga bisa menekan angka kemiskinan. Bahkan, produksi komoditi kelapa di Kabupaten Lebak dipasok ke luar daerah, seperti Jakarta, Tangerang dan Bogor.
"Kami minta petani terus memperluas budidaya kelapa dalam sebagai andalan petani untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”









