5 Fakta Menarik Patung Soekarno di Ubud Bali, Masuk Rekor Muri!

AKURAT BANTEN - Belasan seniman di Ubud Gianyar membuat patung presiden pertama Ir Soekarno setinggi 15 meter dengan anyaman bambu.
Patung dengan berat mencapai 3 ton dipasang di objek wisata alas Harum, Bali dan digadang-gadang menjadi patung anyaman bambu tertinggi di dunia.
Dengan ratusan bambu, para seniman ubud mencoba merakitnya menjadi patung. Hingga saat ini patung Ir Soekarno yang berada di tengah hutan tersebut menjadi salah satu objek wisata di Bali.
Baca Juga: Keren! Seniman Ubud Ciptakan Patung Soekarno dari Anyaman Bambu Setinggi 15 Meter
Berikut fakta menarik patung Soekarni yang dibuat dari anyaman bambu.
Fakta Menarik Patung Soekarno di Alas Harum
Dilansir dari beberapa sumber, Sabtu (16/3/2024) berikut merupakan fakta menarik dari patung Soekarno.
Melibatkan Belasan Seniman
Pembuatan patung Soekarno melibatkan belasan seniman yang berasal dari Kelingkung di Desa Lodtunduh, Ubud, Gianyar. Salah satu seniman yang terlibat yaitu Agus Eri Putra.
Menggunakan Ratusan Bambu
Pembuatan patung Soekarno membutuhkan jumlah bambu yang mencapai ratusan. Bambu-bambu tersebut didatangkan langsung dari kabupaten Bangli. Para seniman bekerja sama menganyam bamboo hingga patung tersebut mirip dengan Soekarno aslinya.
Proses Pengerjaan Lebih dari Dua Bulan
Bentuknya yang besar membuat patung Soekarno dilakukan selama kurang lebih dua bulan. Para seniman menganyam bambu dan merakit hingga terbentuk pola detail yang menyerupai Soekarno.
Ditempatkan di Alas Harum
Patung Ir Soekarno diletakan di Alas Harum yang berada di Tegalalang, Gianyar. Patung besar Ir Soekarno diletakan di objek wisata alas harum dengan latar belakang pemandangan yang indah.
Menjadi Ikon Pariwisata Baru
Patung Soekarno diharapkan bisa menjadi ikon wisata baru di Bali. Peletakan patung Soekarno dari anyaman bambu di Alas Harum agar memikat daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke destinasi wisata ini.
Nah, itulah fakta menarik patung Soekarno yang terbuat dari anyaman bambu di Ubud. Semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan baru. Gimana, kamu tertarik untuk mengunjunginya?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









