Banten

Genderang Perang Telah Ditabuh? Pernyataan Keras Mega Vs Jokowi, Begini Kata Yenny Wahid

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 28 November 2023, 16:10 WIB
Genderang Perang Telah Ditabuh? Pernyataan Keras Mega Vs Jokowi, Begini Kata Yenny Wahid

AKURAT BANTEN - Menanggapi sindiran Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri kepada 'penguasa' yang dinilainya seperti Orde Baru meski mereka belum lama berkuasa, Dewan Penasihat Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Yenny Wahid ikut menanggapi hal ini.

Menurut Yenny bahwa setiap pergantia kepemimpinan dinegeri ini memiliki ciri khas dan karakteristik masing-masing untuk mencapai Indonesia yang sejahtera, dia pun berbicara tentang kontribusi seluruh presiden RI kepada kemajuan bangsa.

"Bagi saya setiap pemerintahan itu punya ciri khasnya sendiri, punya kontribusinya sendiri bagi pembangunan indonesia. Mulai dari Bung Karno sendiri punya kontribusi besar memimpin Indonesia dari masa transisi dari bangsa terjajah menjadi bangsa merdeka. Pak Harto meletakkan dasar-dasar pembangunan ekonomi di Indonesia," kata Yenny di Kantor TPN di Gedung High End, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (28/11).

"Lalu Pak Habibie membawa kita terbang menjelajah alam imajinasi kita berbekal teknologi. Gus Dur meletakkan dasar demokrasi toleransi, juga membuka istana untuk seluruh rakyat negeri. Ibu Mega membangun pranata-pranata dan institusi-institusi demokrasi dan penegakan hukum."

"Pak SBY memastikan supremasi sipil tetap dipegang teguh, dan militer tidak kembali berpolitik praktis. Pak Jokowi ini membangun ekonomi dengan lompatan yang sangat luar biasa, termasuk di dalamnya soal kedaulatan ekonomi dan hilirisasi," beber putri almarhum Gus Dur ini.

Yenny menuturkan, untuk Presiden ke-8 RI, tantangan yang harus dihadapi, yakni kesejahteraan hingga penegakan hukum yang perlu menjadi fokus utama.

"Nah, tantangan ke depan, pemimpin ke depan kita lihat bahwa persoalan kesejahteraan, persoalan penegakan hukum, persoalan antikorupsi, masih menjadi agenda yang harus kita teruskan," ucap Yenny.

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.