El Nino Biang Keladi Kenaikan Harga Komoditas Beras di Indonesia

AKURAT BANTEN - Fenomena El Nino membawa dampak produksi petani turun dan kenaikan harga komoditas beras di Indonesia.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten, Agus M Tauchid mengatakan, fenomena El Nino terjadi di Indonesia.
Ia menyebut, provinsi yang juga jadi sentra padi seperti Jawa Timur dan Jawa Barat juga terdampak El Nino yang mengakibatkan kenaikan harga beras ini telah menjadi masalah nasional.
Baca juga: Viral! Selebgram Seks Educate Tertular Penyakit Kelamin Gonore karena Gonta Ganti Pasangan
“Saya katakan penurunan, bukan kehilangan. Di mana kondisi ekstrem El Nino ini terjadi di tiga bulan ini, yaitu Agustus, September, dan Oktober. Dampaknya ini seperempak secara nasional, kecuali di Banten El Nino, di Jawa Barat tidak,” ucapnya, Jumat (6/10/2023).
Menurutnya, terjadinya kenaikan komoditas beras saat ini dipengaruhi oleh fenomena El Nino di sejumlah wilayah yang membuat produktivitas petani menjadi turun.
“Saat ini kita tengah menghadapi masa El Nino, sumber air kita mulai berkurang yang tentunya akan berpengaruh kepada proses produksi, akibatnya maka terjadi penurunan luas panen dan luas tanam,” ungkapnya.
Kata Agus, saat ini terjadi kenaikan pada harga Gabah Kering Panen atau GKP yang mencapai hingga Rp7.000 perkilogramnya.
Sebelumnya, harga GKP hanya dikisaran Rp5.000 perkilogramnya, namun karena El Nino ada kenaikan harga lantaran produktivitas petani menurun.
Baca juga: Anak Anggota DPR RI Mabuk, Bunuh Pacarnya di Basement Tempat Karaoke
“Nah sekarang harga GKP di atas Rp6.000 menandakan berarti demand sedang tinggi, berdasarkan hukum ekonomi kalau di demand tinggi maka harga naik dan saya akui betul kita di bulan Agustus, September, Oktober betul ada panen, tetapi tidak sebanyak tahun kemarin,” ucapnya.
Karena El Nino juga saat ini menjadi kendala yang mengakibatkan hasil panes di Banten tidak dapat diserap dengan baik, sehingga hal itu terserap oleh daerah lainnya seperti Jawa Barat, Jawa Timur dan Lampung.
Agus menjelaskan, kewenangan alur perdagangan diatur oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan sehingga dirinya belum mendapatkan data distribusi gabah baik yang masuk maupun keluar dari Provinsi Banten.
“Kita tidak bisa batasi, hei jangan beli gabah dari Banten atau sebaliknya. Karena mereka juga memiliki mekanisme pasar,” tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 2Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 3Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 4Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 5Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 6Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 7Roy Suryo Buka Suara: Sebut Polisi 'Terpaksa' Umumkan P21 Kasus Ijazah Jokowi, Ada Apa?
- 8Disebut 'Ngajak Perang' oleh Kubu Jokowi, Roy Suryo Balik Polisikan Advokat Lechumanan!
- 9Krisis Selat Hormuz Bisa Ubah Ekonomi Global Selamanya, Dunia Mulai Tinggalkan Minyak Teluk
- 10Perang Berbalik Arah? Ukraina Mulai Rebut Wilayah Rusia Berkat Serangan Drone Mematikan







