Banten

PULAU WEH Adalah Surga Tersembunyi di Ujung Barat Indonesia Dan Tempat Hidupnya Spesies Langka di Bumi

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 9 November 2023, 13:22 WIB
PULAU WEH Adalah Surga Tersembunyi di Ujung Barat Indonesia Dan Tempat Hidupnya Spesies Langka di Bumi

AKURAT BANTEN - Pulau Weh dijuluki surga di ujung barat Indonesia, karena keindahan alamnya yang menjadi megnet wisata terutama turis mancanegara, Pulau terluar di sebelah barat Indonesia ini adalah Pulau Weh. Pulau tersebut merupakan salah satu dari 111 pulau kecil terluar Negara Republik Indonesia yang terletak di Laut Andaman.

Menurut Wikipedia, Pulau Weh atau dikenal juga dengan Pulau Sabang adalah pulau vulkanik kecil yang terletak di barat laut Pulau Sumatra. Pulau ini pernah terhubung dengan Pulau Sumatra, namun kemudian terpisah oleh laut setelah meletusnya gunung berapi terakhir kali pada zaman Pleistosen. Pulau ini terletak di Laut Andaman.

  • Provinsi: Aceh
  • Luas: 120,7 km²
  • Ketinggian: 617 m
  • Jenis gunung: Stratovolcano
  • Koordinat: 5°49′N 95°17′E / 5.82°N 95.28°E Koordinat: 5°49′N 95°17′E / 5.82°N 95.28°E

Pulau yang berada di ujung barat Indonesia ini, menyimpan potensi besar untuk dijadikan kawasan pariwisata. Pemerintah Indonesia telah menetapkan wilayah sejauh 60 km² dari tepi pulau baik ke dalam maupun ke luar sebagai suaka alam.

Seperti Hiu bermulut besar dapat ditemukan di pantai pulau ini. Selain itu, pulau ini merupakan satu-satunya habitat katak yang statusnya terancam yaitu Bufo valhallae (genus Bufo). Terumbu karang di sekitar pulau ini juga diketahui sebagai habitat berbagai spesies ikan langka.

Kota Sabang merupakan pintu gerbang ujung barat Indonesia terletak di Pulau Weh, maka banyak orang menyebut Pulau Weh sebagai Pulau Sabang. Pulau Weh berasal dari bahasa Aceh "Weh" yang artinya pindah. Menurut sejarah yang beredar, mulanya Pulau Weh merupakan satu kesatuan dengan Pulau Sumatera.

Diperkirakan karena adanya gunung meletus, maka Pulau Weh terpisah dari Sumatera. Pulau Weh mempunyai dua teluk yang dalam dan terlindungi, yaitu Sabang dan Balohan, sebagai pelabuhan alam. Teluk ini juga sebagai sumber air bersih dengan letak yang strategis.

Setelah Terusan Suez dibuka pada tahun 1869, pendatang yang ingin ke Indonesia tidak lagi melalui jalur selatan (Selat Sunda), melainkan melalui rute yang lebih ke utara, yaitu Selat Malaka yang berarti melalui Pulau Weh. Sayangnya tidak ada data tertulis yang merekam di masa tersebut. Kondisi Geografis Jarak Pulau Weh dengan Banda Aceh kurang lebih 32,27 km di sebelah utara.

Beberapa obyek wisata di Pulau Weh yang dapat kita nikmati antara lain:

1. Pantai Iboih Pantai Iboih: merupakan salah satu primadona di Sabang. Pantai menawarkan bebatuan alam yang eksotis dan pasir putih keemasan. Air pantai begitu jernih hingga dasar laut terlihat dengan mata telanjang. Aktifitas yang biasa dilakukan di pantai menyelam, snorkeling, berjemur, atau menjelajah pantai.

2. Pulau Rubiah: Pulau Rubiah terkenal wisata bawah laut. Untuk mencapai tempat ini, pengunjung harus menyeberang dari Pantai Iboih menggunakan kapal motor. Aktivitas yang dilakukan menyelam dan snorkeling. Jika beruntung, Anda dapat bertemu lumba-lumba.

3. Danau Aneuk Laot: Danau Aneuk Laot merupakan alternatif tujuan di Sabang. Danau ini menjadi sumber mata air untuk penduduk Sabang. Baca juga: Ada Sport Dive dan Fun Dive di Pulau Weh Danau Aneuk menawarkan panorama asri yang menyejukkan.

4. Pantai Sumur Tiga Warna: Pantai Sumur Tiga Warna memiliki pasir berwarna keputihan. Selain pemandangan indah, pantai ini juga memiliki bentang alam bawah laut yang tidak kalah indah, seperti Pantai Sumur Tiga Warna memiliki tiga buah sumur dengan air tawar.

5. Tugu Nol Kilometer: Tugu Nol Kilometer berbentuk senjata rencong dengan tinggi 22,5 meter. Tugu ini berdiri di atas tebing menghadap ke Samudera Hindia.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.