Viral Surat Terbuka Untuk Habib Luthfi dan Said Aqil Siroj Tentang Bagi-bagi Uang di Pompes Dukung Capres 02

AKURAT BANTEN - Viral sebuah video yang diunggah dari akun Tiktok @juprisinarian dimana dalam video tersebut seorang wanita menyampaikan surat terbuka kepada Habib Luthfi bin Yahya dan Said Aqil Siroj.
Wanita ini menyampaikan rasa keresahannya kepada kedua Ulama ini karena telah melibatkan politik praktis di tempat terselenggarakannya (money politic) pendidikan moral bagi umat Islam.
- Baca Juga: Ucapan Arya Wedakarna Melukai Perasaan Umat Islam Dan Mengganggu Harmonisasi Umat Beragama
- Baca Juga: Grace Natalie TKN 02 Tidak Setuju MNC Sebagai TV Penyelenggara Debat Karena Pemiliknya Pendukung Ganjar-Mahfud
- Baca Juga: Daftar Perkara Korupsi Besar yang Ditangani Jampidsus Kejagung Sepanjang 2023
Isi Surat Terbuka
Kepada yang terhormat Habib Luthfi bin Yahya Kepada yang terhormat Bapak Said Aqil Siroj
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh berdasarkan viralnya video Gibran anak presiden republik Indonesia Joko Widodo, membagi-bagikan uang kepada kalian dan santri-santri di Ponpes kalian di dalam masa kampanye dan memviralkan di media sosial.
Itu tidak lain hanya meminta dukungan suara, sekaligus merendahkan derajat kalian sebagai ulama dan tenaga pendidik untuk mengantarkannya menjadi pemimpin di negeri ini.
Kalian adalah ulama dan juga tenaga pendidik Apakah kalian tidak malu dan tidak sadar atas perbuatan Gibran anak presiden republik Indonesia Joko Widodo ini, Memberikan uang dengan memviralkan di masa kampanye Pilpres 2024?
Ini anak muda berperilaku yang kurang baik tidak dapat dicontoh kepada rakyat Indonesia, Kalau berniat bersedekah kepada para ulama dan para habib tolong dong jangan diviralkan dan jangan dalam masa kampanye.
Islam adalah agama sakral rahmatan lil alamin yang artinya agama suci agama kasih sayang semesta alam yang dibawa oleh ulama-ulama zuhud dari Yaman.
Masuk ke Indonesia tidak meminta upah sedikitpun tidak menjadi pengemis kepada masyarakat Indonesia, atas ajarannya membuat orang bodoh menjadi pintar, orang miskin menjadi sukses dan orang kotor Menjadi bersih serta membuat orang jahat menjadi orang baik.
Saya selaku zuriatul Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam seorang muslimah sangat sedih dan kecewa atas perbuatan itu.
Apakah kalian menginginkan santri-santri yang kalian didik nanti akhlaknya menjadi para pejabat banyak muka? Dan berpenampilan rohani tetapi tingkah lakunya roh halus!
Lihatlah terlebih lagi sekarang ini politisi yang mengaku muslim tetapi mengolok-ngolok ibadahnya sendiri demi jabatan dan uang? Menjabat secara bengis mendzolimi serta berbohong!
Apakah kalian yang mengaku sebagai Habib dan ulama ini tidak merasa sedih dan kecewa? Ini semua adalah beban moral kalian juga!
Demikianlah surat terbuka saya ini Al fakir memohon maaf lahir batin atas kelancangan pernyataan ini terima kasih.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 7Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










