NASDEM Menegaskan Tidak Pernah Berkomunikasi Dengan HASTO, Tapi Ada Reuni Antar TPN Angkatan 80-an

AKURAT BANTEN - Meski sejumlah petinggi NasDem menyatakan tidak berkomunikasi dengan Hasto, pun tidak merasa tertekan seperti disebut Hasto, sumber kumparan di kubu Ganjar dan Anies menyebut memang ada komunikasi antartim sukses.
Sumber–sumber itu menyebut, telah muncul kesepahaman untuk “berkoalisi” menghadapi jagoan Jokowi, Prabowo-Gibran. Komunikasi tersebut dilakukan anggota timses yang berlatar belakang eks aktivis. Salah satu mantan aktivis yang menjadi penghubung dari timses Ganjar-Mahfud adalah Wakil Ketua TPN Ammarsjah Purba.
Ammarsjah ialah aktivis 80-an yang pernah terlibat aksi boikot Mendagri Rudini di Institut Teknologi Bandung pada 5 Agustus 1989. Kala itu, Ammarsjah menjabat sebagai Presiden Komite Pembelaan Mahasiswa. Ia dipenjara bersama belasan mahasiswa ITB lainnya, termasuk koordinator lapangan aksi, Jumhur Hidayat—yang kini Co-Captain di Timnas AMIN.
Ammarsjah membenarkan pernah bertemu dengan beberapa orang dari pihak AMIN. Namun, menurutnya, dalam pertemuan itu dia sama sekali tidak mewakili TPN, melainkan datang secara personal sebagai aktivis 80-an.
Salah satu pendukung AMIN yang sempat ia temui adalah budayawan asal Yogyakarta, Brotoseno. Dalam salah satu pertemuan, keduanya saling “menitip agenda” jika salah satu dari jagoan mereka menang Pilpres 2024.
Agenda itu sejak dulu digaungkan aktivis 80-an, yakni: mewujudkan masyarakat adil dan sejahtera, menjaga proses demokrasi, serta mencegah korupsi-kolusi-nepotisme (KKN).
“Agenda itu semacam kesepakatan bersama,” kata Ammarsjah di Jakarta.
Ia melanjutkan, komunikasi yang dijalin dengan sesama aktivis di kubu AMIN termasuk untuk memperkuat kesamaan pandang dalam melawan Prabowo-Gibran yang dianggap representasi Neo-Orde Baru.
“Di timses-timses ini banyak kawan aktivis yang dipenjara karena melawan Orde Baru. Ya nggak mungkin mereka [dukung] ke sana (Prabowo-Gibran), ke-Neo Orde Baru,” ujar Ammarsjah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 7Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










