Kupas Tuntas 'MAKNA PANTUN' Dari Ke-3 Pasangan Capres-Cawapres

AKURAT BANTEN - Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN) merupakan Capres-Cawapres dari koalisi perubahan, Pada saat pendaftaran ke KPU adalah pendaftar pertama dan ketika di undi pun mendapatkan nomor urut 1 di Pilpres 2024. Unik memang!
Tapi yang lebih uniknya lagi, para Calon saling berbalas pantun, Sebagai mana Cak Imin mengucapkan pantun agar memilih nomor 1 demikian juga dengan pasangan 2 dan 3.
Pantun Cak Imin Undian No.1
"Ke Mamuju jangan lupa pakai sepatu
Kalau ingin maju, pilihlah nomor satu"
Makna dibalik pantun:
1. MAMUJU adalah sebuah kabupaten dan juga merupakan ibu kota dari provinsi Sulawesi Barat, Indonesia. Suku asli wilayah ini adalah Suku Mandar yang tersebar di pesisir Sulawesi Barat. Wilayah pedalaman Kabupaten Mamuju dihuni oleh Suku Kalumpang yang wilayahnya terdapat salah satu situs neolitik tertua di Indonesia dan merupakan peninggalan Orang Austronesia yang disebut sebagai nenek moyang Bangsa Indonesia.
2. SEPATU adalah salah satu jenis alas kaki (footwear) yang biasanya terdiri atas bagian-bagian sol, hak, kap, tali, dan lidah. Biasanya juga terbuat dari kanvas atau kulit yang menutupi semua bagian mulai dari jari jemari, punggung kaki hingga bagian tumit yang difungsikan untuk melindungi kaki dari kotoran berupa debu, kerikil, atau bahkan lumpur dan puing.
Artinya: Mamuju dipercaya sebagai tempat bermukimnya Asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia, memiliki makna bahwa pasangan ini sangat memahami tentang wawasan kebangsaan, Kemudian sepatu adalah bentuk perlindungan dari ketahanan tubuh paling bawah, makna filosofinya adalah kedua pasangan ini sangat mengerti dan memahami akar permasalahan bangsa ini.
Pantun Prabowo Undian No.2
"Satu dua cempaka biru, tiga empat dalam jambangan. Kalau dapat kawan baru, kawan lama di lupa jangan,"
Makna di balik pantun:
Tiga, empat cempaka biru Lima, enam dalam jambangan Kalau dapat teman baru Teman lama jangan dilupakan Isi pantun tersebut adalah:
A. Banyak bunga cempaka biru
B. Pesan untuk tidak sombong
C. Jangan membeda-bedakan teman
D. Perasaan kecewa seseorang kepada temannya.
Sedangkan Jambangan adalah Vas bunga atau tempat menaruh bunga sebagai hiasan ruang tamu.
Artinya: Pasangan ini berharap siapapun yang akan menjadi pemenang Pilpres nanti jangan mudah melupakan arti persahabatan, tidak bersikap sombong dan JAMBANGAN adalah tempat dimana bunga atau perhiasan akan disimpan, di maknai bahwa manusia tetap membutuhkan bantuan orang lain.
Mahfud MD Undian No.3
"Hukum yang tegak harapan kita, sejahtera merata idaman bersama, Ganjar Mahfud pilihan kita, Gotong - Royong pilih nomor 3,"
"Membakar seafood dari Palu, ke negeri China naik pesawat, kalau Ganjar - Mahfud menang Pemilu, dukungan ke Palestina makin menguat,"
Makna di balik di balik pantun:
1. Penegakan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berasal dari kata dasar “tegak” yang artinya: a. berdiri; b. sigap; c. lurus arah ke atas. Konsep penegakan hukum bersifat total (total enforcement concept), konsep ini menuntut untuk semua nilai yang ada di belakang norma hukum agar ditegakkan tanpa terkecuali.
2. Asal usul nama kota Palu berasal dari kata "Topalu'e" yang artinya Tanah yang terangkat(dalam bahasa mandar) karena daerah ini awalnya lautan. Pernah terjadi gempa dan pergeseran lempeng (palu koro) sehingga daerah yang tadinya lautan tersebut terangkat dan membentuk daratan lembah yang sekarang menjadi Kota Palu.
Artinya: Apabila para pemimpin negeri ini mampu menegakkan hukum yang sesuai tuntutan UUD 45, maka akan dengan mudah menjalankan seluruh arah dan kebijakan menuju Indonesia emas, dan PALU adalah tanah yang terangkat dimaknai sebagai derajat suatu bangsa.
• Baca Juga: Asal Usul Kota Serang, Ibu Kota Provinsi Banten: dari Bahasa hingga Besaran UMK
• Baca Juga: 107 Orang Simpatisan JAD dan JI Gelar Ikrar Setia ke NKRI
• Baca Juga: Komisi III DPR Beri Catatan kepada Jajaran Polri untuk Jaga Netralitas di Pemilu 2024
Pantun bukan merupakan penentu kemenangan tapi ini adalah salah satu bagian seni berpolitik, Zaman dulu pantun digunakan sebagai alat untuk menyindir kekuasaan atau pembakar semangat patriotisme para pejuang.
- Penulis Artikel: Taufikurahman M.Si
- Editor: Taufikurahman M.Si
- Sumber: Sejarah nenek moyang bangsa Indonesia, KPU, Buku kumpulan pantun, Wikipedia, KBBI, Dll.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










