Banten

AWAS, Kenali! Kucing Kesayangan Anda Bisa Kena Rabies, Ini 7 Tanda Bahaya Mematikan

Saeful Anwar | 29 September 2025, 09:12 WIB
AWAS, Kenali! Kucing Kesayangan Anda Bisa Kena Rabies, Ini 7 Tanda Bahaya Mematikan

 

AKURAT BANTEN-Rabies sering kali diasosiasikan hanya dengan anjing liar. Padahal, kucing kesayangan Anda juga bisa terinfeksi penyakit mematikan ini!

Meskipun kasusnya mungkin lebih jarang dilaporkan, risiko rabies pada kucing adalah ancaman nyata yang TIDAK BOLEH diabaikan.

Penyakit yang ditularkan melalui gigitan atau cakaran hewan terinfeksi ini menyerang sistem saraf pusat dan hampir selalu berakhir fatal, baik bagi kucing maupun manusia yang terpapar.

Sebagai pemilik kucing yang bertanggung jawab, mengenali gejala awal adalah garis pertahanan pertama Anda. Jangan sampai Anda terlambat.

Baca Juga: Ngeri! Polisi Sita 'SABIT MALAIKAT' dari Tangan Pelaku Tawuran di Cibeber Cilegon

PENTING! Rabies Bukan Sekadar Gigitan Liar

Rabies bisa mengintai bahkan jika kucing Anda hanya bermain di halaman rumah. Kontak dengan hewan liar, kelelawar, atau hewan pengerat yang terinfeksi sudah cukup menjadi jalur penularan.

Lalu, bagaimana cara Anda tahu jika perubahan sikap manja kucing Anda adalah tanda bahaya? Waspadai 7 perubahan signifikan ini:

7 Tanda Kucing Terinfeksi Rabies yang Wajib Anda Kenali

Perhatikan perubahan perilaku dan fisik kucing Anda. Gejala rabies dibagi menjadi dua fase: fase awal (prodromal) dan fase akut (furious atau paralytic).

1. Perubahan Perilaku Drastis (Fase Awal)

Ini adalah tanda paling umum. Kucing yang biasanya jinak dan manja, tiba-tiba menunjukkan sikap yang berlawanan:

Sangat Agresif: Mudah marah, mendesis, atau menyerang tanpa provokasi jelas.

Sangat Pendiam: Tiba-tiba menjadi penakut, bersembunyi di tempat gelap, dan enggan disentuh.

Gelisan Berlebihan: Terus mondar-mandir atau mengeong dengan suara aneh dan tanpa sebab.

Baca Juga: Kejutan Oktober 2025: Benarkah Pensiunan PNS Bakal Terima Kenaikan Gaji 18% Rapelan? Cek Kebenarannya!

2. Takut Cahaya dan Suara (Photophobia dan Hydrophobia Belum Tentu Ada)

Kucing rabies mungkin menunjukkan perilaku gelisah ekstrem terhadap rangsangan.

Meskipun takut air (hydrophobia) lebih khas pada anjing, kucing juga bisa menunjukkan sensitivitas berlebihan terhadap cahaya terang atau suara keras.

Mereka mungkin mencoba melarikan diri atau menyembunyikan diri.

Baca Juga: Pulse, Fitur Baru ChatGPT yang Siap Jadi Asisten Pribadi Digital di Pagi Hari

3. Air Liur Berlebihan (Hipersalivasi)

Ini adalah gejala fisik yang paling khas dan paling berbahaya. Kucing akan mengeluarkan air liur terus-menerus yang sering terlihat berbusa di sekitar mulutnya. Air liur inilah media utama penularan virus ke manusia.

4. Kesulitan Menelan (Terlihat Seperti Tersedak)

Virus menyerang otot-otot tenggorokan, membuat kucing kesulitan menelan makanan atau air. Kucing akan terlihat seperti tersedak terus-menerus dan mungkin mengeluarkan bunyi aneh saat mencoba menelan.

5. Nafsu Makan dan Minum Menurun Drastis

Karena kesulitan menelan, kucing akan menolak makan dan minum. Ini memperburuk kondisi dehidrasi dan kelemahan tubuhnya.

Baca Juga: Preman Parkiran La Piazza Ditangkap, Pukul Pengunjung Pakai Pipa Besi Gara-Gara Uang Tambahan

6. Kelemahan Otot dan Kelumpuhan (Fase Lanjut)

Seiring virus merusak sistem saraf, kelemahan otot akan muncul, seringkali dimulai dari kaki belakang.

Kucing akan terlihat sulit berjalan, sempoyongan, atau bahkan hanya bisa merangkak. Kelumpuhan ini akan menyebar ke seluruh tubuh hingga akhirnya menyebabkan kegagalan pernapasan.

7. Kejang dan Kehilangan Kesadaran

Pada tahap akhir, kerusakan sistem saraf bisa memicu kejang-kejang (seperti epilepsi) atau hilang kesadaran hingga akhirnya koma. Jika kucing Anda sudah menunjukkan gejala ini, kondisinya sudah sangat kritis.

Jangan Panik, Lakukan 3 Hal Ini Segera!

Jika kucing Anda menunjukkan salah satu atau gabungan gejala di atas, jangan pernah menunda waktu. Tindakan cepat bisa menyelamatkan nyawa, baik kucing Anda maupun Anda sendiri:

Jangan Sentuh Langsung: Hindari kontak langsung dengan kucing, terutama air liur. Gunakan sarung tangan tebal dan berhati-hatilah.

Karantina Segera: Pisahkan kucing dari hewan peliharaan lain dan anggota keluarga untuk mencegah penularan.

Hubungi Dokter Hewan: Segera konsultasikan ke dokter hewan tepercaya. Jelaskan semua gejala yang Anda lihat secara rinci. Dokter akan memberikan penanganan medis dan saran lanjutan yang tepat.

Baca Juga: Pidato Prabowo di PBB Jadi Sorotan Dunia, Indonesia Dinilai Kian Berwibawa

Pencegahan Kunci Utama: Jangan Pernah Skip Vaksinasi!

Satu-satunya cara paling efektif untuk melindungi kucing kesayangan Anda dan keluarga adalah melalui vaksinasi rabies secara berkala.

Vaksinasi Rutin: Pastikan kucing Anda mendapatkan vaksin rabies sesuai jadwal yang direkomendasikan dokter hewan, terutama jika kucing Anda sering berinteraksi dengan dunia luar.

Batasi Kontak: Awasi kucing Anda, dan batasi kontak dengan hewan liar atau kucing asing yang status kesehatannya tidak jelas.

Rabies adalah penyakit yang 100% fatal jika terlambat ditangani, tetapi 100% dapat dicegah dengan vaksinasi. Lindungi hewan peliharaan Anda sebelum terlambat (**) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman