Dinkes dan Dinsos Lebak Datangi Gubuk Reyot Satu Keluarga Lumpuh di Cikulur

AKURAT BANTEN - Dinas Sosial bareng Dinkes Lebak, Banten mengunjungi Abdul Rohman, warga Desa Curugpanjang, Kecamatan Cikulur, yang menderita kelumpuhan sekeluarga dan tinggal digubuk reyot.
"Dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan Puskesmas akan ke lokasi melihat kondisi," kata Pj Bupati Lebak Iwan Kurniawan, Jumat (12/1/2024).
Iwan mengungkapkan, pemerintah akan memberikan bantuan pada satu keluarga yang mengalami penyakit kelumpuhan. Bantuan tersebut berupa sembako dan pemeriksaan kesehatan.
Baca Juga: Lucinta Luna Tobat! Menyebut Dirinya Bang Fatah Dengan Tampilan Kumis Dan Brewok
"Keluarga tersebut sudah diberikan bantuan baik sembako dan kesehatan. Kami akan tingkatkan lagi perhatian dan dukungannya," ungkapnya
Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lebak, Banten, Eka Darmana Putra menyatakan, akan membantu dan memfasilitasi warga yang menderita lumpuh di Desa Curugpanjang, Kecamatan Cikulur.
"Kita bantu, kita fasilitasi, dan diupayakan terus melalui koordinasi dengan pihak Dinkes dan RSUD untuk pengobatannya," katanya, kepada Akurat Banten.
"Ya selagi bisa dan mampu pasti kita bantu, kita jamin tidak boleh ada yang tidak makan (kelaparan) di Kabupaten Lebak," sambungnya.
Yadi, Kepala Desa Curugpanjang, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, buka suara soal kondisi yang dialami Abdul Rohman dan empat saudaranya yang menderita kelumpuhan.
Menurutnya, sebelum mereka itu menderita penyakit lumpuh, kelimanya memiliki badan sehat serta fisik normal seperti kebanyakan orang. Bahkan, Rahmat Hidayat yang menderita penyakit serupa kata Yadi, adalah seorang RT di desanya.
"Urusan penanganan fakir miskin perlu intervensi pemerintah daerah dan pusat. Karena terus terang di pemerintah desa itu ada keterbatasan kebijakan dan anggaran. Jadi kami perlu ada intervensi pemerintah untuk menangani fakir miskin sesuai amanat UUD 1945," tegasnya.
Sebelumnya, satu keluarga di Lebak, Banten, mengalami kelumpuhan. Di tengah keterbatasan, mereka berusaha memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Ada enam orang dari delapan orang anggota keluarga yang mengalami kelumpuhan. Selain itu, satu keponakan mengalami kelumpuhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Perang Berbalik Arah? Ukraina Mulai Rebut Wilayah Rusia Berkat Serangan Drone Mematikan
- 10Jerman Peringatkan Rusia Bisa Ancam NATO pada 2029, Eropa Mulai Siaga Perang







